
Setelah tiba di rumah Mia langsung menghubungi Carri.
"Halo Mia, bagaimana kabarmu, mengapa kau jarang menghubungiku setelah pertemuan terakhir kita?" Carri berbicara penuh rasa bahagia, ia selalu merindukan sahabatnya ini tapi ia menahan diri untuk selalu menemuinya. Itu semua karena ia tidak bisa terlalu bebas keluar, setelah hampir keguguran karena terlalu kelelahan suaminya menjadi over protektif padanya, semua yang ia lakukan harus berada dibawah pengawasan Geri.
"Aku baik Carri, lalu maafkan aku, tapi tugas kampus terlalu berlimpah sehinga sulit untuk membagi waktu, aku juga tidak ingin menganggu waktumu, bisa-bisa Geri cemburu, hahahha, oya, bagaimana kabarmu dan calon ponakanku?
"Semua baik Mia, aku baru saja kembali dari rumah sakit melakukan pemeriksaan rutin". Ya pemerikasaan rutin setiap minggu untuk melihat bayi mereka, Geri benar-benar membuat sang dokter kewalahan mengatur jadwalnya hanya untuk memenuhi permintaan mereka.
"Syukurlah, aku sebenarnya menelponmu bukan karena rindu saja, tapi ada sesuatu yang ingin kusampaikan, mungkin ini tidak terlalu penting tapi aku rasa aku harus memberitahumu" Mia berbicara dengan hati-hati, ia tahu seorang ibu hamil sangat mudah untuk emosi dan juga sulit mengontrol emosinya.
"Apa itu Mia?
Mia berdehem sebelum berkata " Aku bertemu Nari di kampus, ia sudah kembali". Sesaat Mia diam dan mendengarkan unjung telponnya untuk meneliti reaksi Carri sebelum lanjut "aku hanya takut ia mempunyai rencana lain"
__ADS_1
"Terima kasih untuk informasimu Mia, aku akan lebih menjaga diri lagi" Tentu saja Carri sudah tahu kalau Nari telah kembali dari luar negri, ia bahkan mendaftar di sala satu agensi untuk memulai menjadi trainee, tapi ia merasa tidak perlu hawatir padanya, ia memiliki suami yang selalu setia menjaganya.
...
Semua orang telah berkumpul di aula dan tak terkecuali Mia, Keti dan Deon, mereka duduk di pojokan melihat katihan yang sementara berlangsung.
Semua berjalan lancar kecuali satu orang yang terlalu pengatur dan ia menguasai segalanya, tidak mau dibantah.
Keti tampak kesal tapi ia masih bisa menahan emosinya sambil terus berpikir bagaimana cara untuk menyingkirkan manusia songong yang sementara berlati memerankan pangeran. Ia juga tidak menyangka bahwa alurnya akan berubah total sehingga mereka tidak butuh pemeran utama laki-laki. Mia begitu cerdas membuat cerita yang menurutnya mebosankan menjadi lebih menarik, seandainya Mia menjadi penulis maka pastilah imajinasinya akan mengejutkan dunia dalam sekejap mata.
Mia mengangguk, ia sependapat dengan Deon "Sari adalah orang dari keluarga konglomerat yang terkenal juga di kota G, dan kata Carri ia menjadi trainee di sebuah agensi. Ia memiliki sifat sombong yang keterlaluan sehingga sangat aneh jika ia datang untuk menjadi relawan pada acara amal sekecil ini, pasti ada sesuatu dibaliknya'
"Kau benar Nona, lihat juga bagaimana ia begitu ngotot mendapatkan pemeran utamanya, pasti ada yang tidak beres" Deon berkata dengan semangat karena kali ini ia tidak disalahkan atas dugaannya, padahal ia sudah berpikir lama untuk mengatakannya tapi takut disalah artikan oleh kedua orang ini.
__ADS_1
"Tidak perlu cemas, lihat nanti bagaimana aku mempermalukannya, juru riasnya adalah aku, aku akan membuat versi laki-lakinya seancur-ancurnya!" Keti bersemangat setiap kali ia akan memberi pelajaran pada orang yang selalu mengahalangi jalan orang lain, apa lagi itu adalah saudarinya sendiri.
"Nona, kau hebat, aku akan menantikannya, kalau perlu buatlah tompel besar menutupi seluruh wajahnya"
"Idemu snagat bagus, tadinya aku hanya akan membuat wajahnya menjadi terlihat tua tapi sepertinya tompel besar juga bisa diberikan" Keti tersenyum puas dengan ide mereka.
"Aku akan mendukungmu Nona, lihat nanti aku akan menyembunyikan seluruh cermin agar ia tidak bisa melihat wajahnya dan terus bersikap PD hingga ia menghancurkna dirinya sendiri"
"Tunggu,,, apa kalian mau mengubah ceritanya menjadi Beauty and The Beast? Mia bertanya dengan ekspresi bingung.
"Ide bagus mari melakuaknnya" Deon berseru senang.
Mia menggeleng dengan dua orang ini, "Jangan mengarang cerita dan buat saja pertunjukannya berjalan lancar, ini adalah acara amal, mengapa kalian bersikap begitu".
__ADS_1
Keti hanya diam, namun dalam hatinya ia memiliki rencana yang indah untuk wanita songong itu.