
Hai, namaku Atrin, aku adalah pemeran utama putrinya" Atrin menjadi yang pertama tersadar dan langsung mencari kesempatan untuk berbicara dengan Ken.
Ken tersenyum hangat dan menjabat tangan Atrin, "Ken".
Seketika pipi Atrin berubah merah, khas seorang gadis yang terpesona malu menghadapi pria idamannya.
Di belakang Deon terkikik merasa jijik dengan adegan didepannya tapi ia tetap mempertahankan mulutnya dalam mode diam. Kali ini tampak senang melihat bagaimana Atrin begitu terpesona pada sorang gadis, sungguh mengelikan
"Ken ini temanku, untunglah ia berada di dekat sini dan bisa membantu kita dalam dramanya. Ia juga sudah menghapal naskahnya karena ia pernah membacanya ketika kami sedang bersama," Keti berbicara sambil memegang sebelah tangan ken memperlihatkan sifat keintiman.
Seketika semua gadis dan pria di ruangan itu masuk dalam mode mengancam. Terutama Atrin yang langsung meolotot ke arah Keti memberi peringatan agar tangan keti menyingkir dari lengan Ken.
__ADS_1
Keti cepat tangkap dan tidak ingin lagi memperkeruh suasana jadi ia dengan tau diri melepaskan tangannya dari Ken dan menyuruh Ken untuk duduk di kursi tunggu. Seketika semua gadis itu berlomba mngerumuni Ken dan meminta foto bersama.
Keti duduk di samping Deon dan mereka terkikik di pojokan smabil menikmati penderitaan yang dialami Mia. "Gadis mana yang tidak geli menerima ungkapan cinta dari gadis lain" Keti berbicara dengan rasa bahagia, meski rencana sebelumnya gagal, tapi ia tetap senang karena bisa menikmati Mia dalam kesengsaraan didekati oleh para gadis yang jatuh cinta padanya.
"Aku merasa kasihan, tapi ia memang terlihat sangat tampan" Deon memandang penuh rasa iba pada Mia, tapi ia tidak bisa melakukan apa pun.
Belum cukup semenit Keti menikmati kegelisahan Mia, namun para gadis sudah menjauh darinya, ia bisa melihat Mia berbicara singkat, entah apa yang ia katakan hingga semua gadis yang tadi mengerumuninya jadi patuh menjauh dengan wajah memerah dan hanya duduk memandangnya.
"Dasar anak itu, ia selalu berhasil" Keti berbicara dengan nada kesal tapi tetap memuji Mia.
Dramanya berlangsung lancar dengan Keti harus bersusah payah melakukan beberapa kali peruabahan rias pada wajah Mia, beruntung Mia juga pandai dalam merias diri sehingga ia tidak terlalu kesulitan karena ada yang membantunya.
__ADS_1
Dramanya diakhiri dimana sang putri terkejut dengan sorang wanita yang begitu mirip dengannya, hanya tingginya saja yang sedikit berbeda. Tapi sang putri kemudian mengetahui bahwa orang didepannya adalah sang pangeran yang telah menyamar menjadi dirinya untuk melindungi sang pitri dari kekejaman ibu tirinya.
Sang pangeran dibantu oleh pelayannya yang tak lain adalah Keti, ia menghapus riasannya hingga kembali menjadi pria tampan.
Setelah adegan itu, semua orang bertepuk tangan dan memuji karya mereka.
Mia kembali dan duduk di sofa memejamkan matanya sambil bersandar. Ia penuh syukur karena bisa melewati acaranya dengan baik.
Lamunannya buyar ketika seorang datang membuyarkan lamunannya. Ia melirik pria paruh baya itu dan penuh terkejut ketika memperhatikan wajahnya, "ini,, Tuan Henry" Mia langsung berdiri dan memberi hormat pada sosok yang ada di depannya. Ia sungguh beruntung bisa bertemu sang legenda ini. Rumor mengatakan bahwa ia jarang menyapa lebih dulu dan bersikap dingin pada semua orang disekitarnya.
"Ahahhaha,, sepertinya aku terlalu terkenal, lau sampai terkejut begitu" Ia juga sebenarnya terkejut setelah mendengar suara Mia, ia bukan pria tapi sorang wanita.
__ADS_1
"Maafkan saya Tuan, silahkan duduk" Mia berpindah dan duduk di kursi seberang saling berhadapan dengan Henry. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa kaget dan kagumnya hingga ia kecoplosan berbicara dalam mode gadisnya.
"Jadi rupanya kau seorang gadis ya, ini sangat menarik" Henri tersenyum penuh arti dan memperhatikan Mia dengan seksama.