Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 234


__ADS_3

Mia pulang pada larut malam dan melihat dua orang di dapur sedang makan. Ia tersenyum mengabaikannya dan berjalan ke kamarnya. Penyemangatnya sudah kembali! Mia menjadi lebih tenang dan tidak perlu lagi terlalu cemas memikirkan gadis itu.


Ia merasa sangat lelah dan hanya ingin bersatu dengan kasurnya saja.


Ketika ia sudah berbaring ia melirik ponselnya di atas nakas samping tempat tidur. Ponsel itu belum ia sentuh selama seharian hingga ia tidak dapat menahan diri untuk meraihnya dan membuka galeri ponselnya.


Ia menatap foto Andra selama beberapa saat dan tersenyum sendiri hingga sebuah notifikasi muncul di bagian atas ponselnya.


Selama akunnya dibentuk, ia sudah terbiasa dengan notifikasi seperti itu. Ia selalu mengabaikannya setiap kali mereka muncul. Namun kali ini ia melihat sebuah akun menghubunginya lagi, AM.


Sebelumnya akun itu tidak terlalu menarik baginya, tapi kemudian Asisten Min pernah menanyakan tentang akun itu. Bermula saat itu ia terus memperhatikan kabar akun itu, tapi kemudian ia mendapati akun tersebut tidak pernah aktif sekali pun.


Pesan yang dikirim akun itu pun sangat mencurigakan ketika ia mengirimnya beberapa jam sebelum sebuah kecelakaan menimpahnya.

__ADS_1


Ia membuka akunnya dan terdapat banyak pesan yang masuk. Ia mengabaikan semua pesan tidak penting itu dan hanya menekan kotak obrolannya dengan AM.


"Jangan melakukan apa pun"


Mia segera membalas "Apa kau disana?"


Satu kalimat yang teridiri dari beberapa kata seperti sebuah peringatan lainnya. Ia cukup terkejut dengan menggenggam ponselnya selama beberapa saat. Pada akhirnya ia menghubungi asisten Min dan memberitahukannya


Ia tidak perlu bertanya tentang apa dan mengapa asisten Min menyuruhnya memberikan kabar terbaru tentang akun itu. Mungkin ada sesuatu yang penting tapi ia tidak peduli, lagi pula jika ada masalah asisten Min akan selalu membereskannya dengan sempurna. Tentu saja karena dia adalah orang pilihan Andra.


Mia kembali memeriksa kotak obrolannya namun orang itu sudah tidak membals pesannya.


Sebelum mematikan poselnya ia mengunggah sebuah foto dirinya dengan Andra, foto yang memperlihatkan senyum mereka ketika sedang menyapa para tamu undangan di acara pernikahannya. Tentu saja bahwa foto itu di ambil secaradiam-diam. Dan senyum mereka? Mia tersenyum pahit ketika mengingat senyum buatan yang dipaksakannya itu.

__ADS_1


Dengan segera unggahan itu mendapat banyak respon dari para pengikutnya.


"Dewi kita belum move on! Aku terlalu bangga padanya karena ia bisa terus mencintai Andra dengan tulus meski kini ia seharusnya bisa mendapatkan orang yang lebih baik untuk menggantikan Andra"


"Oh tidak! Aku harus mengatakan mereka dalah pasangan yang sempurna. Kesetian mereka terus bertahan sampai saat ini. Tapi aku juga akan senang kalau ia mendapat pengganti yang lebih pantas. Apa pun keputusan dewiku aku tetap mendukung!"


"Ada apa ini? Dewiku masih terjaga pada tengah malam seperti ini. Aku turut sedih bahwa Andra telah pergi dan kini sang dewi terus merindukannya"


Mia tersneyum membaca komentar-komentar mereka. Ia kemudian membalas sala satu komentar "Terima kasih"


"Ohh!!!!!! Dewiku membalas! Jantungku hampir saja copot akibat rasa kejut yang menyenangkan ini! Aku butuh tim medis sekarang!!! Oh seseorang tolong!"


Mia tertawa melihat respon mereka. Setelahnya ia terus membalas beberapa komentar sebelum memeriksa akun AM untuk terakhir kalinya lalu beranjak tidur.

__ADS_1


...


__ADS_2