
"Nari, kau sangat hebat, aku sangat bersyukur bisa berada di sisimu, lihatlah bagaimana gugupnya Si Ender menghadapi kita" Rin mengoceh dengan senang sambil menyalakan ponselnya.
"Aku sangat kecewa, para ****** itu terlalu takut untuk datang" Sepertinya ia harus melakukan rencana lain untuk membuat Keti dan Mia bersujud di bawah kakinya, bahkan Ender tidak bisa ia harapkan untuk menghadirkan kedua orang itu. "Pastikan mereka benar-benar ditendang dari kampus ini, aku ingin mereka dipermalukan serendah-rendahnya".
"Nari tenanglah, kita bisa melakukan apa pun, bahkan kalau kamu mau aku bisa menghubungi Asisten Min dan ia akan menyingkirkan semua lalat penganggu itu"
"Kau bodoh? Kalau kita minta tolong padanya image yang sudah ku bangun di depan Andra akan jatuh dalam hitungan detik" Jelas Nari memiliki asisten terbodoh, bagaimana bisa otaknya begitu dnagkal hingga hanya menikmati setiap kejayaan dan bodoh dalam menyusun rencana.
"Maafkan aku Nari, aku akan banyak belajar lagi" Rin meletakkan ponselnya kembali tidak berani lagi bergerak sampai Nari menjadi lebih tenang.
Diluar ruangan Ender masih sibuk berpikir sampai ia merasa gerah di ruangan ber AC itu, lagi pula ini antara hidup dan matinya. Sambil mondar-mandir ia membuka telponnya dan sebuah notifikasi grup kampus mengagetkannya.
__ADS_1
4 video di upload beserta sebuah petisi yang telah diisi oleh sebagian besar mahasiswa kampus.
4 video itu berisi tentang kejadian di perpustakaan yang memperlihatkan Nari sedang marah marah karena tidak mendapatkan kursi kosong, disana ada juga Mia dan Keti yang kemudian menawarkan kursi mereka untuknya. Video diikuti penjelasan mengatakan bagaimana Keti yang dikenal sebagai gadis lugu, sopan dan anggun itu adalah seorang psikopat dengan kepribadian ganda.
Video yang lain adalah waktu dimana Nari sengaja menumpahkan kopi ke Mia hingga akhirnya mendapatkan tamparan secara refleks dari Keti. Video itu di perlambat hingga jelas terlihat reaksi Mia yang sengaja menjauh namun Nari tetap menghalangi Mia hingga ia menumpahkan kopi dengan sengaja. Semuanya terbingkai dalam argumen penulis yang membela Keti dan Mia dan menyalahkan Nari.
Dua video lainnya adalah kejadian di ruang kesehatan dan juga ruang kepala departemen kemahasiswaan dimana Ender tidak membela pihak yang salah dna menyalahkan mereka yang benar. Semua diikuti argumen penjelasan tentang video itu sehingga jelas terlihat bahwa Ender dan Mia patut disalahkan dan mendapat ganjaran untuk perbuatannya.
Rasa terkejut Ender memuncak seketika hingga ia bergetar memegang ponselnya dan kemudian melemparkannya ke lantai. Sudah berakhir, karir dan reputasinya telah berakhir, sebentar lagi ia akan berada di lubang mengerikan, ia berdiri di pihak yang salah dan sekarang hanya tersisa satu ruang untuknya. Pembuangan.
Ia tidka bisa lagi tinggal diam dna segera berjlan ke separtemen humas untuk melkaukan pneghapusan tapi sayangnya mereka bahkan dibajak hingga semua komputer di ruangan besar itu mengalami error.
__ADS_1
Ender jelas tidka punya tempat lain untuk melarikan diri, dna satu-satunya cara yaitu mencari tempat persembunyian, bahkan jika ia aharus emnumpang pada lubang tikus itu lebih baik dari pada harus kehilangan nyawa ditanagn Andra.
Keambali keruangan Ender, Nari sudha merasa bosna dan meraih ponselnya sambil menggertkkan giginya karena Ender begitu lama membuat mereka menunggu hingga sudha mencapai batas kesabarannya.
Ia segera membuat dua ketukan cepat di layar posnselnyahingga notofikasi langsung menyerbunya. Ia perlu menunggu beberapa detik hingag ponselnya berhenti berbunyi.
Dengan tatapan yang malas ia mengabaikan notifikasi itu dan beralih melakukan panggilan telpon pada Ender namun tidka dapat tersambung.
"Rin keluarla dan periksa mengapa Pak Ender belum juga kembali" Irnag itu benar-benar mencari masalah dengannya, jelas ia tahu slsengan siapa ia berhadapan dan berani-beraninya ia mempermainkannya. Sungguh keterlaluan.
Rin merasa lega karena akhirnya ia tidka perlu menahan nafasnya, ia segera berdiri dengan semangat dan berlalu dibalik pintu. Diasana ada beberapa staf tapi bukannya menghormatinya dnegan menjawab pertanyaannnya mereka malah memberi tatapn menghina padanya.
__ADS_1
"Kalian tidak tahu siapa aku? Tunggu dan Nonaku akan memberi kalian nasib buruk" Rin segera menghentakkan kakinya dan berbalik untuk ekmbali ke dalam ruangan.