Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 185


__ADS_3

Keti terbangun dari tidurnya ketika malam telah menghampiri kota.


Ia melihat Mia sedang bermain game bersama deon di dalam kamarnya. Sesat ia linglung merasa bermimpi sebelum kesadarannya kembali.


"Keparat! Kalian menghianatiku! Bagaimana bisa kalian bermain tanpa aku?" Keti bangun melempar semua barang yang ada di atas kasur membidik dengan tepat pada dua orang yang tidak memperdulikannya.


"Kau sangat bau Nona! Kami tidak memiliki masker!" Deon berteriak tanpa melihat ke arah Keti.


Keti merasa hidupnya kembali dengan cepat. Ia tidak bisa menahan kebahagiaannya ketika ia berlari dan memeluk Mia dengan erat.


Mia meletakkan konsol game lalu membalas pelukan Keti.


"Kau menangis?" Mia kaget mendengar isakan Keti.


Keti menekan emosinya "Tidak. Aku hanya terharu saja" Keti melepaskan pelukannya dan berlari ke kamar mandi.


"Dia benar-benar menangis. Lihat bagaimana bodohnya dia berbohong" Deon berbisik pada Mia setelah Keti sudah pergi.

__ADS_1


"Kau benar, aku rasa ia perlu lebih banyak waktu di kamar mandi" Mia berkata sambil terkikik.


...


"Saya senang Nyonya sudah baik-baik saja" Asisten Min tersenyum melihat Mia terlihat segar dalam beberapa hari setah ia memberikan suratnya.


"Terima kasih. Tapi mengapa kau tiba-tiba menemuiku?" Mia merasa heran sebab mereka bukanlah orang yang bisa dikatakan akrab.


Asisten Min mengerti apa yang dipikirkan Mia. "Maafkan saya Nyonya, tapi saya disini karena perintah Tuan Andra"


"Perintah? Memangg ada apa?" Mia sedikit gugup. Bagimana bisa orang yang telah meninggal masih bisa membuat orang hidup tertekan seperti itu.


Mia membeku mendengar apa yang dikatakan oleh Asisten Min. Ia tidak bisa menduga kalau saat kepergian suaminya ialah yang akan menggantikannya secara full. Ia akan menjadi CEO pada usia 19 tahun.


Ia telah salah paham untuk waktu yang lama. Siapa yang memberikan seluruh hartanya pada orang yang di benci?


"Nyonya?" Aisten Min menyadarkan Mia dari rasa bingungnya.

__ADS_1


Mia tersadar " Apakah kau tidak salah bicara? Bagaimana bisa aku mengantikannya?"


"Nyonya hanya lerlu mengikuti semua yang saya katakan dan akan berjalan dengan baik. Sebelum Tuan pergi, ia sudah menyiapkan segala hal hingga Nyonya bisa menduduki posisi Nyonya tanpan kendala apa pun." Asisten Min menjelaskan.


Mia masih merasa bingung. Suaminya sudah mempersiapkannya?


Ada rasa penyesalan di dalam hatinya. Ia ingat ketika ia pergi ke kantor Andra, suaminya terus membuatnya tinggal begitu lama. Ia pikir suaminya sengaja untuk membuatnya menderita lebih lama karena Andra tahu ia merasa trauma.


Mendengar apa yang dikatakan Aisten Min Mia bisa menyimpulkan kalau saat itu Andra benar-benar tulus untuk bersama Mia dalam waktu yang lama.


"Aku tahu, tapi sepertinya aku benar-benar tidak pantas menerima semua itu. Andra sudah membesarkan perusahaannya dengan susah payah. Aku tidak mau semuanya menjadi hancur di tanganku" Kata Mia apa adanya.


"" Maaf Nyonya, tapi anda tidak bisa menolak. Ini sudah diputuskan dan tidak bisa diubah begitu saja" Asisten Min menyerahkan beberapa dokumen lain pada Mia. " Ini adalah dokumen yang perlu anda setujui. Besok akan ada rapat pemegang saham. Nyonya akan hadir disana memperkenalkan diri sebagai CEO baru"


Mia kaget dalam kegelisahannya. Bagaimana ia melakukannya?


Asisten Min tahu betul apa yang di pikirkan Mia " Nyonya, anda hanya perlu membaca dolumen ini dan sedikit memahaminya. Sisanya akan saya urus" Asisten min memberikan dokumen lain.

__ADS_1


Halo readers, jangan lupa mampir ya🤗



__ADS_2