
"Kamarmu terlihat bagus" Mia memuji tatanan kamar Keti.
"Tentu saja! Terima kasih atas bantuannya. Aku sangat terkesan dengan semua orang yang kau kirimkan. Mereka cepat dan tepat" Keti memeluk Mia dengan senang.
"Itu tidak gratis! Lihat berapa banyak uang yang kau habiskan hanya untuk kamarmu sendiri. Mulai sekarang kau harus bekerja keras untuk mengembalikannya!" Mia menatap Keti yang sudah mematung di depannya.
"Aku sangat setuju denganmu Nona" Deon bergabung di obrolan kedua orang itu.
"Kacung!!!!!!!" Keti melotot ke arah Deon sambil berteriak. Sungguh sia-sia memelihara si kacung itu!
"Aiku yang cantik baik hati dan sangat kusayang. Aku pasti akan membalas semua kebaikanmu di masa depan" Keti mengambil nafas "Aku kan bekerja keras mulai dari sekarang!"
Keti meningalkan kedua orang itu dan berlalu menuju komputernya. Ia siap bertempur demi melunasi semua utangnya!
Lagi pula cukup muda untuk mendapat uang ketika kamu menjadi seorang haters. Hanya perlu memutar sedikit otak dan menggunakan sedikit tenaga jarimu.
Selama ini dia hanya malas menggunakan kemampuannya. Ia terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk melihat berita yang lagi panas.
Melakukan hack pada akun orang-orang terkenal tanpa mendapat pemasukan. Ia hanya mencari kesenangan dengan membaca pesan atau mencari informasi yang di sembunyikan orang lain. Lalu dia akan tertawa sepanjang waktu sampai merasa puas.
__ADS_1
Deon dan Mia tersenyum melihat tingkah anak itu. Keti benar-benar sudah kembali!
"Nona, kau lihat itu. Dia sangat bersemangat. Aku rasa jiwanya sudah benar-benar kembali" Deon tersenyum. Itulah Nona yang sebenarnya ia kenal. Bukan nona yang cengeng dan pendiam.
"Kau benar. Aku merasa lega sekarang. Ini semua juga karenamu, kau menyadarinya tepat waktu hingga kita bisa menyelesaikannya dengan cepat. Mia memuji Deon
"Nona, itu bukan masalah besar. Aku senang bisa melakukannya"
...
"Kau sudah baikan?" Mia bertanya pada Wixel yang sedang duduk di meja makan sambil menikmati makanan yang dibawakan Mia.
Enak saja tiap hari. Suaminya saja tidak pernah merasakan masakannya, sekarang orang asing ini...
Mia melihat mata penuh harap orang di depannya. Ia tidak mengenalnya, mereka hanya rekan bisnis yang kebetulan terjebak pada sebuah kebetulan yang aneh.
"Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu" Mia menjawab apa adanya.
Wixel tersenyum "Baiklah, aku tidak akan memaksa, Tapi bolehka kau mengajariku memasak. Aku sangat kesulitan untuk menyukai masakan orang lain, tapi kurasa masakanmu berbeda"
__ADS_1
Lalu masakan siapa yang dia makan selama ini? Apa masakan alien?
Kalau saja ia bukan rekan bisnis yang menyumbang banyak modal ke perusahaan ia akan segerah mematakan tulangnya sekarang juga! "Baiklah, tapi..."
"Aku akan mengatur jadwalnya" Wixel memotong kata-kata Mia.
Sialan! Kenapa ada orang seperti dia. Sekarang ia sudah benar-benar terjebak dalam waktu yang lama bersama oranh ini.
"Baik, kalau sudah tidak ada lagi, aku harus kembali" Mia berusaha megakhiri pertemuan mereka.
"Aku akan mengantarmu" Wixel menyelesaikan makanannya.
Hah! Hanya satu lantai dan dia akan di antar? Modus macam apa itu? "Oh tidak, hanya satu lantai saja, kau tidak perlu mengantarku"
Wixel tersenyum. "Tidak apa, lagi pula saya sudah merasa baikan"
"Maaf, tapi saya bisa sendiri" Mia berjalan ke arah pintu untuk pergi.
Di tempatnya Wixel menatap Mia dengan senyum.
__ADS_1
Lihat saja, cepat atau lambat kau juga yang akan memohon untuk terus berada di dekatku. Dasar kucing kecil nakal!