Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 188


__ADS_3

Nenek Lampir Cerewet: 'Bagimana rapatnya?'


Istri Penghuni Gua Hantu : 'Aku rasa aku berhasil. Tapi bajuku perlu di ganti karena basah 🤣'


Nenek Lampir Cerewet : 'Kau punya asisten sekarang, jadi aku tidak akan membantumu! Asisten yang dibuang ini undur diri 😭'


Pangeran Kodok Bodoh : 'Apakah aku masih dibutuhkan juga?'


Ustri Penghuni Gua Hantu : 'Omong kosong apa yang kalian bicarakan? Kemari dan jemput aku sekarang juga!"


Mia mematikan komputernya ketika ia menatap semua berkas yang baru saja ia kerjakan.


Menjadi CEO terlalu berat. Ia bisa membayangkan betapa lelahnya Andra yang menjadi pebggila kerja. Urusannya terlalu banyak


...


Mia menaiki sebuah mobil hitam yang di kendarai Deon.


"Aku pikir dia akan menjadi sombong karena sudah menjadi CEO besar" Keti duduk di samping Deon menyindir Mia yang sedang berganti pakaian di belakang mobil.


"Pikiranku lebih tragis lagi! Ku pikir Nona akan berbah jadi manusia dingin seperti Andra" Deon menyambung sindiran Keti.


Tentu saja ia juga menyindir dirinya sendiri pada versi aslinya.

__ADS_1


Mia selesai berganti baju dan mencondongkan badan ke depan menepuk kepala dua orang bodoh itu. "Aku akan meningalkan kalian berdua ketika aku sudah tidak bernafas lagi!"


"Baik CEO Mia, kami akan menjaga mulut dari sekarang" Deon berkata memperagakan bagaimana seorang bawahan berbicara pada atasannya.


Ahahhahah...


Mia dan Keti tertawa serempak mendengar Deon.


"Kau benar-benar pandai akting. Aku rasa kau bisa menjadi Ken mulai dari sekarang" Mia memuji Deon.


"Bicara soal Ken, aku rasa kau akan memiliki jadwal yang panjang dari sekarang. Kau harus melakukan promosi dalam minggu ini. Ada 3 promosi, semuanya di luar kota" Keti berbicara dengan cemas.


"Ada 3? Bagaimana Nona akan membagi waktu untuk semua kegiatannya?" Deon merasa hawatir.


Kenapa ia harus pusing? Sekarang ia memiliki asisten profesional di sisinya. Terima kasih kepada Andra yang meningalkan Asisten Min untuknya.


"Aku akan membicarakannya dengan asisten Min agar ia megatur ulang jadwalku" Mia menjawab keti dengan enteng.


"Wah... Wah... Lihat CEO kita sekarang tidak perlu memikirkan apa pun. Ia memiliki kekuasaan yang besar sekarang!" Keti memandang ke belakang memperhatikan Mia yang berlagak.


"Nona, kau lebih cantik jika menggunakan pakaian kantor" Deon memuji.


"Tidak, aku lebih suka memakai baju seperti ini. Terlihat santai dan tentunya lebih sesuai dengan usiaku" Mia menjawab dengan cepat.

__ADS_1


"Ayolah. Beri tahu aku bagaimana nasib Ken?" Keti tidak sabaran ingin mengetahui apa yang dipikirkan Mia untuk nasib penyamarannya.


"Tentu saja tidak perlu dilanjutkan. Nona sudah memiliki pekerjaan faforitnya. Ia pasti berhubungan dengan keuangan juga kan. Menghitung uang adalah keingainannya!" Deon menjawab Keti tanpa di suruh.


Mia tersenyum. Yang dikatakan Deon itu benar. Menghitung uang adalah keinginannya.


"Aku tidak akan menyamar lagi. Kita membuat karakter Ken untuk mencari tahu kekasih Andra. Tapi aku rasa jawabannya sudah ada saat ini. Aku hanya akan melanjutkan cita-cita Andra saja" Ini satu-satunya cara baginya untuk mengenang suaminya sehingga Andra akan selalu berada di hatinya.


"Baiklah, aku tidak bisa memaksa. Tapi kita harus menyelesaikan film pertama dan terakhir milik Ken dengan baik" Keti menjawab Mia.


Mereka berangkat ke bioskop untuk menghabiskan malam itu dengan segudang film menegangkan.


**Terima kasih untuk masukan para pembaca tercinta. Author sangat senang!



Semua masukan pembaca tercinta akan author perhatikan dalam pembuatan cerita selanjutnya.



Jangan bosan\-bosan memberi masukan ya... Sangat menyenangkan membaca komentar kalian. Love U...


__ADS_1


Tombol like jangan lupa di tekan. Dan beri dukungan pada author lewat vote juga ya**...


__ADS_2