Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 159


__ADS_3

"Apa itu?" Mischa merasa kaget, dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut yang diberikan Keti.


"Tenang saja, Sion menunggu diluar" Keti tanpa peduli kembali melorotkan selimut Mischa dan mengoleskan obat di luka Mischa. Untunglah mobilnya tidak tembus pandang jadi mereka akan aman disana.


Sialan! Siapa yang mencari perkara pada Nonanya. Orang itu ingin mati atau gentayangan!


Deon segera berlari ke arah mobil dan mendapati Sari sedang menatap mobil mereka.


Sialan! Gadis songong lagi.


Ekpresi Deon segera menggelap menghampiri Sari dan Im. "Apa yang kalian lakukan?"


"Apa? Kami sedang melempari mobil ini! Apa urunsannya denganmu? Atau kau mau dilempari juga baru pergi!" Sari berkata penuh emosi sambil memandang rendah pada Deon. Hanya seorang supir dan berani membentaknya!

__ADS_1


"Bukannya aku mengancam, ini hanya sedikit peringatan, tapi kau tidak akan bisa lolos dari kejadian ini! Kau sudah terekam melempari mobilnya dengan batu!" Deon berkata penuh nada datar.


Seketika Sari menggelap memikirkan bagaimana ia akan menghadapai internet jika sampai kelakuannya ini terekam! Apa juga yang akan dikatakn oleh keluarganya jika mereka tahu kelakuan aslinya!


"Kau mengancamku sekarang? Apa kau tidak tahu siapa aku?" Sari melotot dengan tegas pada Deon.


"Hehh,, kau? Kau adalahbputri tunggal dari keluarga Sanjaya, seorang putri yang sudah merencanakan sesuatu yang licik pada saudara kembarnya hingga harus diusir dari kelurga Sanjaya! Kau puas sekarang! Kalau kau masih ingin hidup tenang, jangan menganggu siapa pun yang kau lihat hari ini! " Deon segera berbalik dan meningalkan kedua orang itu.


"A,, a,,,apa yang dikatakannya?" Sari langsung jatuh tersungkur di tanah dengan wajah pucat dan rasa sesak memenuhinya. Bagaimana bisa seorang supir mengetahui rahasia yang ia simpan dengan rapat. Siapa sebenarnya mereka!


Sari duduk disofa dan mengatur perasaannya yang begitu kalut.


"Jangan pikirkan ancamannya, lagi pula mereka tidak memiliki bukti, dan lagi jika mereka ingin menjatuhkanmu dengan rahasia itu, mereka sudah mengungkapnya dari dulu. Tenanglah dan duduk disini, akan ku ambilkan air"

__ADS_1


...


"Apa masih ada luka lain?" Keti memeriksa tubuh Mischa dnegan teliti.


"Kenapa kalian membantuku?" Mischa sudah menahan pertanyaan itu sedari tadi.


Keti menatap mata Mischa dan tersenyum kecut tanpa menyembunyikannya dari Mischa. "Dengar ya! Ini pertama kalinya aku membantu seorang wanita yang sudah menyakiti Ken! Dan juga aku tidak suka memiliki kenalan baru!"


Mischa menelan air liurnya dan mengerti apa yang dikatakan Keti. "Tapi mengapa?"


"Apa kau jatuh hati pada Ken?"


Tentu saja! Siapa yang tidak akan menyukai Ken di pandangan pertama. Tapi bukankah keegoisan bisa merubah cinta menjadi dendam? "Memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Dengar ya, aku akan bicara dengan serius padamu. Meski kau aktris kelas A dan seorang perempuan yang dipuja banyak lelaki, tapi bukan berarti Ken kami akan terjebak juga! Ia adalah pria yang bembenci semua ornag yang jatuh hati padanya. Apa kau bertanya-tanya mengapa sikapnya begitu dingin pada semua orang? Itu karena mereka semua membuatnya jijik! Jika kau ingin deperlakukan dengan baik oleh ken kami maka kau bisa memulainya dengan menghilangkan perasanmu padanya! Dan lagi, jangan coba-coba merencanakan sesuatu yang buruk, kau tidak pernah tahu bagaimana sifat aslinya dan bagaimana kuatnya latar belakang yang ia miliki!" Keti segera keluar dari mobil dan menutup pintunya agar bisa memberi ruang bagi Mischa mencerna setiap maksud kata-katanya.


__ADS_2