Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 240


__ADS_3

"Apa kau ingin tahu apa yang sudah aku lakukan hari ini? Aku bertemu dengannya di sebuah pertemuan kecil. Ia tampak cantik dengan gaun malam yang gemerlap. Aku bisa melihat senyumnya terus merekah, bahkan matanya tampak sempurna dan terlihat menggemaskan..." Wixel tersenyum sambil terus mengingat bagaimana Mia di pesta malam itu. Ia terus mengoceh memuji wanita itu dan melebih-lebihkan interaksi mereka.


Sesaat kemudian ia berhenti berbicara dan menatap orang di depannya dengan tatapan mencemooh. "Kau mungkin tidak tahu, tapi dalam beberapa hari ke depan gadis itu akan menjadi milikku. Oh,,, tidak! Bahkan sejak awal Mia adalah milikku, dan kau adalah,,, orang ketiga yang sedang menunggu untuk disingkirkan. Hahahhahaha"


Andra tidak mengatakan apa pun. Ia hanya duduk di tempatnya sambil memainkan kukunya yang panjang.


Tubuhnya kurus dengan urat-uratnya yang menonjol keluar terlihat tembus pandang karena kulitnya yang terlalu pucat tidak pernah terkena cahaya matahari.


Wajahnya menjadi lebih tirus dengan tulang pipi yang menonjol keluar.


Rambutnya yang telah memanjang di ikat ke belakang menggunakan sebuah karet gelang kecil berwarna coklat.


Wixel menggelapkan matanya ketika ia melihat bagaimana lelaki dingin di depannya tidak mengatakan apa pun.

__ADS_1


"Tuan, sejak bulan lalu ia menjadi diam dan tidak pernah berbicara lagi kecuali ia meminta obatnya. Ia jarang makan dan sepanjang hari hanya duduk diam seperti itu. Mungkin ini adalah efek dari obat ynag kita berikan" Orang yang ditugaskan mengawasi menjelaskan keadaan Andra. "Kemungkinan ini karena dosis obat yang diberikan terlalu tinggi. Obat itu mungkin telah mempengaruhi kinerja otak hingga ia menjadi lebih tenang dan tidak bereaksi ketika pengaruh obat masih berada di dalam tubuhnya"


Wixel sekali lagi menggelapkan matamya ketika ia kembali berbicara "Kurangi dosisnya, aku ingin menikmati orang ini menderita saat aku menceritakan bagaimana aku merebut istrinya" Kemudian Wisel berbalik pergi meninggalkan mereka berdua.


Andra memandang pria itu sebelum berjalan ke kamar kecil yang disediakan untuknya. Ia membasuh wajahnya dan kembali ke tempat tidurnya membungkus diri.


"Tuan, aku rasa kita harus bergerak cepat, bagaimana Tuan akan membiarkan berandal itu merebut istri Tuan" Penjaga yang sudah gugup sejak kehadiran Wixel menjadi lebih tenang.


"Istriku tidak mudah, kita harus menunggu lagi. Paling cepat kita keluar dari sini mungkin 5 bulan lagi" Andra memejamkan matanya tidak ingin lagi berbicara setelahnya.


Penjaga yang menyamar itu tidak bisa mengatakan apa pun lagi. Sepanjang waktu orang itu terus berdiam diri dan entah bagaimana rencana mereka akan berjalan jika mereka tidak memiliki koneksi keluar. Hanya mereka berdua di sini dan tidak ada yang membantu mereka.


Tidak pernah ada peluang untuk mereka dan hanya sesekali mengamati dunia luar dengan telepon genggam. Bahkan tidak lima bulan lagi, mereka bisa berada di tempat itu selama lima tahun lagi.

__ADS_1


Dengan kata lain usaha mereka tidak mengalami peningkatan dari hari ke hari. Semuanya beejalan datar, datar dan terus seperti itu.


Penjaga itu berbalik pergi ke tempatnya ketika ia terus memikirkan istri dan anaknya juga sedang menunggunya. Kalau Andra


bisa tenang karena istrinya dikelilingi harta, maka ia lebih gelisah mengingat istrinya hanya seorang wanita lemah yang terus bergantung padanya.


...


...


...


...

__ADS_1


...


__ADS_2