
Pagi harinya Carri bangun dan pergi untuk mengikuti kelasnya, ia bahkan tidak sempat sarapan karena merasa malas dan tidak semangat mengerjakan apa pun.
Saat jam istirahat ia hanya duduk di kursinya menatap laya HP dan menunggu akan ada panggilan yang masuk.
Sara merasa bingung dengan Carri namun ia tidak berani bertanya.
Bahkan sepata kata pun tidak pernah ia lontarkan pada Carri.
Carri mengikuti semua pelajaran meski hati dan pikirannya ada di tempat lain.
Ia tidak mencurigai suminya akan selingkuh tapi ia merasa takut bila terjadi sesuatu pada suaminya.
Ia sangat percaya pada suaminya, namun karena rasa percayanya maka suaminya pun akan melakukan hal yang sama. Mungkin saja suaminya menyembunyikan sesuatu yang akan menyakitinya.
Dengan pikiran itu ia melalui kelas sampai selsai dan kemudian ia pergi ke kantor suaminya untuk menunggunya.
Sapai larut malam ia tidak pernah makan dan ia tertidur di sofa ruang kerja suaminya.
Setelah tengah malam ia bangun karena merasa dingin, ruangan itu sudah gelap, mungkin karena sesorang mematikan lampu sebab mereka tidak akan tahu bahwa ada orang disana karena Carri tidur di sofa dan terhalang sandarannya ketika orang masuk memperhatikan ruangan.
Dengan badan yang lemas tanpa tenaga ia bergerak sedikit meraba-raba mencari HPnya.
Namun dimana ia mencari ia tidak menemukannya. Dengan tenaga yang masih tersisa sedikit Carri merangkak menuju pintu dan meraih gagang pintunya.
Pintu itu telah terkunci hingga ia hanya duduk di lantai dengan bersandar ke dinding dan menahan rasa sakit di perutnya karena belum makan sejak malam kemarin.
Ia tertidur di ruangan itu sampai pagi baru seorang petugas kebersihan menemukannya dan membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Carri tidak terbangun sampai malam berikutnya.
Ketika ia bangun ia melihat sekeliling dan mencium aromah rumah sakit.
Ada Mama dan Papanya duduk di sofa dan ketika Carri bangun mereka bergegas menghampirinya.
Air mata Carri sudah tumpah ruah dari kedua matanya. Ia tidak lagi bisa menahan kesedihannya. Didalam pelukan mamanya ia menangis sejadi-jadinya.
Ia sudah tidak merasa malu lagi, ia sangat rapuh kali ini.
"Nak sudah jangan lagi menangis, kamu masih lemah makanlah dulu lalu bicara pelan-pelan"
Mendengar mamanya Carri sedikit lebih baik dan kemudian ia dibantu bersandar dan makan bubur.
Ia merasa lapar namun mulutnya terasa pahit sehingga bubur yang masuk ke mulutnya terlalu susah untuk ditelan.
Rasanya sangat sesak sehingga ia kembali menangis membuat orang tuanya menjadi serba salah, mereka bingung harus melakukan apa pada putrinya.
Carri tidak berhenti menangis hingga ia kelelahan dan hanya duduk dengan tatapan kosongnya, ia tidak bisa menenangkan hatinya lagi.
Rumahnya entah dimana, ia sangat rindu. Memikirkan suaminya membuat ia semakin sesak hingga akhirnya ia hanya melamun mengingat kembali apa yang telah ia dan suaminya lewati.
Orang taunya yang sedari tadi berbicara padanya sudah tidak didegar olehnya hingga mereka merasa putus asa dan memanggil dokter.
Ketika dokter tiba ia memeriksa Carri namun hanya memberi obat tidur hingga Carri tertidur kembali.
Pagi harinya ketika ia bangun badannya sangat lemah, mamanya telah membuat jus tamarealla untuknya.
__ADS_1
Dengan bantuan papanya ia duduk bersandar kemudian diberi minum air putih oleh ibunya.
Ia minum melalu sedontan sedikit demi sedikit hingga satu gelas itu telah habis.
Ibunya kemudian memberinya jus. Dengan memikirkan untuk mencari suaminya ia memaksakan diri untuk menghabiskan jusnya.
Setelah itu ia kembali istrihat dan bangun pada siang hari untuk makan bubur.
Ia menatap layar HPnya yang hitam dan kembali memejamkan mata, ia tidak mengatakan apa pun hingga ia tertidur lagi dan bangun pada malam harinya.
Saat itu Sari yang menjaganya, Sari memberinya bubur dan Carri makan sendiri tanpa memperhagikan kakaknya.
Ia menghabiskan buburnya dengan lambat dan kemudian Sari merapikan piringnya.
Setelah bebrapa saat hening dimana Carri hanya melihat layar ponselnya dengan penuh harap suaminya akan menelpon.
Sari memperhatikan adikknya dan merasa ada sedikit kemenangan dihatinya.
Ia berada disana untuk menikmati penderitaan adiknya, ketika mendengar bahwa Geri telah meningalkan Carri tanpa ada kabar ia melompat kegirangan. Ia ingin segera menemui adiknya namun ia dicegah oleh orang tuanya karena mereka takut bahwa Sari akan mengganggu kesehatan Carri.
Apa lagi jika papanya mengingat kejadian terkhir dirumahnya, ia sangat kecewa pada putrinya, Namun karena akting Sari yang begitu sempurna ia kemudian diijinkan menjaga Carri pada malam itu.
Apa lagi mereka mempunyai sesuatu yang lain yang harus dilakukan.
Melihat Carri yang hanya bengong dengan HP nya ia kemudian berjalan menghampiri Carri.
"Bagaiman perasaanmu?
__ADS_1
"Mmm"