
Setelah menutup telpon ia langsung menaikkan harga lelangnya hingga ia akhirnya menang dan naik ke panggung untuk mengandeng gadis cantik itu turun.
Akhirnya ia pulang dari acara itu dengan kemenangan dan senyum lebar menghiasi wajahnya.
Ketika sampai di apartemen disana sudah ada Sari yang menunggunya.
"Sayang makasih"
Gen langsung menghampiri Sari dan memeluknya dengan bahagia. Sebuah kecupan mesra berakhir di bibir manis Sari.
Sari segera luluh dan merasa bahagia, ia selalu tidak bisa menolak semua perlakuan Gen.
"Bagaimana hasilnya?
"Berkat istriku yang cantik ini semuanya berjalan lancar"
"Benarkah"
"Ya, minggu depan kami akan melakukan pertemuan untuk membahasnya"
"Kalau begitu biarkan aku ikut"
"Sayang aku gak mau kamu kelelahan"
"Sayang, aku tuh kuat kok"
"Pokoknya gak boleh, aku gak mau kamu kenap-napa, lagi pula besoknya itu aku udah punya rencana bagus buat kita, jadi kamu harus simpan tenaga kamu, ok"
'Bagaimana mungkin aku ngikutin dia kan kami mau kencan, bisa berantakan rencanaku'
"Benerran sayang? Ya udah deh aku bakal kasih kamu semangat ajah" Sari merasa bangga dengan. kekasihnya yang sellau memperhatikannya bahkan Gen sampai membuat sebuah kejutan untuknya.
__ADS_1
Hari sabtunya Gen sudah berada di sebuah restoran menunggu Khatia, jantungnya bedetak kencang dan ia sedikit keringat dingin karena ini pertama kalinya ia akan kencan dengan seorang gadis terkenal yang menjadi impian setiap wanita.
Setelah menunggu beberapa saat Khatia akhirnya muncul. Dia mengenakan gaun warna biru yang dihiasi sulaman bunga teratai. Tubuh indahnya terbentuk sempurna dalam balutan gaunnya, tulang selangka yang indha juga menampakkan diri karena leher gaunnya yang sedikit berani.
Gen terpesona sesaat seblum sadar kembali ke dunia nyata dan menarik kursi untuk Khatia duduk.
"Terima kasih telah datang"
"Aku harus menghormati seorang yang telah menyumbang banyak untuk sebuah acara amal, ya kan?
"Ya tentu saja"
"Aku memiliki jadwal lain dalam q jam jadi aku harap kencan kita berlangsung cepat"
Gen merasa hawatir namun dengan segera meyakinkan dirinya dan kemudian memanggil pelayan untuk mereka.
Setelah memesan mereka berbincang kecil sebagai pembuka percakapan.
"Hahahah terima kasih atas pujiannya, anda juga terlihat begitu mempesona"
"Kalau ada waktu mungkin kita bisa makan bersama lagi"
"Ya aku harap begitu"
"Apakah anda mengenal Mode?
"Hmmm, aku tidak yakin, hanya pernah melihatnya sekali"
"Bagaiman menurut anda?
"Entahla, aku tidka suka mereka yang tidak berkelas"
__ADS_1
Sekejap Gen seperti tersambar petir dan menjadi kaku untuk berbicara, ia hanya diam setelah percakapan iti sampai mereka akhirnya berpisah.
Ia merasa fristasi,semua tabunggannya telha digunakan untuk hal tidka berguna. Bahkan buakn hanya uangnya, harga dirinya pun kini jatuh karena seorang gadis.
Ia duduk di dalam mobil sambil melampiaskan emosinya ke dengan mengisap sebatang rokok.
Sampai tiba di apartemen ia telah mengahabiskan 4 batang rokok.
Setelha tiba di apartemen ia berdiri di balkon dengan pikirna melayang karena tidak tahu harus bagaimana lagi.
Setelah beberapa saat ia menghubungi Sari, namun telponnya tidka aktif. Ia menggenggam erat ponselnya dan kemudian mengambil acak nomor untuk dihungi.
"Kak Gen?
"Apa kau bebas?
"Tentu"
"Kemarilah"
Stelah beberapa saat menunggu seorang gadis dnegan tubuh yang indha tiba di alartemennya.
Gadis yang berprofesi sebagai model itu memakai pakaian seksi yang memperlihatkan paha mulusnya. Ia juga memilih gaun ketat dengan leher sabrina yang lebar hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang emnantang.
Setelah ia masuk ia dengan percaya diri langsung memeluk Gen dan mengosokkan payudaranya ke dada Gen.
Gen menunduk melihat wajah polos gadis itu, ia juga memeprhatikan belahan dada Meis yang terlihat sangat berisi dan kenyal.
"Kakak Gen"
Suara seksi dan mengoda itu langsung membangkitkan kejnatanan Gen dan dengan cepat Gen ******* bibir seksi itu dan sekali tarik gaun kecilnya telah robek dan memperlihatkan payudara yang menonjol keluar karena Meis hanya memakai bra tanpa tali.
__ADS_1
Segera malam itu dihiasi dengan suara desahan yang menggema disepanjang malam hingga akhirnya menghilang di pagi hari.