Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 147


__ADS_3

"Baiklah, ini adalah sesi perkenalan antara pemain, Ken, adalah orang baru di sini, ini adalah film pertamanya, aku harap kalian semua bisa bekerjasama dengan baik" Asisten Tua melihat dan memperhatikan respon semia orang di ruangan itu.


Jelas bahwa semua pemeran wanita sudah terpesona dan terpikat oleh Ken. Disisi lain semua laki-laki terlihat linglung, mereka seprti kehilang sesuatu ketika melihat ke arah Ken.


"Aku, Ken" Ken berbicara dengan nada datar, ekpresi yang datar dan tatapan yang dingin.


Seketika ruangan itu hening sesaat sebelum para gadis mengeluarkan pujian mereka yang mengebu-gebu untuk dikatakan.


"Apa kau mendengarnya, dia sangat keren, suaranya sangat,, seksi!"


"Bukan hanya itu, lihat bagaimana tatapannya, sangat menakutkan tapi menantang, ia seperti kegelapan yang membuat kita tertarik meningalkan cahaya terang demi bersatu dengannya"

__ADS_1


"Kau juga berpikir begitu? Aku rasa dia akan menjadi kartu emas kita untuk film ini"


"Kau benar, aku tidak pernah sia-sia bergabung dengan film milik Tuan Henry, ia selalu mempunyai kejutan"


Ketika semua gadis berbisik memuji Ken, maka semua pria yang ada di ruangan itu hanya terdiam kembali menelaah perasaan apa yang kini muncul di hati mereka.


Ini pertama kalinya mereka melihat seorang pria yang cantik dan memiliki daya pikat yang aneh. Mereka merasa tertarik untuk tahu lebih banyak mengenai Ken.


Mereka sudah lama berada di industri hiburan sehingga mereka tentunya lebih berpengalaman, tapi saat ini harga diri mereka dinjak-injak oleh seorang pemula.


Mereka yang ada disana harusnya telah melakukan protes saat ini, atau mengajukan keluhan dan apa pun itu agar Ken digantikan, paling tidak dengan aktor yang lebih berpengalaman dan lebih baik dari mereka namun saat ini mereka seperti gugup, gugupnya mereka ketika melihat seorang pujaan hati yang terus membuat indra mereka memberontak untuk terus melirik dan menikmati wajah Ken. Hal ini membuat mereka lupa, lupa akan harga dirinya dan lupa untuk melakukan protes. Mereka hanya bisa menerima dengan pasrah karena telah takluk pada sosok asing di depan mereka.

__ADS_1


Kalau saja Ken adalah seornag gadis maka mereka tidak akan menahan diri menunjukkan kekagumannya atau tatapan cinta, tapi saat ini yang di depan mereka jelas seorang pria. Pria dengan wajah yang datar, tatapan dingin yang membekukan udara di sekitanya. Pia dengan aura kuat!


Mereka butuh psikiater saat ini, mungkin saja karena melirik pria di sini mereka menjadi berbalik menyukai lawan jenis. Apa kata fans mereka kalau sampai berita ini tersebar.


Asisten Tua yang juga merasakan keganjalan segera melerai suasana "Pemeran wanitanya belum datang hari ini karena ada sedikit halangan. kita akan bertemu dengannya di syuting pertama kita"


Frilia merasa kesal, seharusnya saat ini ialah yang menjadi pemeran utamanya, "Siapa pemeran utamanya?"


"Kalian akan mengetahuinya nanti" Asisten Tua menjawab dengan tenang dan melanjutkan perbincangan mereka.


Frilia hanya bisa berdecak kesal dan diam di tempat sambil sesekali melirik ke arah Ken. Seketika rasa kesalnya berganti senyum, ia jatuh cinta. Apa ini cinta pandangan pertama! Baru saja ia melihatnya beberapa menit yang lalu, tidak, ia sudah jatuh cinta sejak melihatnya di detik pertama.

__ADS_1


Ia memiliki rencana untuk mendekati pria itu, tapi saat ini belum waktunya, tunggu sampai celoteh Asisten Tua selesai dan ia bisa mencari kesempatan.


__ADS_2