Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 92


__ADS_3

Satu langkah, dua langkah dan pada langkah ke tiga akhirnya Sari sudah tidak mampu lagi karena ia terpeleset dan akhirnya mereka bersama jatuh dengan Geri menimpah tubuh Sari.


Kepala Sari terantuk ke lantai hingga ia merasa sangat kesakitan, tengkoraknya serasa pergi meninggalkan kepalanya dan rasa pusing menyelimuti dirinya.


Seketika kegelapan menyelimutinya dan akhirnya ia pingsan di lantai. Geri bangun dari tubuh sari dengan sedikit kesadarannya dan mendapati dirinya telah berada di kamar yang salah bersama Sari.


Ia segera keluar dari kamar itu dengan meninggalkan Sari tetap berbaring di lantai bersama pakaian tipisnya, ia menutup pintu perlahan dan kemudian berjalan ke arah lantai dua.


Ia berjalan sambil tertatih melihat lantainya bergelombang dan tangganya terlalu banyak dan panjang.


Dengan semua usaha mempertahankan kesadarannya ia melangkahkan kakinya memijak satu per satu tangga sampai tangga terkhir.


Tangga itu adalah yang terakhir namun dalam pandangan Geri masih banyak tangga ke atas hingga ia buru buru melangkahkan kakinya melewati benerapa tangga.


Pada akhirnya ia jatuh ke depan karena kehilangan keseimbangan dengan memijak tangga bayangannya sendiri.


Tangannya terluka karena membentur lantai hingga ia mengeritkan keningnya dan kembali bangkit berdiri dan berjalan ke arah kamarnya.


Setelah merasa yakin itu adalah kamarnya ia masuk perlahan dan mendapati istrinya sudah selesai mandi.

__ADS_1


Carri sedang berada di depan meja rias dengan rambut panjang terurai bebas. Ia menyadari pintu kamarnya terbuka hingga ia berbalik dan mendapati suaminya sedang manatapnya.


Ia segera bangkit dan berjalan menghampiri suaminya. Ia merasakan bau alkohol pada tubuh Geri, ingin bertanya tapi akhirnya ia dibungkam oleh ciuman Geri.


Ciuman yang dalam itu langsung membuat ia bergidik dengan rasa anggur masih memnuhi mulutnya.


Malam itu menjadi malam yang dingin untuk Sari namun kamar pasangan suami istri itu menciptakan malam erotis mereka sendiri.


Malam yang indah dengan bintang-bintang mengelilingi bulan yang terang. Tidak fokus pada bulannya karena bintangnya jauh lebih indah ketika mereka bersatu memberi cahaya kelap-kelip diseluruh langit.


Carri turun dari mobil bersama dengan Geri disambut oleh para wartawan kota yang mencari sesuap berkah dari hasil jepretan kamera dan keahlian jari menari diatas keyboard.


Malam pertunangan seorang anak dari pengusaha kaya raya yang adalah sala satu rekan bisnis Geri.


Aula itu sudah penuh dengan tamu dan banyak dari mereka menjadi iri karena pasangan mesrah didepan mereka. Sari berada di acara itu mendampingi ayahnya karena ibunya masih mengurus sesuatu yang lain hingga ia tidak sempat hadir.


Geri mengajak istrinya untuk menemui Mertuanya lebih dulu, ia bersikap dingin pada Sari karena kejadian satu minggu yang lalu. Jelas masih teringat olehnya dimana rubah licik itu berusaha menggodanya.


Carri merasakan tatapan suaminya dan hanya tersenyum karena ia memiliki suami yang setia dan menyayanginya.

__ADS_1


Karena hari itu Carri juga memakai pakaian dari A maka semua ornag mulai memperhatikannya, dimana tubuh indahnya berpadu sempurna dengan gaunnya.


Sari merasa snagat iri hingga ia mencari kesempatan dan menuangkan minumannya pada baju Carri.


"Oh, maaafkan aku Dik, aku tidak sengaja"


Carri menatapnya dengan senyuman dan wajahnya tetap terkontrol dengan tenang. Ia sekarang sedang jauh dari Geri tapi ia tidak pernah takut.


"Ini baik-baik saja, aku akan ke toilet dan membersihkannya"


"Aku akan membantumu"


"Tidka perlu, tunggulah disini dan aku akan segera kembali"


Carri berllau ke kamar mandi diiringi senyum kepuasan Sari.


Sari berjalan mendekati Geri dengan langkah yang anggun dan santai.


Geri sedang bersama beberapa rekan bisnisnya dan ia sedang fokus berbicara hingga ia tidak sempat melirik ke arah Sari yang datang langsung melingkarkan tangannya di lengan Geri.

__ADS_1


Geri mengira itu adalah Carri hingga ia tidak terlalu mempedulikannya dan hanya menyentuh tangan Sari dengan lembut.


Sari tersenyum dengan rencananya.


__ADS_2