
Sari membantu Kakek memakai gelang tersebut, dan dengan anggun ia duduk disebelah akkeknya sambil merangkul lengan Kakek Bambang.
Kini giliran Carri yang akan memberi hadiah, Suaminyalah yang menyiapkan hadiah yang akan diberikannya pada kakek.
Carri berjalan perlahan dengan langkah yang mantap dan tenang ia memberikan hadiah di tangannya pada kakeknya, setelah itu Carri mengucapkan selamat dan harapannya pada kakeknya.
Hadiah itu juga kecil dan bahkan lebih kecil dari hadiah milik Sari.
Semua orang membuka lebar matanya hanya untuk memperhatikan pemberian Carri.
Dengan perlahan Kakek Bambang membuka bungkusnya dan mendapati sebuah patung kecil disana.
Semua orang merasa telah dibodohi karena patung itu terlihat sangat biasa saja, belum lagi ukurannnya yang kecil.
Mereka sudah menduga bahwa Carri akan memberikan sesuatu yang lebih berharga pada kakeknya.
Jika mengingat latar belakang suaminya, pastilah ia akan memiliki banyak uang untuk memberi sesuatu yang berharga pada kakeknya namun kali ini hanya sebuah patung yang kecil dan biasa saja.
Sari tersenyum puas melihat pemberian Carri, ia yakin bahwa semua orang akan memberi kesan buruk pada Carri karena telah memberi barang murahan pada kakek.
Carri tetap tersenyum bahagia melihat barang kecil itu, meski terlihat sederhana, namun cinta yang ia tuangkan disana sangatlah besar.
Ia tidak mengerti apa pun pada benda itu tapi ia percaya suaminya menyiapkannya dengan tulus.
__ADS_1
Kakek melihat patung kecil di tangannya dan ia mengamatinya sesaat sebelum akhinya menoleh ke arah cucunya.
"Bagaimana kau mendapatkannya?
Sari tersenyum puas dengan reaksi kakeknya, tentu saja kakeknya menanyakan bagaiman bisa Carri mendapatkan barang murahan seperti itu untuk hadiah ulang tahun kakeknya.
Semua kerabat yang hadir dalam pesta sederhana itu menngolok-olok Carri karena kecerobohannya.
Bagaiman mungkin ia mempermalukan dirinya sendiri dalam acara semacam ini, beruntunglah ia bahwa hanya kerabat dekat saja yang di undang bukannya ornag-orang penting.
Kakek memang selalu merayakan ulang tahunnya hanya dengan mengundang kerabatnya, ia tidak menyukai pesta besar yang membuatnya pusing dengan terlalu banyak orang.
Carri tersenyum hangat pada kakeknya dan kemudian menoleh ke arah suaminya.
"Suamiku membantuku memnyiapkannya"
Hanya dalam hitungan detik semua ornag menjadi yakin bahwa Carri telah berdusta, ia ingin mencari perlindungan suaminya sekarang.
Jika itu nenar-benar disiapkan oleh Geri maka setidaknya barang yang akan mereka pilih adalah barang berharga dan langkah.
Sari tertawa kecil dan mngolok Carri. "Dik, aku percaya bahwa kau tidak akan mempermalukan suamimu bukan?
Carri kaget mendengar Sari yung berbicara. Bagaiman mungkin ia mempermelukan suaminya, ia mengatakan yang sesungguhnya.
__ADS_1
Bahkan Carri ingin membuat sebuah hiasan tangan tapi Geri menghentikannya karena ia telah memilih sebuah hadiah yang cocok untuk kakek.
Ia juga tidak mengerti apa yang salah dengan hadiah yang diberikannya karena ia hanya tahu bahwa hadiah yang dipilih suaminya pastila hadiah yang terbaik.
"Apa benar kau yang memilih hadiah ini?
Kakek merasa penasaran dan bertanya pada Geri dengan sunguh-sungguh.
Semua orang melihat ke arah Geri dengan tatapan penasaran. Sari pun melihatnya dengan penasaran ia tidak akan percaya jika Geri akan mengakui barang murahan milik Carri.
Ia berpikir bahwa Carri hanya mencari alasan untuk menyembunyikan rasa malunya di belakang Geri hingga ia merasa puas dengan tingkah Carri saat ini.
"Aku yang membelinya dengan uang milik istriku"
Semua orang mengangguk percaya pada perkataan Geri, tentu saja jika itu menggunakan uang milik istrinya maka hanya benda murahan yang bisa ia beli. Lagi pula Geri hanya berusaha menlindungi istrinya dengan tidak mempermalukannya juga.
Lagi pula Carri tidak memiliki penghasilan seperti Sari hingga ia tidak akan mempunyai banyak uang untuk membeli barang berharga.
"Apa itu benar Carri?
"Ya itu benar kakek, aku tidak tahu harus memberikan apa untuk kakek jadi aku meminta suamiku membantuku menyiapkannya"
Carri berbicara dengan senyum yang indah hinga membuat orang yang melihatnya menjadi lebih mengenjeknya, tentu saja ia tidak akan tahu bahwa barang itu sangat murahan hingga ia dapat tersenyum bahagia.
__ADS_1
Carri adalah mantan pemulung hingga ia tidak akan tahu mana barang yang bernilai tinggi dan mana barang yang bernilai rendah.
Pikiran semua orang berisi tentang cemohan pada Carri, mereka menatap ke arah Carri dengan jijik namun mereka tersentak dengan tawa Kakek Bambang.