
Setelah Regan kembali kekamarnya, ia hendak menelpon Kakak iparnya ketika pelayan khusus untuk kakeknya datang memaggilnya.
Ketika tiba di kamar kakeknya ia melihat kakeknya sedang duduk di balkon.
"Kakek"
"Duduklah"
Regan tidak mengerti ada apa kakekknya memanggilnya tapi ia hanya duduk lalu menatap kakeknya yang masih larut dalam pikirannya.
"Telpon Kakak Iparmu sekarang"
Ia tidak membuang waktu dan langsung melakukan panggilan pada Kakak Iparnya. Ia merasa heran bahwa kakeknya memanggil dia hanya untuk menelpon kakaknya, padahal kakeknya bisa melakukannya sendiri.
"Nyalakan pengeras suara"
Seketika Regan menjadi gugup, namun ia tetap mematuhi kakeknya dan meletakkan HP di atas meja.
Ia sedikit takut bahwa mungkin saja kakaknya akan membicarakan tentang hubungannya bersama Indah. Tapi semuanya sudah terlambat karena panggilan itu sudah terhubung.
"Halo"
"Halo Kakak Ipar, Bagaimana keadaan Kakakku?
"Ia sudah lebih baik, bahkan ia telah makan dia ada disampingku sekarang"
Kakek menatap Regan dan memberi kode padanya, Regan semakin gugup namun tetap mengikuti kode dari kakeknya.
"Bolehka aku bicara dengannya?
"Aku disini"
__ADS_1
"Bagaiman perasaanmu Kak?
"Aku merasa baikan, Kakakmu menjagaku dengan baik"
"Bagusla, kau harus banyak makan dan istirahat"
"Ya aku tahu, kau juga harus berhati-hati, dan harus memperhatikan kakek dengan baik, kau mengerti!
Seketika Regan menjadi keringat dingin ia sangat mengerti dengan apa yang dikatakan kakaknya, tapi ia tidak tahu apa yang dipikirkan kakeknya, Kakeknya hanya diam dan menandang ke arah luar.
"Ya aku mengerti Kak"
"Jika terjadi sesuatu kau harus segera menghubungi kami, bahkan jika kami tidak dapat kesitu masih ada cara lain"
"Baik kak"
"Jangan lupa juga memberi tahu Kakek kalau aku baik saja, katakan padanya untuk tidak hawatir"
"Kami akan menutup telponnya kau harus berhati-hati"
"Iya Kak"
Carri segera mengakhiri panggilan itu lalau menghela nafas dengan lega.
Sedangkan Regan sudah panik tidak tau apa yang akan ia katakan pada kakeknya, karena selama ini kakeknya tidak pernah percaya padanya, bahkan bibinya selalu tau apa yang harus ia lakukan untuk menjatuhkannya.
Ia juga selalu mendapat ancaman dari Bibinya bahwa mereka akan melukai kakek jika sampai Regan mengadu.
Ia menunggu reaksi kakeknya dengan gugup dan bahkan ia tidak berani membuat sedikit pun suara.
Dalam hati ia berharap bahwa Bibinya akan di usir dari rumah tua, namun ia juga takut karena kakeknya mungkin telah mengetahuinya, maka hal ini bisa mempengaruhi kesehatan kakeknya.
__ADS_1
Setelah menunggu lama, kakeknya segera menyuruhnya untuk memanggil Pelayan Tan.
Setelah menyuruh Pelayan Tan untuk menemui kakeknya, ia kemudian kembali ke kamarnya.
Keesokan paginya suasana gaduh terjadi di rumah tua.
Kakek sedang duduk di pondok belakang rumah ketika Doni dan istrinya, serta anak tirinya datang menemuinya.
"Ayah, apa yang kamu lakukan? Kenapa mengusir istriku dan anakku?
Nilan duduk di lantai menangis dengan sedihnya dan anaknya berjongkok di belakangnya dengan kepala tertunduk.
"Kalau kau tidak terima kau bisa ikut bersama mereka"
"Tapi kenapa Ayah? apa karena kejadian semalam, itu bahkan tidak disengaja, mana mungkin istriku mau melukai ponakannya sendiri, apa untungnya baginya?
Bambang merasa kesal mendengar anaknya, jelas-jelas ia mngetahui keganjilan apa yang terjadi namun ia malah membela perempuan ular itu.
Ia kemudian memberi kode pada Pelayan Tan, Lalu ia pergi meningalkan mereka.
Setelah itu para pelayan menyeret ibu dan anak itu keluar dari rumah tua.
Regan berada di balkon depan lantai dua memandangi mereka yang terlihat menyedihkan dengan tangisannya.
Doni bahkan tidak bisa berbuat apa pun ia tidak mungkin melepaskan kehormatannya hanya demi perempuan, bahkan perempuan itu tidak bisa memberinya keturunan.
Meski ia mencintainya namun tetap saja keturunan ia perlukan untuk mendapatkan warisan dari Ayahnya.
Dengan tidak adanya keturunan, ia hanya akan mendapat sedikit warisan. Ia memikirkan itu dengan sadar lalu berbalik kedalam rumah tanpa menoleh lagi.
Regan tersenyum puas dan memberitahukan kabar itu pada Kakaknya lalu ia kembali kekamarnya dengan perasaan lega.
__ADS_1
Sekarang yang harus ia lakukan adalah menghibur kakeknya agar kesehatannya tetap terjaga.