Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 12


__ADS_3

Keesokan paginya adalah hari senin. Geri berangkat kerja seperti biasa namun kali ini ditemani gadisnya.


Ia tidak mau bila nanti kejadian yang lalu kembali terulang.


Dengan memakai setelan kantornya yang elegan ia mengandeng gadisnya keluar apartemen. Carri menggunakan gaun warna putih yang semakin menampakkan keindahan gadis itu. Sedikit renda pada ujung gaunnya memberi kesan manis pada penampilannya.


Kalung peninggalan orang tuanya ia pakai, sepertinya ia tak akan melepaskannya lagi dan akan terus memakainya karena takut bila nanti benda berharganya itu akan hilang lagi.


Carri tidak membawa apa pun, hanya dirinya saja, ini karena ia belum memiliki apa pun di rumah itu selain baju yang telah di siapkan Geri untuknya.


Sesampainya di kantor Geri memegang tangan Carri dan berjalan menuju lift.


Seperti biasa ia tersenyum kepada semua pegawai uang ia temui. Meski tidak membalas sapa karyawannya, namun senyum yang ia lontarkan saja sudah cukup membuat mereka semua kegirangan.


Semuanya bersyukur memiliki bos yang sebaik itu, meski kadang-kadang ketika ada kesalahan emosi adalah hal yang tak bisa di kendalikan Geri.


Semua karyawan pagi itu keheranan melihat seorang gadis yang mengekor di belakangnya. Meski pun tangan mereka berpegangan namun Carri tetap selangkah lebih jauh di belakang Geri.


Di dalam lift Geri merangkul bahu Carri dan memandang kedepan menunggu mereka sampai di lantai paling atas.


Tingggg

__ADS_1


Mereka telah sampai dilantai paling atas dan Geri menuntun Carri keluar dari lift menuju ke ruangannya.


Carri duduk di sofa pada ruangan Geri lalu menikmati serial TV. Sedangkan Geri duduk di kursi kebesarannya bergelut dengan pekerjaannnya.


Sekali-kali Geri memandang istrinya yang kini perhatiannya terpusat ke layar TV. Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Beberapa lama kemudian Vina masuk ke ruangan dan membawa beberapa laporan, namun ia terkejut melihat seorang gadis duduk di sofa.


Ia memandang Carri dengan tatapan tak suka. Siapa gadis ini? mengapa dengan santainya ia duduk disini?


Vina langsung menghilangkan tatapan tak sukanya lalu memandang ke Geri dengan senyum lalu berjalan menyerahkan laporan ke meja Geri.


Vina merasa agak kesal namun tetap berjalan keluar dari ruangan itu.


Waktu terus berlalu dengan kegiatan kedua pasangan itu di ruang kerja Geri dan akhirnya tiba jam makan siang.


Nando masuk ke rungan membawa makanan untuk mereka berdua. Lalu meletakkannya di meja sofa dengan sopan sambil melirik ke Carri yang sedang memperhatikan langkahnya.


Carri tersenyum berterima kasih kepada Nando mebuat Nando tampak terpesona olehnya, namun Geri sengaja berbatuk kecil memperingati Nando.


Nando tersadar karena mendengar suara Geri dan langsung menyadari tatapan sinis Geri sehingga ia tak bisa lagi berlama-lama mengganggu kedua sejoli itu dan berlalu meninggalkan rungan CEOnya.

__ADS_1


Vina yang melihat nando keluar dari ruangan Geri langsung bergegas menghampiri Nando.


"Siapa gadis yang ada bersama Pak Geri didalam"


"Entahla" Nando menjawab dengan dingin dan langsung meninggalkan Vina.


Merasa kecewa dengan jawaban Nando Vina bergegas kembali ke mejanya dan berpikir sendiri. Sialan! Mengapa ia selalu ketus begitu!


Vina adalah sekertaris umum Geri yang sudah menjabat selama 2 tahun, ia adalah gadis pintar dengan segudang penghargaan.


Setelah bergabung dengan perusahaan Geri ia sudah mulai mengagumi CEO nya karena menurutnya seorang pemuda mapan di usia muda adalah yang terbaik menjadi pasangannya.


Oleh karena itu Vina melakukan kerja keras untuk sampai pada posisinya saat ini.


Ia berfikir bahwa dengan menjadi sekertaris Geri ia dapat menarik perhatiannya dan bisa memiliki CEO sebagai pasangannya.


Namun kenyataan berkata lain karena Geri adalah anak yang anti pada wanita sehingga Vina hanya bisa memendam perasaannya, namun juga tak merelakan seorang wanita mana pun untuk mendekati Geri.


Itulah sebabnya ketika melihat Carri di ruangan Geri ia menjadi marah dan cemburu. Karena selama ini tidak pernah ada wanita yang berada di dekat CEO selain dirinya.


Apa lagi melihat seorang wanita berani berlama-lama dengan Geri di ruangan, bahkan makan bersama adalah pukulan keras baginya dan kemarahan yang ada padanya semakin bertambah..

__ADS_1


__ADS_2