Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 77


__ADS_3

Setelah pertemuan itu Mia menjadi lebih waspada akan kehadiran tiba-tiba nenek tua itu, setiap kali ia pergi kerja paruh waktu ia kan mengunakan atribut yang menghalangi orang untuk mengenalinya.


Ia juga menyukai nenek itu tapi ia harus menjaga omongan orang terhadapnya, bagaimana jika mereka berpikir bahwa ia sengaja mencari perhatian supaya ia lancar dalam bekerja atau pun jika orang-orang berpikir bahwa ia telah memerasnya.


Hari-harinya berjalan lancar sampai 3 minggu kemudian ia di bawah oleh seseorang yang tidak di kenal.


Ia sedang berada di atas bus untuk berangkat kerja paruh waktu ketika semua yang di bus itu adalah laki-laki. Ia merasa baik baik saja ketika bus baru berjalan, namun ketika bus itu sudah menuju ke arah yang salah ia menjadi panik.


Semua orang tetap tenang kecuali dirinya. Ia menjadi gelisah sepanjang waktu sampai ia memberanikan diri bertanya.


"Pak kemana bus ini pergi?


"Oh Nona aku kehabisan bensin dan harus mengisinya lebih dulu, maaf kan aku nona"


Segera Mia menjadi tenang kembali karena ia memang berangkat lebih awal hingga ia tidak perlu hawatir akan terlambat.


Segera ia kembali bersandar dan memejamkan matanya sesaat sampai ia akhirnya tertidur.


Ia bangun 1 jam kemudian mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang besar.


Ia segera tersentak bangun dan berlari menuju lintu, pintu itu tidak terkunci hingga ia berlari keluar menuruni tangga.


Di pada anak tangga terakhir ia melihat beberapa orang sedang bercakap-cakap, disana ada Nenek yang pernah ia tolong. Dengan nafas tidak beraturan ia kemudian menatap Nenek itu.


"Kemarilah Nak"

__ADS_1


Mia melihatnya dengan bingung sambil mengatur nafasnya, bukan saja nafasnya jantungnya bedetak kencang.


Ia melihat sekeliling dan dimana-mana ada penjaga yang berdiri dengan tegap dalam keadaan siap.


Ia tidak punya pilihan selain berjalan ke arah Nenek.


Ia duduk disamping nenek dengan perasaan campur aduk.


Nenek memperkenalkan setiap orang yang ada disana, adalah cucu perempuannya bernama Keti, anak laki-lakinya Anton dna menantu perempuannya Merisa.


"Selamat datang di keluarga baru Nak"


Merisa tersenyum lembut seperti senyum seorang ibu pada anaknya.


Mia merasa hangat dengan senyum itu karena terlihat seperti senyum ibunya, tapi sesaat kesadarnnya kembali dan ia menganga mendengar apa yang dikatakan oleh Merisa.


"Sayang, mulai sekarang kamu akan menjadi bagian dari keluarga ini"


Carri semakin terkejut tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Nenek.


Segera pelayan datang menghampiri mereka "Makan malam sudah siap"


"Baiklah, ayo kita makan malam"


Mia hanya mngikuti semua orang untuk duduk dan makan malam bersama.

__ADS_1


Setelah makan malam Mia ingin pulang tapi tidak di beri ijin oleh Nenek hingga ia kembali ke kamarnya dan tidur.


Selama beberapa hari ia terkurung di rumah itu dan menjalani hari-harinya penuh dengan sengasara.


Ia selalu merasa kesal dengan apa yang terjadi ia merasa terkurung di tempat itu dan mungkin akan terkurung selamanya.


Ia menjalani kuliah online dan juga sesekali menemani Nenek untuk berbincang, tapi lebih banyak ia didalam kamar meratapi keadaannya.


Ia tidak pernah menangis di depan orang dan terbiasa menangis hanya ketika ia berada dibawah pancuran shower.


Ia tidak berani menangis lama-lama karena ia takut matanya akan bengkak dan membuat hawatir semua orang dirumah itu.


Hari itu akhirnya ia bisa keluar dan menghirup udara segar, ia pergi bersama Merisa ke salon kecantikan dna melakukan perawatan. Ia berencana untuk kabur tapi ia selalu terhalang oleh penjaga yang disediakan untuk mereka.


Setelah pulang ia hanya tidur sampai pagi dan kemudian melakukan aktifitas rutinnya.


Ia menghubungi Carri dan mengatakan apa yang harus saja dilakukannya. Ini adalah pelampiasan kebosanannya setiap saat.


Untunglah Carri selalu menyempatkan waktu untuk menghiburnya jadi ia merasa sedikit tenang.


Carri juga menceritakan setiap aktifitasnya padanya hingga mereka bertukar pendapat dan saling menguatkan.


Setelah menutup telfon ia hendak menemui Nenek ketika Keti malah masuk dan mengajaknya pergi ke sebuah hotel.


Ia merasa heran namun ia tetap pergi karena ia berharap akan ada celah baginya untuk melarikan diri.

__ADS_1


Begitu tiba di hotel mereka sudah di tunggu oleh beberapa orang yang segera mendandani mereka.


__ADS_2