
"Jangan menanyakan itu pada adikku, mungkin ia tidak akan mengabulkan permintaan kalian"
Carri sangat mengerti kemana alur pembicaraan ini, tapi ia tetap tenang dan mengikuti alurnya.
"Apa maksudnya dengan itu?
"Ya kenapa kau berbicara seprti itu Nak, tidak baik untuk seoang kakak menyumpahi adiknya sendiri"
"Apa yang terjadi Carri?
Karena Megan sudah pergi ke k
Ia sendirian dalam pertarungan itu dan Sari semakin tersenyum melihat adiknya akan dipermalukan, bagi keluarga mereka adalah sebuah aib jika sepasang suami istri tidak bisa memiliki keturunan.
Biasanya mereka akan dituntut untuk bercerai untuk menghindari nasib sial bagi keluarga besar, atau mereka memilih untuk meningalkan keluarga besarnya.
Carri tidak mengetahui hal demikian tapi Sari sudah merencanakannya sejak hasil tes itu keluar.
"Dik, kau harus berkata jujur karena pada akhirnya mereka akan mengetahuinya juga kan?
"Carri katakan pada kami"
Semua orang merasa penasaran dan tidak sabar untuk mendengar jawabannya karena Carri tetap diam dan tidak mengatakan apa pun.
Mereka semua memusatkan pikiran dan pandangannya pada Carri, hingga Sari tersenyum bahagia, rencananya akan berjalan sempurna kali ini.
"Kak, Kakek memanggilmu"
Regan tiba-tiba muncul dan bergegas mendesak Carri untuk ikut bersamanya. Semua orang menjadi gusar dengan Regan yang entah muncul dari mana.
"Cepatlah Kak"
Melihat Carri masih saja bingung membuat Regan menarik paksa Carri dan berlalu dibalik tembok.
__ADS_1
"Huh, aku sangat penasaran"
"Sari sebenarnya ada apa ini? Ceritakan pada kami"
Semua orang memandang Sari dengan tatapan penasaran, beberapa juga cemas karena merasakan ada sesuatu yang buruk.
"Emmh aku juga tidak tahu, kalian bisa menanyakannya pada Carri ketika ia kembali"
Sari tidak akan pernah mengatakannya, bahkan jika mereka semua memaksa ia masih tidak akan membuka mulutnya. Bagaiman jika Kakeknya mengetahui bahawa ia yang membeberkan masalah itu, kakek pasti akan murka padanya.
"Apa yang kau sembunyikan, katakanlah pada kami"
"Maaf bibi aku juga tidak terllau paham, hanya aku takut kalau aku salah bicara, bagaimana kalau kita tunggu saja Carri, ia pasti akan segera tiba"
Semua ornag merasa kesal dan kemudian larut dalam pikirannya. Mereka tahu bahwa bagaimana pun mereka memaksa Sari mereka tetap tidak akan mendapat jawaban.
Regan berhenti di samping rumah dan menyuruh kakaknya untuk duduk.
"Mana Kakek?
"Apa maksudmu?
"Kakak kau sangat polos"
"Bukan, hanya saja aku bingung mengapa jika aku mengatakan yang sebenarnya pada mereka"
"Tidak sesederhana itu, bahkan ini sangat rumit"
"Apa maksudmu?
"Kak dengarkan aku, kau harus menjauhi Sari dari sekarnag, ia sanagat keterlaluan"
Carri merasa frustasi dengan Regan yang berbelit-belit hingga ia akhirnya diam dan hanya duduk dengan tenang.
__ADS_1
Setelah lama menunggu Sari sudah kesl karena Carri belum muncul juga, ini bisa membatalkan rencananya. Ia berpamit ke kamar kecil ketika dia ingin mencari Carri.
Setelah berputar beberapa saat akhirnya ia semakin geram karena Carri tidak bersama kakek dan ia juga tidak menemukannya dimana pun.
Kenyatannnya Carri sedang ada di kamar Regan. Regan membawanya kesana karena ia takut Sari akan melakukan siasat lain lagi.
Sementara mereka disana Regan menjelaskan semua aturan keluarga pada Carri. Carri begitu kaget hingga ia mengerti maksud Sari ketika mereka bersama banyak orang.
Setelah lama berbincang akhirnya seorang pelayan datang memanggil mereka.
Semua orang sudah berkumpul di ruangan utama dan kakek duduk menghadap meja dengan kue dilengkapi lilin dihadapannya.
Carri menghampiri Geri dan berdiri di sebelahnya, Geri segera merangkul pundak istrinya dan terseyum melihat ke arah kakek yang sudah siap untuk meniup lilin.
Setelah acara tiup lilin kakek menyuapi satu persatu anaknya kemudian terakhir adalah cucunya.
Setelah itu semua orang memberi ucapan selamat pada kakek.
Satiap orang memberikan bungkusan hadiah kepada kakek. Pelayan dengan siap menyimpan hadiahnya dan membiarkan semua koang kembali duduk.
Sari dengan pelan berjalan menghadap kakeknya dan menyerahkan sebuah bungkusan kecil yang dihiasi pita warna merah.
Bungkusan sederhana itu sanagat menarik perhatian karena bentuknya yang kecil dan imut membuat mereka penasaran dengan isinya.
"Selmaat ulang tahun kakek"
"Terima kasih Nak"
"Panjang umur dan berkat melimpah atas kakek, aku akan selalu menyayangi kakek"
Kakek mengangguk dan tersenyum dengan hangat kemudian membuka hadiah dari cucunya, itu adalah sebuah gelang dengan batu alam yang langkah dan amsing-masing batu memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan pemakainya.
Dari melihatnya saja sudah bisa memperkirakan bahwa harga gelang itu tidak akan murah, semua orang tercengang dengan pemberian Sari.
__ADS_1
Sari memiliki bisnis restoran yang cukup terkenal di kota hingga semua orang sudah tahu bahwa membeli gelang seperti itu cukup muda untuk Sari.