Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 117


__ADS_3

Mia merasa jijik pada wanita di depannya tapi tentu saja ia harus memaafkannya, lagi pula itu sudah menjadi masa lalu yang tidak bisa diulang lagi. "Tidak perlu sungkan aku sudah melupakannya"


Di depan semua orang di kelas itu mereka menyaksikan bagaimana ekspresi bahagia Nari ketika ia mendengar Mia berbicara.


"Terima kasih, kita boleh berteman ya kan?


Keti sudah naik darah dengan rubah licik di depannya jadi ia tidak bisa menahannya selain berkata dengan keras menjadi juru bicara Mia "Tentu kau boleh bersama kami tapi statusmu adalah kacung"


Semua orang merasa kaget dengan ucapan Keti, bagaiman bisa ia berkata seperti itu pada gadis polos yang lugu di depan mereka. Terutama para pria yang mendengarnya sunggu mereka merasa murka mendengar penghinaan pada gadis lembut mereka.


Tetapi sebelum mereka bisa menyuarakan protesnya Keti sudah menarik Mia untuk keluar dari ruangan itu. Lagi pula semua orang tahu bahwa Mia dan Keti adalah dua orang gadis yang galak dan susah untuk mendaptakan hatinya. Meski mereka berdua cantik tapi siapa yang mau dijadikan kacung?


"Ei, menurutmu kenapa Nari berubah sikap seperti itu, lalu kenapa dia terlihat mendekat ke kita? Mia menikmati cemilannya di depan TV sambil memandang ke arah Keti yang sedari tadi asik bermain dengan laptopnya.


"Lihat ini" Keti memperlihatkan layar laptopnya pada Mia dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Lho milik siapa ini? Mia begitu heran disana terdapat banyak penulusuran untuk akunnya dan Keti serta beberapa pencarian mengenai Andra, tentu saja kutub utara tidak dapat ditemukan, dia orang dingin dengan EQ rendah yang tak akan memiliki waktu membuat akun sosmed layaknya manusia normal.


"Ini,," Bunyi bel memotong pembicaraannya "Kepotong lagi kan, kapan aku bisa memberitahumu tanpa ada gangguan? Keti merasa kesal melihat Mia pergi menjauh.


"Aku buka pintu dulu" mia membuka pintu dengan cepat dan mempersilahkan Deon masuk ke rumahnya. "Cepatlah"


"Oh hei si kacung, kami lapar dan butuh makanan"


"Baik nona" Deon segera berlalu ke dapur dengan semua beban ditangannya adalah belanjaan Mia untuk mengisi dapurnya.


"Dia sangat pandai menggunakan komputer, meski ia tidaj akan pernah tahu kalau kau adiknya si kutub utara tapi ia tetap menyelidiki hampir ke akarnya, aku sungguh terkesan"


"Hei tentu saja itu bukan dia, itu adalah asistennya" Keti merasa kesal karena ia bahkan tidak mendapat pujian setelah bersusah payah menyelidiki semua tapi mala si rubah betina yang mendapat pujian dari Mia.


Mia terkesiap mendengar Keti dan langsung menangkap arah pembicaraannya, "Dasar gadis konyol tentu saja kau jauh lebih pintar, bahkan berkali-kali lipat lebih pintar"

__ADS_1


Keti tersenyum bahagia tentu saja ia menyukai pujian. "Terima kasih Ai"


...


Mia meraih formulir dari Keti dan membaca sekilas formulir itu. "Kapan ini?


"Sebulan lagi, ini bagus buat ngisi waktu luang kita" Keti memberi pena pada Mia "Isi cepet"


Mereka mengembalikan formulir itu dan berlalu meninggalkan tempat pendafatarannya dan tak sengaja bertemu Nari.


Mia menghindari Nari tapi dengan cepat Nari bergerak sengaja menumpahkan kopinya pada gaun Mia. Kopi panas itu langsung menyerap kedalam gaun menyentuh kulitnya menimbulkan rasa terbakar di kulit mulus itu.


"Kau!!!! Keti melotot ke arah Nari dan tangannya secara refleks bergerak di udara menimbulkan suara keras ketika mendarat di pipi Nari.


Dengan akting sempurnanya Nari terjatuh ke lantai sambil menyentuh pipinya yang bengkak karena tamparan Keti. Ia pura-pura menangis meminta pertolongan pada orang disekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2