Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 174


__ADS_3

Di ruangan VVIP Rumah Sakit Ibu Kota Chito mendengus kesal ketika asistennya menghubungi menerjernya tetapi tidak di beri respon.


Ia berusaha keras menyusun rencana terbaik demi menyingkirkan Ken dari pemeran utama. Ia bahkan mengorbankan tubuh berharganya demi kemulusan rencananya. Tapi yang ada usahnya sia-sia.


Ia bukan hanya di keluarkan dari film tapi juga di black list dari semua film milik Tuan Henry.


"Apa yang kau lakukan dengan terus berada di sini? Pergi cari laporan kesehatanku dan sebarkan itu di medsos!" Chito berteriak penuh kekesalan. Rasa sakit di perutnya sudah ia tahan selama 2 hari dan mereka belum melakukan apa pun untuk mencapai rencananya.


Ia terkurung di rumah sakit tanpa bisa berhubungan dengan dunia luar. Sementara asistennya yang bodoh terus berada di kamar yang sama degannya tanpa berusaha sama sekali.


"Aku tidak bisa melakukannya, semuanya di kontrol oleh perusahaan. Kita bisa berada dalam masalah besar jika berbuat sesuka hati." Pria kecil berambut pirang itu berkata penuh nada gelisah.

__ADS_1


Ia tidak terlalu takut kalau karir mereka akan segera berakhir, tapi yang paling menakutkan ialah Ken. Jelas Ken bukanlah orang yang biasa saja sehingga membuat mereka yang menjebaknya tidak bisa berkutik seperti ini.


Pembersihan yang dilihatnya kali ini adalah yang paling sempurna. Bahkan mereka tertekan oleh perusahaan mereka sendiri. Ini menunjukkan bahwa Ken adalah orang yang sanggup melemahkan perusahaan besar yang menaungi mereka.


Lebih parahnya ia terlibat dalam rencana Chito untuk menjatuhkan Ken. Ia tidka bisa berpikir untuk melalui hal yang lebih buruk lagi. Untuk selamat dari bencana ini saja mereka sudah bisa dikatakan selamat dari kematian.


Bagaimana bisa mereka memperpanjang masalah untuk membuat mala petaka besar bagi diri mereka sendiri.


Seorang pengacara ternama William G muncul dengan tatapan meneliti mereka berdua sebelum tanpa permisi langsung duduk di sofa.


Chito merasa kebingungan. Ini adalah pertama kalinya ia melihat pengacara legenda itu. Pengacara yang terkenal hanya melayani beberapa orang berkuasa di kota G. Bahkan jika kamu memiliki cukup banyak uang, ia masih sulit untuk di pekerjakan.

__ADS_1


Asisten kecil pun tak kalah terkejut. Masanya akan berakhir sebentar lagi. Ia sudah merasa ada sesuatu yang salah ketika mereka berada di ruangan VVIP dan sekarang seorang pengacara legenda datang untuk menuntut mereka.


Ia tidak bisa membayangkan seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Ken. Dengan wajah pucatnya ia hanya berdiri terpaku berharap sebuah bencana besar segera muncul melenyapkannya hingga ia tidak perlu menghadapi kenyataan mengerikan ini.


Tanpa membuang waktu William segera mengeluarkan beberapa dokumen dan tanpa kata memberikannya pada kedua orang itu.


Sebuah surat perjanjian tutup mulut dan perjanjian untuk tidak mendapatkan pekerjaan yang sama dengan Ken, bahkan perjanjian untuk menghindari segala kemungkinan untuk bertemu dengan Ken.


Untuk meyakinkan mereka pun pengacara itu memutar sebuah video lewat ponselnya yang menunjukkan adegan syuting mereka beberapa hari lalu.


Mereka berdua jelas mengerti apa yang di maksud dan segera tanpa menunda waktu menandatangani surat dan hanya terpaku dalam kepucatannya melihat sang pengacara itu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, tanpa mengeluarkan sedikit pun tenaga untuk berbicara.

__ADS_1


Kejadian itu bagai tamparan keras untuk keduanya. Nasib masih berbaik hati untuk mereka sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk tetap hidup. Bukan hanya itu, mereka masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan karir mereka.


__ADS_2