
Setelah acara itu selesai Carri pulang ke rumah orang tua Carri.
Ini adalah permintaan Kakek hingga mereka tidak bisa menolaknya.
Setelah tiba di rumah Carri dan suaminya langsung pergi kekamar. Begitu Geri menutup pintunya Carri langsung melompat ke pelukan suamiya. Ia melingakarkan kakinya di pinggang Geri dan lengannya di leher, ia mengecup bibir Geri berulang kali dan tanpa terhenti tersenyum.
Geri berjalan ke arah ranjang dan duduk di pinggir ranjang sambil memandang wajah Carri yang berseri meski matanya masih sembab.
"Maafkan aku sayang"
"Kau memang jahat sih"
Geri mengingat kembali bagaiman Carri tertidur di sofa rumah dan tidak makan seharian. ia juga tahu bahwa Carri tidur di kantornya dengan lampu yang mati tapi ia menahan diri untuk menemuinya meski hatinya sangat sakit.
Geri sempat berniat membatalkan kejutan untuk istrinya tapi kemudian mertuanya menahannya hingga ia hanya ada di hotel menunggu dengan cemas.
Tapi akhirnya ia bisa menikmati wajah indah istrinya lagi. Ia dengan segera ******* bibir mugil istrinya dan kemudian memperdalam ciumannya dan memulai pemanasan mereka ke malam erotisnya.
Keesokan paginya semua orang sudah berada di meja makan dan makan bersama.
Setelah sarapan Carri pamit untuk pulang ke rumah.
"Menginap la lagi nanti malam"
"Maafkan kami Kek, aku harus lembur untuk beberapa pekerjaan yang tertunda"
__ADS_1
"Kalau kalian terus bekerja kapan kalian akan memberi aku seorang cicit?
Carri dan Geri tercengang dengan perkataan kakek sehingga mereka bahkan tidak tahu harus berbicara apa.
"Ayah, jangan memaksa mereka, mereka masih muda dan perlu mengejar karirnya dulu"
"Mereka masih muda dan aku semakin tua, Tidak usah memikirkan karir cukup pikirkan untuk membuat cicit untukku!.
Karena mereka tidak memiliki alasan lagi untuk mengelak maka mereka hanya mengiyakan permohonan kakek.
Setelah selesai berbicara akhirnya mereka bisa lolos juga dan naik ke mobil untuk meninggalkan rumah itu.
Geri langsung pergi kekantornya sedangkan Carri masih kembali ke apartemen untuk mengambil beberapa keperluannya.
Pada sore harinya Carri pergi ke perusahaannya dan memeriksa beberapa laporan perkembangan perusahaan mereka.
Mereka memperkecil penelusuran mereka dan mengamati perkembang usaha dan kepribadian masing-masinh kandidat sebelum memutuskan akan mempercayai siapa.
Setelah selsai Carti segera pulang dan mendapati makan malam telha siap, suaminya juga sudah menunggunya di sofa.
Carri segera membersihman diri dan mereka makan malam bersama.
Mereka tidka lagi mengunjungi ruang kerja pada malam itu hanya mereka duduk di atas ranjang dengan Carri bersandar pada dada suaminya.
" Sayang, apa yanga akan kita lakukan untuk menghadapi kakek?
__ADS_1
"Tidka perlu cemas aku akan memikirkan solusinya"
"Sebearnya aku bingung, kita dikatakan sehat oleh dokter tapi kenapa kita belum memiliki seorang anak?
"Jangan terllau cemas kita akan memilikinya nanti jika Tuhan sudah berkehendak"
"Amin"
"Oh, apakah kita perlu melakukan pemeriksaan lagi?
"Kalau kamu mau kita bisa melakukannya di akhir pekan"
Dia akhir pekan mereka pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan ke-2, hasilnya tetap saja sama, dan dokter mengatakan bahwa mereka perlu melakukan program bayi tabung, atau melakukan adopsi adalah pilihan yang paling mudah.
Carri kembali dengan wajah ditekuk dan ia menatap suaminya dengan sedih.
"Sayang jangan terlalu hawatir kita masih bisa menundanya beberapa saat"
" Aku percaya padamu"
Pada hari minggu Carri mengajak bertemu dnegan Mia, ia ingin berbagi cerita dengan sahabatnya.
Geri tidak bisa ikut karena ia juga akan bertemu dengan Andra.
Ketika Carri tiba di alamat yang diberika Mia ia kaget melihat sebuaj rumah yang kecil dan indah, meski sangat sempit namun di setiap dinding pagarnya tergantung bunga-bunga dan beberapa tanaman sayuran.
__ADS_1
Mia menyambutnya dengan antusias dan mengajaknya masuk ke rumahnya.
"Ini adalah rumah baruku, kami tinggal disini beberapa tahun lalu."