Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 236


__ADS_3

Mia sedanh memriksa beberapa dokumen ketika Asisten Min mengetuk pintu dan masuk ke ruangannya.


"Nyonya, ada hal yang memerlukan bantuan anda" Asisten Min menyerahkan selembar surat kecil berisi sederet angka pada wnaita itu. "Ini adalah sebuah kode yang dikirim seseorang, tapi terlalu sulit memecahkannya"


Mia meraih kertas putih itu dan memperhatikan sederet angka yang tercantum disana. "Angka apa ini?"


"Angka itu merupakan angka dengan penomoran huruf abjad. Dua angka dari depan merupakan penomoran untuk satu huruf yang diambil dari pengurutan depan mau pun belakang. Dari huruf yang dibentuk memberikan kata myopia yang merupakan kata Yunani. Dalam bahasa kita diterjemahkan dalam kata dekat. Tapi bukan berarti bahwa kata itu hanya berarti dekat, dalam dunia kedokteran dapat diistilahkan untuk rabun jauh. Sejuh ini, kode itu dikirim seseorang sebagai petunjuk untuk sebuah kasus besar yang tangani seorang teman dekat. Saya pikir akan mendapat beberapa petunjuk jika menanyakannya pada Nyonya" Dengan kata lain Asisten Min hanya ingin mengetahui pendapat wanita itu untuk membantu teman dekatnya dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Mia atau pun dirinya.


Mia menganggukkan kepalanya mengerti kalau Asisten Min hanya memiliki niat baik untuk membantu seseorang. "Kau bilang angka menurut abjad dari depan mau pun belakang?"


"Ya, meski pun angkanya di baca terbalik sesuai dengan bilangannya maka itu tetap akan menunjuk kata yang sama" Jawab Asisten Min.

__ADS_1


"Ini kode yang sulit, jumlah angkanya adalah 21, tidak ada kode yang cocok dengan angka itu. Aku awalnya berpikir itu berhubungan dengan sebuah akun rekening atau hal lainnya" Mia menatap angka pada kertas itu beberapa lama. "Aku akan memikirkannya dan memberitahukanmu kalau aku memecahkannya" Mia meletakkan kertas itu ke dalam sakunya dan menatap Asiaten Min mencari tahu reaksi pria itu. Seperti biasa, reaksinya hanya wajah datar saja.


"Baiklah, saya permisi kalau begitu" Dengan begitu Asisten Min mundur dan keluar dari ruangan Mia.


Sesampainya di ruangnnya kembali, Arron masih duduk di sofa sambil memejamkan matanya. Terlihat helas ada beban berat yang sedang di tanggung pria itu.


Masih ada informasi baru yang belum disampaikannya pada Arron. Tapi kemudian Asisten Min berpikir sejenak sebelum memutuskan memberitahukannya pada pria itu. Jelas ini akan menambah beban pikiran pria muda itu.


Geng hitam bawah tanah!


Arron memikirkan nama itu. Jelas mereka adalah orang-orang yang menakutkan di dunia hitam. Di kota G mereka jelas bukanlah apa-apa, tapi di luar negeri? Jelas mereka adalah sang penguasa.

__ADS_1


Dengan begitu maka sudah dipastikan Tuannya benar-benar telah menjadi santapan ikan buas di tengah lautan yang luas. Siapa yang bisa menemukannya?


Arron merasa rohnya berpisah dengan tubuhnya ketika membayangkan para anggota dari geng hitam bawah tanah menikmati pemandangan Andra sedang dicabik-cabik ikan buas ditengah lautan yang dingin.


"Mungkin ada baiknya kita menyelesaikan masalah ini saja, lagi pula akan membuat lebih banyak orang yang tersakiti jika kita terus mengungkitnya" Asisten Min mengutarakan pendapatnya yang mengikuti logikanya.


Arron tidak bisa mengatkan apa pun, lagi pula yang dikatakan Asisten Min memang masuk akal. Ia tidak bisa melihat Nyonya, atau pun Keti menjadi target berikutnya hanya karena mereka berbuat gegabah.


Lagi pula ia lebih menuruti logika dari pada hatinya. Ini pun demi menyelamatkan orang-orang terdekatnya.


...

__ADS_1


__ADS_2