
Ini adalah akhir pekan dan Carri sedang bermanjaan di pangkuan Geri yang sedang menatap layar TV.
Ia memeluk erat leher suaminya dan tidak berhenti mencium bibir Geri. Bahkan ia sengaja menghalangi tatapan Geri agar prianya itu memperhatikan dirinya.
Melakukan hal itu beberapa kali namun sebentar saja Geri kembali menatap ke layar TV.
Merasa kesal akhirnya Carri turun dari pangkuan Geri dan masuk ke kamar membanting pintu membungkus diri dengan selimut bagai dadar gulung.
Geri yang melihat tingkah istrinya itu tersenyum geli menyusul Carri ke kamar.
Geri membuka pintu dengan pelan agar Carri tidak menyadarinya namun begitu mendekat ia tidak menemukan Carri hanya selimut saja.
Setelah memperhatikan beberapa saat Geri menjadi kaget melihat bagaimana Carri membungkus dirinya, lalu ia menjadi panik memikirkan bagaimana Carri akan bernafas dalam balutan selimut tebal itu.
Geri bergegas melepas Carri dari selimut dengan susah payah hingga akhirnya berhasil.
Tapi ia semakin terkejut mendapati Carri sementara menangis, ia menjadi bingung namun tetap mendekati istrinya lalu membawanya ke pangkuannya.
Beberapa saat Carri tidak berhenti menangis hingga Geri menjadi semakin bingung. Apakah istrinya akan datang bulan hingga melakukan hal aneh itu?.
__ADS_1
Membetulkan pikirannya akhirnya Geri hanya pasrah lalu membujuk Carri dengan susah payah hingga akhirnya carri tenang namun tetap tidak mau bicara. Bahkan Carri mendorong suaminya dari dalam kamar lalu menutup pintu dengan keras.
Geri yang kebingungan akhirnya mengetok pintu itu berkali-kali namun tidak ada respon sama sekali.
Merasa hawatir Geri menuju ruang kerjanya dan mengecek CCTV di kamarnya, ia melihat Carri sedang tidur lelap di atas kasur.
Lama memandangi layar hingga akhirnya ia tertidur berlalu dalam mimpi.
Sore harinya Geri tersadar dari tidurnya melihatnya ke arah layar Carri sudah tidak ada disana, bahkan disemua ruangan dan sudut rumah tidak ada Carri.
Karena panik akhirnya ia berlari keluar meraih kunci mobil hendak mencari Carri, namun begitu turun ke bawah hendak menuju pintu, pintu itu terbuka dan Carri sednag memegang kantong plastik muncul dari balik pintu.
Dengan seyum lebar Carri mencium bibir suaminya "Aku pergi membeli es krim"
Geri yang tadinya panik menjadi bingung lagi dengan istrinya, akhirnya ia membawa Carri ke sofa dan mereka makan es krim bersama.
Akhir pekan berlalu dengan cepat, mereka hanya di rumah dengan emosi Carri yang berubah-rubah membuat Geri kewalahan menghadapi gadis kecilnya itu.
Pada hari minggu Geri membawa Carri ke rumah orang tuanya di perumahan tinggi.
__ADS_1
Tanpa mengabari orang disana mereka datang dan Mama Carri menjadi begitu ceria dibuatnya.
Ayah Carri sedang tugas diluar negri sedangkan Sari sedang ada di bandara menjemput kekasihnya.
Adik Carri yang masih SMA ada diluar kota bersama pamannya, Ia tinggal disana sejak lama karena disana ia menyukai daerah yang dingin, tidak membuat ia gerah.
Mama Carri membuat teh untuk mereka, sedangkan Carri sedang memandang foto keluarga yang terpajang di ruangan itu.
Hatinya sedih sekaligus senang, sedih karena melewatkan 18 tahun tanpa keluarga, dan senang karena saat ini ia telah kembali ke keluarganya.
Geri memandang istrinya dan melihat ekspresi istrinya yang aneh itu hingga ia tidak tahan mendekati Carri memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepala di bahu Carri.
Carri merasa lebih baik lalu berbalik memeluk suaminya dan mendapatkan aromah lelaki itu sebanyak mungkin.
Geri hanya yersenyum membelai punggung istrinya dan kemudian mengajak Carri kembali duduk disofa.
Mama Carri pun datang membawa teh dan cemilan, Carri membantu menuang teh kedalam gelas dan memberikannya pada Geri.
Mereka berbincang dengan hangat hingga akhirnya Sari datang bersama kekasihnya.
__ADS_1
Ia merangkul erat lengan Ben dan berjalan dengan senyum cerahnya, meski Sari tidak memiliki lesung pipi namun senyumnya juga tak membiarkan siapa pun melewatkannya ketika memandangnya.