Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 212


__ADS_3

Ketika Deon keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya ketika ia mendapati gadis yang tidur di atas ranjang sudah berpindah posisi.


Deon mengerutkan keningnya melihat kaki Keti yang terangkat hingga roknya naik sampai pinggang. Ia bahkan bisa melihat bagian paha mulus yang tidak terjangkau oleh pakaian dalamnya.


Deon menghentikan niatnya mendekat. Ia berbalik meraih ponselnya dan melakukan panggilan telpon untuk serang pembantu wanita.


Ketika ia baru saja menutup telponnya suarah keras mengagetkannya. Ia segera berbalik dan melihat Keti sudah berada di bawah lantai sambil mengerutkan keningnya.


Deon membiarkan saja gadis itu dan berbalik kembali "Datang lebih cepat".


Ia baru saja menutup telponnya ketika Keti sudah menangis dengan keras. Ia dengan panik mendekati gadis itu dan merangkulnya. Ia memejamkan mata ketika menarik rok Keti kembali pada posisi yang semestinya.

__ADS_1


"Sakit!" Keti berteriak keras.


"Bagian mana yang sakit?" Deon meletakkan Keti di atas kasur ketika ia memeriksa bagian tubuh gadis itu terutama pada bagian kepalanya. Mungkin saja ada yang terbentur.


"Kubilang sakit!" Keti berteriak semakin keras sambil mengulurkan tangannya ke arah Deon dan memeluk leher Deon dengan erat.


Seketika jantung Deon berdetak kencang mendapati dirinya ditarik dengan paksa oleh Keti hingga wajahnya menempel pada wajah Keti. Bau alkohol menusuk hidungnya setiap kali Keti menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Wajah Keti mengerut menahan rasa sakit sambil terus bergumam dengan tidak jelas. Air matanya mengalir hingga ketelinganya membuatnya terlihat sangat menyedihkan.


Deon tersadar dari ketegangannya dan bergerak melepaskan pelukan Keti.

__ADS_1


Keti mengerang dengan kasar ketika merasakan benda hangat yang menyenangkan berusaha disingkirkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Dengan cepat ia semakin mengeratkan pelukannya dan mengangkat kakinya melingkar pada pinggang deon bagaikan ular yang melilit mangsanya tanpa memberi belas kasihan.


Karena kelakuan Keti, Deon menjadi lebih tegang dan merasakan tubuhnya seperti membeku bagaikan es yang keras dan tidak bisa meleleh. Ia bisa merasakan tubuh hangat dan lembut Keti yang menempel erat ke tubuhnya. Meski mereka masih memakai pakaian tapi Keti begitu erat memeluk Deon hingga tidak tersisa jarak di antara mereka.


Sial! Pertahannanya akan runtuh!


Deon melihat wajah Keti dengan seksama dan mendapat bahwa gadis itu menjadi lebih rileks setelah melingkarkan kakinya pada pinggangnya. Ia kemudian mengusap air mata Keti yang hampir mengering dan dengan lembut membelai rambut gadis itu. Ia tidak memiliki kontrol tersebut pada dirinya tapi instingnya bergerak sendiri dan memerintahkan tubuhnya melakukan semua gerakan itu.


Itu menyenangkan! Perasaan hangat menjalar di seluruh tubuhnya hingga ke semua bagian terkecil dari tubuhnya. Ia belum pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya sehingga ia dengan cepat menjadi semakin penasaran dengan reaksi dan perasaan yang ia dapatkan.


Keti semakin rileks setelah beberapa saat merasakan Deon tidak lagi berniat meningalkannya. Ia jatuh kembali dalam tidurnya dan tangannya melemas memasuki mode istirahat. Nafasnya perlahan menjadi tenang dan teratur.

__ADS_1


Deon merasakan perubahan Keti, tapi ia masih betah untuk melihat wajah gadis itu. Jantungnya tidak berhenti berdetak bahkan semakin kencang ketika menyadari Keti telah tertidur dan pikirannya menjadi liar. Saat ini ia bisa melakukan apa pun pada Keti dengan bebas.


Apa lagi gadis itu tidak akan menyadari apa pun. Posisi mereka yang terlalu dekat juga memberinya peluang yang lebih besar.


__ADS_2