Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 190


__ADS_3

"Lalu bagiman caranya aku melihtanya baik-baik saja ketika aku mengantarkna bekal untuknya?" Mia tidak mampu menahan rasa ingin tahunya. Meski itu sudah terlambat tapi ia harus bisa menguatkan diri mendengar cerita suaminya.


Itu karena tuan sudah jatuh cinta, oleh karena cerita Arron yang mengubah pikirannya bahkan hatinya yang dingin pun mulai berubah sejak saat itu.


"Saya tidak bisa menceritakan kejadian itu. Saya telah bersumpah untuk menutupnya sampai akhir hisup saya" Asisten Min tidak bisa membongkar penyamaran Arron.


"Kau ini. Aku adalah atasanmu sekarang! Ini adalah perintah!" Mia sudah tidak tahan. Ia harus mengetahui semuanya!


"Maafkan saya Nyonya, Tapi sumpah seorang lelaki sama dengan nyawanya sendiri. Lebih baik ia mati dari pada melangkahi sumpahnya" Asisten Min menjawab dengan datar.


Mia merasa kesal melihat Asisten Min. Ia sama dinginnya dengan Andra, tidak ada ekspresi dan bicaranya satu nada saja. Datar!


Dengan kesal Mia kembali melanjutkan langkahnya. Selama ini ia sudah terlalu banyak berpikir buruk pada Andra.


Seharusnya ia tidak melihat dari sisi perasaannya saja tapi memperhatikan juga kemungkinan apa yang dialami oleh suaminya.


...


"Senang bisa bekerja sama dengan Tuan" Mia mengakhiri pertemuannya dengan Wixel Georiac.

__ADS_1


Wixel tersenyum ramah "Sebenarnya saya ada sebuah pertanyaan, ini sedikit.."


"Tidak perlu sungkan Tuan Wixel, saya akan memenuhi jika masih dalam kapasitas saya" Mia menyelah keraguan Wixel.


"Ah, saya harap ini tidka akan menyinggung anda, tapi bolehka saya tahu apa yang terjadi dengan Tuan Andra?"Wixel bertanya agak ragu.


Mia sedikit tertegun dengan pertanyaan Wixel. "Dia melakukan perjalanan dinas ke luar negeri tapi sesuatu terjadi dan dia tidak bisa kembali"


Wixel terkejut tapi kemudian ia berkata. "Saya sungguh minta maaf, seharusnya saya tidak menyinggung hal itu"


"Tidak masalah Tuan Wixel, saya merasa senang anda perduli dengan suami saya" Kata Mia.


Di perjalanan Mia hanya melihat ke arah luar jendela mobil dan teringat sesuatu. "Apakah kita masih ada waktu sebentar, saya ingin mengunjungi apartemen dimana Andra tinggal"


"Baik Nyonya" Asisten Min segera membawa mobil ke arah apartemen lama Andra.


Mia masuk ke dalam lift bersama Asisten Min.


"Nyonya Mia?" Wixel yang sedang berada dalam lift terkejut melihat Mia masuk.

__ADS_1


"Tuan Wixel, kita berjumpa lagi" Mia menyapa dengan hangat.


Ia sebenarnya merasa malas untuk berbicara tapi ia perlu menghargai orang yang akan menjadi patner bisnisnya.


"Apakah anda juga tinggal disini?" Wixel bertanya dengan lembut.


"Ya, saya akan tinggal disini mulai besok" Mia menjawab singkat.


"Saya tinggal di lantai 27, Sepertinya kita akan sering bertemu" Wixel tersenyum penuh arti.


"Tentu Tuan Wixel" Mia akhirnya hanya diam saja sampai ia tiba di lantai paling atas gedung.


Satu lantai paling atas ialah apartemen milik Andra. Mia memasuki apartemen itu dengan langkah pelan.


"Aku akan tinggal di sini mulai besok" Mia berkata pada Asisten Min yang mengikut di belakang.


"Baik Nyonya" Asisten Min kemudian keluar dari apartemen untuk menunggu di pintu masuk.


Mia terpaku pada sebuah foto di kamar milik Andra. Itu adalah foto pernikahan mereka. Mia tersenyum di balik kepedihannya, sedangkan Andra berdiri dengan wajah datar, tidak ada emosi disana.

__ADS_1


Pada akhirnya Mia memeriksa semua sudut apartemen Andra sebelum meningalkan apartemen itu.


__ADS_2