
Mobil itu sudah setengah jalan ketika Carri merasakan sakit di perutnya sedikit meningkat. Ia menggenggam tangan suaminya dengan erat sambil mengerutkan keningnya. Ia masih bisa menahannya, tapi karena suasana ruangan yang tegang oleh karena sikap posesif suaminya membuatnya sedikit terganggu untuk berkonsentrasi.
Melihat reaksi istrinya yang menahan rasa sakit ia mulai panik "Cepat lakukan sesuatu!" Geri berteriak dengan keras.
"Sayang, bagian mana yang sakit? Apakah sangat mengganggu? Apa yang bisa aku lakukan agar kau merasa baikan?" Geri terlalu panik melihat Carri yang mengerutkan keningnya.
"Diam" Suara lembut Carri terdengar sebagai jawabannya.
Geri melihat ke arah luar ketika ia mendapati mereka tengah melewati jalan yang tidak jauh dari acara konser yang sedikit berisik. Meski acara itu berisik, tapi mereka berada agak jauh sehingga tidak terlalu memgganggu mereka yang ada di mobil.
Geri menggelapkan matanya ketika ia meraih ponsel di sakunya dan membuat sebuah panggilan. "Hentikan konser sialan itu sekarang!"
Ya Tuhan suami posesif ini! Yang ia suruh untuk diam adalah suaminya yang terlalu berisik sepanjang jalan. Mengapa malah mengusik kesenangan orang lain? Keti memejamkan matanya dengan pasrah ketika ia tidak bisa lagi menghadapi suaminya.
__ADS_1
Semua orang dalam mobil keringat dingin melihat bagaimana amarah Geri menjadi menakutkan.
Kaulah yang disuruh diam! Mereka ingin berteriak pada Geri agar orang itu bisa memahami siatuasinya saat itu juga.
Untung saja mereka selalu diam sepanjang waktu sehingga tidak terkena semprotan mematikan dari orang besar yang sementara mereka hadapi.
Geri kembali panik setelah ia menutup telponnya dan Carri malah memjamkan matanya. Ia membaca dengan jelas ketidaksenangan yang dialami istrinya.
Sala satu petugas medis di atas mobil kembali mengecek nadi Carri. Jelas saja masih normal, karena ini memang kontraksi awal ketika hendak melahirkan. Lagi pula Carri berada dalam kondisi yang terlalu sehat untuk ukuran ibu hamil.
Deon mengerutkan keningnya ketika melihat orang itu hanya melakukan pemeriksaan yang tidak penting. "Lakukan sesuatu yang lebih berguna! Apa kalian akan tanggung jawab kalau terjadi sesuatu pada anak dan istriku?"
Sialan!
__ADS_1
Petugas itu merasakan konsentrasinya sudah menghilang dan tangannya bergetar karena rasa gugupnya.
Mereka telah banyak melihat seorang calon ayah yang mengalami serangan panik ketika mereka mendampingi istrinya. Tapi ini terlalu berlebihan! Apa lagi yang bisa mereka lakukan kalau pasiennya bahkan belum mengalami kontraksi yang lebih lanjut.
Di saat seperti ini pasien hanya perlu diawasi dan diberi ketenangan. Tapi suaminya yang mendampinginya malah menyebabkan kepanikan bagi semua orang.
Tapi siapa yang berani membantah orang yang sedang mereka hadapi? Mereka masih ingin hidup tenang!
Akhirnya setelah beberapa saat mobilnya tiba di rumah sakit. Carri dibawa ke ruang persalinan dengan cepat. Ketika mereka tiba disana sudah menunggu dokter muda yang akan membantu proses persalinannya.
Carri merasa lebih baik setelah tiba. Setelah melakukan pemeriksaan mendasar maka donter cantik itu menyarankan agar Carri berjalan-jalan di sekitar ruangan agar mempermudah proses persalinanya.
Carri bangkit dari tempat tidur dan mengulurkan kakinya ke lantai. Belum sempat ia menyentuh lantai ketika Geri telah mengangkat lagi kakinya ke atas kasur. "Apa yang kau lakukan? Tetaplah berbaring"
__ADS_1