Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 150


__ADS_3

Dasar si kacung, aku hanya main-main, lagi pula aku menyukai sifat yang ini kok. Ia hanya ingin membuat ceritanya menjadi lebih seru dan menikmati reaksi si kacung, tapi si kacung itu memiliki pertahanan yang cukup baik!


Beberapa saat ia diam dan berusaha fokus pada jalanan tapi jiwa penasarannya merontah-rontah, lagi pula ia harus mendapat informasi agar tidak di hukum lagi nanti.


Disini ia di kandang buaya dan nanti di kandang singa. Nasibnya sungguh sial!


"Nona, aku tidak bisa berhenti memikirkannya, aku akan diam saja dan mendengarmu" Deon melembutkan suaranya, tapi terdengar berat karena dorongan ketakutan yang ia rasakan.


Dasar si kacung, ia memang sangat kepo tapi berpura-pura mengingkarinya. Baru saja ia berpikir kalau si kacung bisa menahannya, tapi baru beberapa saat ia sudah kembali bertanya.


"Ken yang sombong menolaknya mentah-mentah, dan mempermalukannya di depan semua orang diruangan itu" Sudah cukup disitu saja ia bicara selanjutnya biar ditebak oleh Deon sendiri.


"Terima kasih nona, aku akan memikirkan kelanjutannya sendirian saja" Deon memperhatikan Keti, sial! Ia benar-benar tidak berniat melanjutkannya. Apa yang baik dengan menebak, ia akan diterkam jika sampai ketahuan mengarang ceritanya.


Hidupnya terlalu rumit untuk bertahan di dua tempat yang berbeda dengan keganasan yang sama-sama mengerikan.

__ADS_1


Mau tidak mau Deon harus merasa lega, paling tidak ia bisa mengarang kejadian berikutnya, itu terlalu mudah ditebak. Ia hanya harus memberi ekspresi meyakinkan dan menghapal mati semua kata yang keluar dari mulutnya. Tidak diijinkan ada kesalahan sedikit pun, bahkan komanya harus ditempat yang tepat!


Hal paling penting ialah menyelamatkan dirinya dari sang singa jantan ketika ia kembali pulang.


...


Lihat dia, semua pria berkumpul disini tapi dia hanya duduk disana sendirian" Rases memandang sinis pada Ken, ia telah bertekad untuk membangun tembok pemisah antara dirinya dengan Ken. Ia hampir gila memikirkannya setiap malam, bagaimana reaksinya ketika pertama kali melihat Ken, ia seperti melihat gadis paling cantik dan dorongan untuk memilikinya sangat kuat.


Ia akan benar-benar berakhir jika sampai jatuh cinta pada Ken. Jatuh cinta padanya? Hah! Dia adalah idola para gadis, bagaimana bisa ia harus jatuh cinta pada seorang pria, tidak akan!


Sudah jelas ia tahu Ken adalah seorang pria tapi hatinya menentang logikanya, ada yang aneh dengannya. Mungkin ia akan gila sebentar lagi jika terus berada ditempat yang sama dengan Ken.


"Jadi kau ingin dia bergabung dengan kita?" Chito menyelah.


"Aku tidak bilang seperti itu! Hanya saja, sudah formalitas pria berkumpul dengan pria dan wanita dengan wanita, kalau dia hanya sendirian begitu ia tidak akan punya teman!"

__ADS_1


"Tapi dari pandanganku kau ingin dekat dengannya, kau bahkan berharap lebih dari itu"


"Kubilang tidak!" Rases berkata dengan nada tinggi. Apa yang salah dengannya? Mengapa kalimat yang keluar dari mulutnya seperti itu. Hah menyusahkan!


Oming menghenpaskan nafasnya kasar, kalau kedua orang ini tahu ia menyukai Ken apa yang akan mereka katakan, jelas mereka akan menertawakannya! Lebih baik diam saja.


Chito jelas memiliki penglihatan yang baik "Kalian berdua tidak usah bohong, aku tahu kalian menyukainya! Bukan hanya itu kalian sepertinya ingin yang lebih"


"Diam!!!!


"Lihat, kalian memiliki respon yang sama, hahaha, aku tidak mudah ditipu, apa kalian homo? Lalu dimana para gadis-gadis yang sebelumnya" Chito mencelah dengan puas. Dan tersenyum dalam hati melihat kedua pria itu pergi dengan langkah cepat memperlihatkan wajah kesalnya.


Pria mana yang tidak jatuh cinta pada Ken, dia terlihat cantik dan meski sikapnya dingin dimatanya terdapat setitik kehangatan.


Memang aneh, tapi itu adalah fakta! Ia sendiri terlalu sulit melepaskan pikirannya pada Ken.

__ADS_1


Pembaca tercinta, jangan lupa like dan komen yang banyak, jangan lupa pula untuk mampir memberi bintang lima ya,,


__ADS_2