
Setelah mereka berbincang lama akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing.
Sari kembali kerumah dengan perasaan gusar. Begitu tiba di kamarnya ia langsung meraih telponnya dan melakukan panggilan.
"Bagaimana rencananya"
"Sedang berlangsung, tenang dna tunggu kabar dariku"
"Bagus"
Ini adalah akhir pekan, dan Carri masih tertidur dengan lelapnya di pelukan sang suami.
Matahari sudah tinggi namun tidak ada tanda-tanda mereka akan meninggalkan ranjang mereka.
Beberapa saat Geri tersadar dan menemukan istri mungilnya masih lelap di alam bawah sadarnya, nafasnya tennag dan teratur, kedua lengannya melingkar di pinggang Geri.
Geri melepas helaian rambut Carri yang dengan nakalnya menghalangi pandnagan Geri untuk menikmati wajah istrinya.
Wajah yang sagat indah dan kecil, kulitnya halus dan putih, semuanya sempurna.
Geri menikmatinya snagat lama, ia mengelus dan mngecupnya berulang hingga Carri terbangun. Bulu mata yang lentik dan oanjang itu terangkat dan menampakkan mata hitam yang berkilau.
Geri selalu terpesona dan tidak dapat menahan diri untuk mngecupnya.
Setelah bangun mereka membersihkan diri laku turun untuk makan, mereka telah disiapkan makanan oleh pembantu.
Geri mengajak Carri untuk pergi ke dokter hari itu, karena mereka belum melihat ada tanda-tanda hamil, kecuali ketika Carri bertingkah aneh pada Geri saat emosinya berubah-ubah hingga ia pergi membeli es krim
__ADS_1
Namun itu ternyata selalu terjadi ketika ia akan mengalami menstruasi.
Setelah bersiap-siap mereka bernagkat ke rumah sakit milik Geri.
Dokter kepercayaan Geri sudah menunggu disna. Mereka melakukan serangkaian tes dan akan melihat hasilnya pada keesokan harinya.
Setelah selesai dari rumah sakit, senja sudha menghampiri bumi hingga mereka hanya bergegas kembali ke apartemen dan menikmati waktu berdua mereka.
Pagi harinya ponsel Geri membangunkan pasangan yang masih lelap dibawah selimut.
Carri yang terbangun lebih dulu meraih ponsel Geri.
"Halo"
"Halo bu, kami dari RS XX mengabarkan bahwa laporan hasil pemerikasaan Nyonya dan Tuan telah keluar. Kami telah mengirimkannya ke email milik Tuan Geri"
"Baik terima kasih"
Carri merasa gelisah ketika Geri menekan beberapa tombol di HP nya.
Geri yang menyadari kegelisahan istrinya langsung membuang HPnya dan memberi ciuman beruntun pada Carri.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?
"Kenapa kamu gelisah?
"Emmmn aku merasa takut"
__ADS_1
Geri tertawa mendengar jawaban Carri dan langsung menghukum istrinya itu dengan satu ronde permainan panasnya.
"Kenapa mesti takut" Geri bertanya setelah merasa Carri sudah kembali mendapatkan tenaganya yang hilang karena permainan panas mereka
"Gimana kalau aku gak bisa hamil?
Geri kembali tertawa dan mencubit lembut bibir nakal istrinya itu.
"Bahkan jika kamu tidak bisa hamil kita masih bisa melakukan bayi tabung atau mengadopsi seorang anak"
Carri tertegun mendengar suaminya, ia awalnya takut bila Geri akan meninggalkannya jika ia tidka bisa memberi keturunan pada suaminya.
"Kamu tidka keberatan jika itu bukan anak kandungmu?
"Asalkan istriku senang"
Carri tersenyum, hatinya jadi lebih baik. hingga ia siap menerima apa pun hasil pemeriksaannya.
Setelah itu mereka bangkit menuju ke kamar mandi dengan Carri ada di gendongan Geri.
Mereka mandi bersama lalu sarapan bersama, bahkan mereka telha melupakan hasil tes yang belum terbaca itu.
Karena itu adalah hari minggu mereka pergi jalan-jalan di taman dekat rumah. Carri mempersiapkan bekal mereka dan Geri menenteng ya sambil memegang tangan Carri di seoanjang jalan ke arah taman.
Saat mereka tiba sudah banyak orang disana. Bahkan mereka kesulitan mencari tempat untuk duduk, hingga akhirnya mereka memili berada di sudut taman menikmati bekal mereka.
Carri telah membawa buku yang akan ia baca, sednagkan Geri membawa laptopnya untuk bekerja.
__ADS_1
Carri duduk bersandar pada punggung suaminya membaca buku dna beberapa menit ia larut dalam dunianya sendiri.
Geei pertama -tama menyalakan laptopnya dan memeriksa email masuk. Sala satunya adalah email hasil laporan pemeriksaan mereka.