Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 50


__ADS_3

Pasangan itu langsung tersadar bahwa mereka tidak sendirian di rumah.


"Aku akan ke kamar lebih dulu"


Regan pergi meningalkan mereka yang sementara melepas rindu.


Carri merasa malu lalu mencubit lengan suaminya dan bergegas menuju kamar untuk mandi.


Setelah mandi ia turun memasak makan malam untuk mereka bertiga.


"Makan malam sudahsiap"


Carri memanggil dua orang lelaki itu namun tidka ada yang menyahut. Ia kemudian berjalan ke ruang keluarga dan mendapati mereka tengah bermain video game.


Carri merasa kesal dengan dua lelaki itu lalu meraih remote kontrol dan mematikannya lalu meningalkan mereka ke dapur.


Carri mengatur piring untuk mereka ketika dua lelaki itu sudah bergegas kesana dengan lari seperti anak kecil yang akan terkena hukuman bila mereka masih berani tinggal lebih lama.


"Apa yang kau masak Kak?


"Diam dan makan"


Setelah itu mereka bertiga makan bersama lalu para lelaki yang membereskan dapur sedangkan Carri sudah duduk di sofa sambil memainkan HP nya.


Beberapa saat mereka kembali kesana, Geri dengan cepat duduk disamping Carri dan merangkul bahu istrinya.


Sedangkan Regan duduk di seberang dengan posisi kaki disilangkan. Ia sedang memainkan Hpnya.


"Jadi kapan kau akan kembali dan melakukan rencananya?


Geri memulai pembicaraan dan melihat Regan dengan tatapan penuh tanya.


"Rencana apa?


Jiwa kepo seorang istri bangkit pada tubuh Carri.


"Perempuan tidak perlu tahu rahasia laki-laki"


"Kau bahkan menyimpan rahasia dari istrimu huh?


Geri tersenyum nakal pada Carri "Sogok aku satu ciuman dan kamu akan mendapat informasihnya"

__ADS_1


Segera wajah Carri menjadi merah padan karena perkataan lancang suaminya di depan adiknya.


Ia segera melotot ke suaminya dan hendak memukulnya namun dengan cepat Geri memegang tangan istrinya lalu Carri terjatuh pada pelukan suaminya.


"Kau bahkan mencari kesempatan untuk memelukku di depan Regan huh?"


Carri memberontak dalam pelukan Geri anmun ia tidka bisa melawan kekuatan Geri.


"Aku akan kembali besok pagi, terima kasih atas nasehatnya Kakak Ipar"


"Hubungi aku jika terjadi sesuatu"


"Baiklah, aku akan ke kamar dulu"


Carri yang masih berjuang dalam pelukan suaminya langsung menyerah, bahkan ia malah memeluk erat suaminya karena Regan sudah tidak ada disana.


Geri melengkungkan bibirnya ke atas karena kelakuan istrinya.


"Gendong aku ke kamar"


Geri segera berdiri membawa Carei ke kamar untuk malam erotis mereka yang tertunda selama 3 hari.


Carri dan Geri melakukan rutinitas mereka seperti biasa.


Pada minggu berikutnya pada hari sabtu pagi mereka berangkat ke kampung untuk bertemu keluarganya disna.


Geri sudha menelpon Regan untuk memberi alamatnya pada mereka.


Setelah perjalan selma 4 jam, akhirnya mereka sampai di sebuah kota kecil yang maju.


Udara disna sangat segar, karena kota kecil itu berada diatas ketinggian. Ada sungai yang berair jernih dan tenang beberapa orang sedang meamncing di jembatan.


Geri meneliti arah dengan seksama, sedangakan Carri sudah menetapkan pandangannya di luar jendela menikmati keindahan yang tesaji oleh kota kecil itu.


Mereka sampai di sebuah rumah yang besar, bahkan ketika mereka masuk ke pintu gerbang mereka masih harus melajukan mobilnya sekitar 200 meter untuk tiba di halaman rumah.


Rumah yang besar dan dipenuhi tanaman disekitar halaman itu sangat indah, bunganya bermekaran dan beberapa kupu-kupu terbang disana.


Regan sudah ada disana menyambut mereka "Kakak, apa kalian menikmati lerjalanannya?


"Ya pemandangannya sangat indah, bahkan aku dilupakan di dalam mobil"

__ADS_1


Carri tersipu mendengar suaminya lalu menyiku perutnya.


"Mari masuk, pelayan akan membawa barang kalian nanti"


Mereka masuk kerumah bergaya kuno itu, dengan cat warna coklat dan ruang tamu yang besar.


Mereka menuju ke belakang rumah melewati beberapa ruangan dan lorong.


"Kakek dan paman sedang berkebun, mereka akan senang jika melihat kalian telah datang"


Menyusuri kebun belakang rumah terawat itu, Carri melihat ada banyak sayuran dan buah yang ditanam, mereka terlihat segar untuk di petik dan dimasak.


Disana pula terdapat kolam ikan dan beberapa rumah burung di tengah-tengah taman itu.


"Kakek, Paman, mereka sudah disini"


Regan membawanya duduk di pondok tengah taman itu, disana ada meja dan beberapa kursi, serta seekor kucing yang bermalasan diatas sala satu kursi rotan disana.


Beberapa saat mereka duduk seorang kakek dan lelaki paruh baya mengahmpiri mereka diikuti Regan yang mengekor dibelakang.


"Kak, ini adalah Kakek dan Paman Doni"


"Halo Kakek, Paman"


Carri menyapa dengan seyum yang lembut. sedangakn geri hanya tersenyum ramah.


"Jadi ini cucu perempuanku yang sudah kembali, kau sangat cantik Cu.


"Terima kasih Kek"


"Siapa pemuda yang tampan ini?


"Saya Geri suami cucu perempuan kakek"


Kakek ternyum ramah memeluk cucu menantunnya.


"Ini adalah paman kamu nak, ia adalah adik ayahmu"


"Apa kabar paman"


Paman doni hanya mengangguk dan tersenyum lalu duduk disamping kakek.

__ADS_1


__ADS_2