
"Hari ini kita tidak ada kegiatan, syutingnya dibatalkan karena kecelakaan kemarin. Aku sudah mengirim video tentang kecelakaan itu pada Tuan Henry" Keti memulai pembicaraan. Mereka bertiga berada di rumah Mia.
"Nona, aku senang kau lebih cepat pulih dari sebelumnya" Ucap deon dengan tulus.
"Jadi apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" Keti merasa akan mati karena rasa penasarannya.
Mia memandang kedua orang itu sambil tersenyum tidak berniat bercerita apa pun.
"Nona, kau harus memberi tahu kami"
"Sia Kacung benar! kami bisa mati penasaran nanti"
"Nona, kami masih menunggu, dan akan terus menunggu!"
"Ya, cepatlah!"
Mia tertawa bahagia, kesedihannya masih kalah dengan kelucuan dua orang bodoh di depannya. Mereka seperti anjing yang mengibaskan ekornya di depan tuannya demi sepotong tulang.
__ADS_1
"Jangan tertawa!" Keti sudah mencapai puncak kesabarannya. Jika Mia masih terus menunda untuk memberitahunya ia akan segera meledak!
"Ya, aku akan menceritakannya, tenanglah!"
"Kalau begitu lakukan tanpa membuang lebih banyak waktu!"
"Nona cepatlah! Cepat!"
Mia menceritakan segalanya pada kedua orang itu tanpa melewatkan setitik kejadian pun.
"Ia akan meninggalkanmu?" Keti kesenangan karena ia akhirnya tidak perlu bersusah payah membuat mereka berpisah. Akhirnya Andra sendirilah yang ingin meningalkan Mia.
Kacung sialan ini! Ia selalu merusak suasana bahagia dan membuatnya keruh. Kacung itu selalu membuat Keti bekerja keras memutar otaknya setiap kali Si Kacung itu berbicara sembrono. "Jangan berbicara sembarangan! Ini sudah pasti! Dan mereka akan berpisah!" Keti berkata penuh keyakinan.
"Itu tidak mungkin! Bukankah..."
"Apa yang tidak mungkin! Andra sudah bilang kalau tadi itu adalah pertemuan terakhir mereka!" Sungguh butuh tenaga ekstra untuk mengajari si bodoh Deon menelaah kata-kata.
__ADS_1
"Nona, itu hanya mungkin, dan lagi Mia bilang kalau nada suaranya berubah, Aku cukup yakin, Andra menjadi berubah karena ia telah mengubah perasaannya pada Mia, ia sudah jatauh cinta!" Deon menatap Keti sambil memberi senyum mengejek.
Kacung Sialn! Beraninya ia tersenyum seperti itu di depannya! "Heh kacung! Dengarkan aku ya, Mia sudah cukup tersakiti karena harus menikah dengan si kutub utara sialan itu! Adalah akhir yang baik kalau mereka segera berpisah dan Mia bisa hidup bahagia!"
"Nona, kau tidak boleh mengatakan itu, Mia selalu bilang kalau ia akan menikah sekali saja, dan tidak akan mengingkari janjinya itu!"
"Kau juga tidak dengar kalau ia mau bercerai jika bukan dia yang menawarkan perceraian tetapi jika Si Kutub Utara Sialan itulah yang menginginkannya!"
"Tapi Andra tidak menginginkannya! Ia bilang mungkin! Dan lagi nada suaranya berbeda, aku cukup yakin kalau Andra sangat sedih saat mengatakannya sehingga memperngaruhi nada suaranya. Lagi pula Andra bukanlah orang yang biasa saja. Ia adalah Si kutub utara yang dinginnya sampai minus 100 derajat celsius! Jadi mustahil bila ia tidak berbicara dalam nada dingin kecuali ia berbicara pada orang yang ia cintai!"
"Hah! Kacung sialan, dari mana kau mengenal kakakku? Kau tidak tahu apa pun tentangnya! dengar ya kacung, mereka akan segera berpisah sekarang juga!"
"Kau yang salah, kau juga tidak mengenalnya dengan baik karena kau tidak pernah memperdulikannya yakan? Lelaki akan berubah ketika mereka jatuh cinta! Aku tahu itu karena aku adalah seorang pria!"
"Kau seorang pria? Memangnya kau pernah jatuh cinta?" Keti mengejek penuh kemenangan. Enak saja Si kacung mau mengajarinya tentang cinta seorang lelaki sementara ia sendiri tidak pernah mengalaminya.
Muka Deon memerah menahan malu "Memang belum, tapi itulah kenyataannya!"
__ADS_1
Keti tertawa geli mendengar Deon berbicara dengan percaya diri "Dengar ya, bahkan jika 1000 tahun lagi Si Kutub Utara itu tidak akan pernah jatuh cinta! Kenapa? Karena ia alergi terhadap perempuan!"
"Kau terlalu percaya diri!" Ketus Deon.