
Hari ini Carri bersiap cepat karena ia akan pergi menemui Ezra. Ia menggunakan gaun selutut berwarna kuning dengan tas samping kecil serta balet menghiasi kakinya.
Ia keluar bersama suaminya yang sudah siap dengan baju kemeja lengan panjang yang digulung dan celana jeans pendek mengkapi sepatu sport.
Ditangannya ada jaket yang disiapkan untuk menghadapi cuaca dingin nantinya.
Nando sudah menunggu di parkiran dna disampingnya ada Pande.
Geri hari ini akan berangkat juga ke luar negri untuk melakukan survei lokasi, sehingga Carri mengantar suaminya ke bandara lebih dulu.
"Kau harus ingat untuk minum vitamin dan jangan terlalu lelah"
"Baiklah istriku sayang. Kau harus pergi segera, wartawan mungkin akan menyadari jika kita terlalu lama terlihat"
"Kalau begitu aku akan pergi, kabari aku lebih sering"
"Ok" Geri mengecup puncak kepala Carri dan menghirup wangi lembutnya lalu mereka berpisah dengan cepat.
__ADS_1
Geri telah emngmbalika Pande ke posisinya yang semula hingga ia pergi bersama Pande ke hotel.
Setelah tiba dikamar Ezra ia terpukau dengan penampilan Ezra, itu sanagat modis.
"Masuklah Bos"
Carri masuk dan duduk di sofa lalu mengamati Ezra lebih dulu sebelum mereka masuk ke inti pembahasan.
"Apa kau tidka akan menceritakannya padaku?
"Mmm, aku tidak tahu harus mulai dari mana, tapi aku dulunya mahasiswa jurusan desain, tapi aku juga seorang yatim piatu, namun aku kuliah dnegan mengguanakan uang yang ditingglkan oleh ornag tuaku. Mereka hanya menibgalkan uang karena mereka hanya pegawai swasta yang rajin menabung untuk masa deoan anaknya.
Di semster 5 aku secara tidak sengaja bertemu dengan Gen, ketika kami melakukan perkunjungan kesebuah ajang fashio show dan ia adalah sala satu model disana, ia dulunya masih merintis karirnya, namun kini ia adalah model internasional dan juga pemilik Mode. Kami berpacaran dan ia sering diam-diam mengunjungi apartemenku.
Aku tidka menyembunyikan apa pun darinya karena bahkan ia biasa memberiku uang hasil kerja kerasnya, hingga aku sangat memeprcayainya.
Namun setelah satu tahun ia mulai berubah, ia sudha jarang menghubungiku dna selalu beralasan bahwa ia sibuk dengan pekerjaannya. Lalu suatu hari aku sedang bersama temanku di hotel untuk mengikuti seminar, lalu kami pulang terlambat karna kami adalah panitianya.
__ADS_1
Malam itulah aku melihatnya bersama gadis lain, itu sagat mirip denganmu makanya aku memakimu ketika kau mendekatiku, aku tidak tau kalau dia adalah saudara kembarmu. Setelah aku melihatnya, aku mengikuti mereka dan menunggu di depan kamar hotel selama 2 jam sampai mereka keluar."
Ezra sudha menangis dan tidka bisa lagi melanjutkan, nafaskan semakin berat hingga ua tidka dapat mengendalikannya.
Carri mendekatinya lalu memeluknya ia menepuk pelan punggung gadis itu fna segera memberinya air hangat.
Merasa lebih baik Ezra dengan susah payah mengumpulkan keberaniannya dan melanjutkan bercerita.
"Gadis itu menamparku dan memberi makian padaku, bahkan mereka sempat berciuman di depanku lalu pergi meningalkanku.
Aku kembali ke apartemenku dan pagi harinya aku pergi ke rumah temanku lalu menceritakan semuanya padanya. Aku tinggal disana selama 2 hari lalu ketika kembali ke apartemnku semuanya suadh berantakan, tidak ada lagi barnag yang ada di tempatnya, laptop, uang dan buku tabunganku hilang. Semua itu adalah uang peningalan ornag tuaku yang akan kugunakan hidup sampai aku mendapat pekerjaan. Tapi semuanya diambil oleh mereka, bahkan mereka meningalkan catatan yang menghina. Aku tidka punya kerabat lagi dan hanya ada satu teman yang kupunya, namun aku tidak bisa merepotkannya hingga aku hanya berkeliaran di jalanan sampai seperti ini. Didalam laptopku juga terdapat desain yang ku buat sejak kuliah, namun itu sudha dicuri mereka"
Carri membantunya menenangkan diri selama satu jam, ia membuatkan teh hangat untuknya lalu hanya diam sepanjang waktu.
"Aku sudha lebih baik, jadi bos bisa megatakan rencanamu sekarang"
Carri memandnag wajah polos Ezra dan mengamatinya sesaat dna kemudian menghela nafas.
__ADS_1