
Di sebuah mobil yang gelap Sari terbaring dengan seorang lelaki di sampingnya, laki-laki itu hanya memandnag keluar jendela tanpa bergerak sedikit pun.
Hanya keheningan yang ada di mobil itu, dengan sekali-kali suara klakson dari luar terdengar memecahkan keheningan namun hanya sesaat saja.
Pada akhirnya mobil itu berhenti di sebuah hotel dan pria itu keluar meningalkan Sari yang masih tidak sadarkan diri.
Tiba-Tiba seorang lelaki masuk ke mobil itu lalu mengangkatnya, merasakan sentuhan di kulitnya, Sari mengeliat dan mendesah perlahan.
Ia merasa panas di sekujur tubuhnya lalu memeluk laki-laki itu dengan erat dan merasakan aromah pada tubuhnya.
Pria itu berjalan menuju lift dan menekan sala satu lantai pada dinding lift.
Beberapa saat lift berhenti dan ia keluar menghendong Sari dan menuju ke sebuah pintu kamar di pojokan.
Lelaki itu mengetuk bel pintu dan menunggu sampai pintu terbuka.
Kintan sudah mengganti pakaiannya dan bersiap keluar mencari Sari ketika ia mendengar bel berbunyi.
Saat itu ia segera membuka pintu berharap Sari yang akan muncul, sesuai dugaan Sari datang bersama seornag pria yang mengendongnya.
Ia menganga sesaat sebelum tersadar dan mempersilahkan mereka masuk dan meletakkan Sari di tempat tidur.
Lelalaki itu tidak berbicara sama sekali dan hanya keluar dengan diam.
Kintan memperhatikan Sari dengan seksama kemudian memeriksa tubuhnya.
Setelah memastikan tidak ada luka dimana pun akhirnya ia merasa lega lalu mennyalakan TV dan menonton.
Pagi hari jam 11 Sari baru bangun dan mendapati tubuhnya tekanjang didalam selimut, ia langsung kaget dan berteriak.
__ADS_1
"Duh apa sih kamu Sari, lama-lama kuping aku bakal pecah gara-gara suara melengkingmu itu tau!!!
Kintan merasa stres setiap kali mendengar Sari teriak tiba-tiba.
"Lho Kin, gimana caranya aku ada disini?
"Tau lah kemarin ada cowok yang nganterin kamu terus dia cuman bawa kamu ke sini dan keluar tanpa ngomong apa-apa.
"Huh? Apa aku selesai diperkosa ya?
Sontak Kintan tertawa dengan keras sampai perutnya keram menahan otonya yang tegang.
"Kamu ini gila ya, kalo orang udah perkosa kamu mana mungkin tubuh kamu masih mulus ajh tanpa ada rasa sakit"
Sari lega mendengar omogan sahabatnya lalu membungkus dirinya dengan selimut dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mereka makan siang bersama di restoran hotel lalu bergegas kembali ke kamar.
"Ya ela aku malah menikmatinya hahahahahahah... Tapi kalau kau mau pulang ga masalah juga sih. Tapi gimana kalau kita gak usah pulang, tapi kita ke tempat lain ajh untuk berlibur.
"Kemana emang, pokoknya aku gak mau ke bar atau pun ke tempat yang ada alkohol dan pria hidung belang"
Iya gak papa kita bisa ke pulau terpencil dan menikmati pemandangan pantai, ya kan?.
"ok, ayo melakukan persiapan"
Di kota G pada pagi hari dalam kelas Pak Seto sedang marah karena Carri tidak masuk jam pelajarannya dan juga tidak menumpulkan tugas yang telah diberikan minggu lalu.
Ia menjadikan murid lain di kelas itu sebagai pelampiasan kemarahannya dan sepanjang sesi pelajaran hanya diisi dengan ceramah panjang lebar untuk menjelekkan Carri.
__ADS_1
Sementara itu di rumah Carri masih tidur karena ia akan berangkat pada saat jam ke 2 akan dimulai.
Ketika jam alaramnya berbunyi ia sudah bangun dan melakukan aktifitas rutinnya lalu berangkat diantar supir yang telah disediakan Geri.
Selama kepergiannya dari rumah orang tuanya ia tidak lagi kesana namun ia masih menelpon ke mama dan papanya untuk memberi kabar.
Bahkan ketika ia disuruh untuk sebentar kesana ia beralasan dengan tugasnya yang menumpuk, meskii pun sebenarnya tugasnya selalu selesai tepat waktu.
Ia menghabiskan banyak waktunya untuk membaca buku, sampai buku di ruang kerja telah habis ia pelajari.
Ia datang terlalu awal dan ketika mendekati ruang kelas ia mendengar Pak Seto masih sedang marah, jadi ia memutuskan untuk pergi ke kantin sebentar.
Suasana kantin masih sepi, karena semua orang sedang berada dalam kelas. Ia hanya duduk di pojokan menyusuri berbagai halaman web yang menarik perhatiannya.
Selama ia menggunakan HP ia hanya menggunakannya untuk menelpon dan membaca tulisan orang-orang hebat, ia bahkan tidak punya akun medsos.
Ada banyak hal yang menarik perhatiannya mulai dari bisnis, sejarah dan terutama sastra.
Ia telah banyak membaca novel karya seorang penulis yang menyapu bersih semua penghargaan dari tahun ke tahun.
Penulis itu adalah seorang perempuan berinisial MD yang tidka pernah mengungkap dirinya ke publik. Bahkan dalam setiap ajang lenghargaan ia hanya akan diwakili oleh orang lain.
Setelah melihat notifikasi bahwa kelas ke-2 akan dimulai maka ia bergegas kekelas namun ia memastikan bahwa Pak Seto sudah tidak ada disana.
Baru kemudian ia masuk dan mengikuti pelajaran sampai tiba jam istirahat.
Sara menceritakan semua yang terjadi pada Carri bahkan ia juga sengaja menambahkan beberapa kalimat untuk memprofokasi Carri.
Namun Carri hanya tidak peduli dan terus tertunduk manikmati makan siangnya.
__ADS_1
Setelah selesai makan siang mereka masih punya waktu 15 menit untuk mengobrol.