
Sari mondar mandir menenangkan pikirannya yang gelisah karena memikirkan kekasihnya Gen.
Bagaiman kalu Gen tau, bagaimana kalau ia akhirnya mencampakkannya.
Berpikir terlalu lama membuatnya semakin gelisah dan bingung harus bagaimana.
Ia meraih tasnya dan mengeluarkan HP, memandangi lama layar hitam itu dengan gelisah akhirnya ia menekan dan menelpon kekasihnya.
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk" Operator dengan suara lembut menjawab panggilannya.
Kegelisahannya semakin menjadi mendengar suara itu hingga ia mulai berkeringat dan bingung harus melakukan apa. Jika saja Gen menerima telponnya maka rasa hawatirnya akan menghilang sedikit.
Namun kali ini bahkan Gen tidak bisa mengangkat telponnya. Atau apakah Gen sedang sibuk? Ia berusaha menjawab sendiri pertanyaannya dan meyakinkan dirinya akan hal positif.
Namun bagaiman pun ia memikirkannya ia telah melakukan kesalahan besar, ia bahkan menghianati Kekasihnya.
Terus menerus memutar otaknya akhirnya ia baru teringat akan Kintan, ya Kintan masih ada disana.
Akhirnya ia memberanikan diri untuk keluar dan mencari Kintan. Saat ia sudah ada di lorong, ia mendapati pria bernama Hari sedang berdiri di lorong itu dengan dua gelas minuman di tangannya.
Tangan yang satu mengaduk anggur di gelasnya sambil melihat ke arah dinding seperti memikirkan sesuatu.
Nyali Sari menciut dan berdiri dengan gemetar mengumpulkan keberaniannya sampai ia berjalan perlahan menundukkan kepalanya.
Ia berharap pria itu tidak akan menyadari keberadaanya, namun begitu mendekat, pria itu langsung menghalangi jalan Sari.
__ADS_1
Sari yang berjalan tertunduk dengan gugup akhirnya menabrak dada bidang itu lalu.
"Kenapa kau berjalan sambil menunduk?
Sari menjadi semakin gugup, ia takut pria itu akan melecehkannya lagi hingga ia dengan enggan menjawab atau pun mengangkat kepalanya.
"Aku akan membiarkanmu lewat tapi dengan satu syarat"
Sari menjadi lebih gugup hingga ia tidak bergerak sedikit pun Ia hanya tertinduk dan kepalanya masih menyentuh dada pria itu, bahkan ia merasakan wangi maskulin pria itu merasuk ke dalam pikirannya.
Namun kini pikiran dna tubuhnya tidka ada niat untuk menjauh ia hanya mngepalkan tangannya menahan kegugupan.
Tangannya sudah penuh dengan keringat , bahkan kini ia merasakan suhu tubuhnya telah maningkat karena ia merasa taku.
"Ok karena kau tidak menjawab aku akan melakukan apa pun yang kusuka"
Bahkan rasa penyesalan kini menghantuinya, apaka ia telah salah melakukan perjalanan ke tempat ini? Dan bagaimana dengan Kintan, apakah ia baik saja. Pertanyaan yang kini ada di pikirannya membuat ia semakin marah, bahkan ingatan tentang ciuman itu mucul lagi.
Heri tersenyum ramah dan matanya menampakkan kepuasan lalu menyodorkan minuman yang ada ditangannya pada Sari.
"Bersulang denganku dan kamu boleh pergi"
Sari merasa ragu namun akhirnya mngiyakan petmintaan Heri.
Setelah mengahabiskan minuman itu Sari langsung mengembalikan gelasnya pada Heri dan berlalu meninggalkan pria itu.
__ADS_1
Ia berjalan ke ruangan penuh dentunan musik itu mencari Kintan, namun ia tidak bisa menemukannya.
Setelah frustasi ia berjalan ke arah luar, namun kepalanya mulai pusing dan pandangannya menjadi sedikit kabur.
Ia mempertahankan keseimbangannya hingga seseorang meraihnya lengannya dari belakang dan membantunya berdiri dengan baik.
Setelah memperbaiki posisinya ia kemudian menoleh, namun pandangannya menjadi lebih kabur dan akhirnya jatuh pingsan.
Kintan di tempat lain baru saja menyelesaikan permainan panasnya bersama seorang pria asing. Dengan lemas ia bersandar pada dada Seto.
Ia kemudian memperbaiki pikirannya dengan kesadaran yang masih tersisa, akhirnya ia teringat akan Sari.
Gadis itu sendirian, apakah ia baik saja? Dengan buru-buru ia berdiri dan memperbaiki pakaiannya yang kini telah robek di bagian atasnya.
Ia memandang pria yang telah berhubungan dengannya, Seto tersenyum hangat padanya namun ia tidak menghiraukannya lagi dan berlalu mencari Sari.
Setelah lama mencari ia tidak menemukannya lalu kemudian ia menelpon Sari namun HP nya tidka aktif
Dengan gelisah ia pergi dan pulang ke hotel. Ia langsung membuka pintu kamar mereka dan mendapati kamar itu masih kosong.
Ia bingung dan menyalahkan dirinya sendiri, berkali-kali ia menelpon Sari namun HP itu tidak pernah aktif.
Ia kemudian memutuskan untuk berendam sebentar lalu akan mencari Sari setelahnya.
Sambil berendam ia tidak berhenti menekan HP untuk melakukan panggilan telpon.
__ADS_1
Sari tetap tidak menjawab telpon itu hingga ia meletakkan HPnya lalu berpikir apa yang akan ia lakukan selanjutnya.