Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 127


__ADS_3

Para pegawai dibawah naungan perusahaan Andra dilarang untuk membeberkan rahasia perusahaan atau pun bergosip, jika tidak selama ini mereka pastilah sudah membocorkan hubungan Nari dan Andra ke media demi keuntungan pribadi. Tapi pada intinya mereka terlalu takut karena peraturan perusahaan yang memberi denda tinggi bagi mereka yang melanggar, bahkan jika hanya denda itu, siapa yang mau berurusan dengan Andra.


Tentu saja media juga tidak bisa sembarang memunculkan wajah Andra di majalah, bahkan Andra tidak pernah muncul di medsos atau pun TV dan majalah. Jika sekali ada yang melanggar maka konsekuensinya ialah perusahaan tersebut akan ditutup dalam sekejap mata.


Bagaimana jika Nari yang melanggar. Jelas akan membuat citra Nari turun dalam sekejap mata di depan Andra.


"Tapi bukankah akan lebih baik kalau semua orang tahu, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan"


"Kau sungguh tidak mengerti? Biarkan Andra yang mengurusnya, kau hanya perlu menikmati setiap kejayaan yang diberikan Andra padamu. Dengan begitu kita bisa mencapai puncak dan menciptakan reputasi yang sangat baik hingga saatnya nanti ketika Andra sudah cukup yakin untuk mengatakannya pada media maka tidak ada lagi yang meragukanmu. Sekarang kita masih berada di titik paling bawah, tapi lihatlah berapa banyak artis yang lebih baik jika Andra mau, tapi ia tetap memilihmu dan berusaha menarikmu menuju puncak untuk berdiri bersamanya. Selama ini pun meski kau hanya trainer tapi bahkan artis terkenal dan seluru kru yang dihormati di dunia hiburan tetap hormat tunduk padamu, ini semua berkat Andra, mereka tahu kalau untuk menyentuhmu mereka harus mati untuk membayarnya" Rin berkata panjang lebar agar Nari mengerti dan tidak berusaha membuat masalah baru.


"Kau benar, sepertinya memang harus menunggu" Nari menghela nafas "Urus urusan kampus untukku, aku pikir para mahasiswa tidak bisa dikendalikan karena mereka tidak tahu aku ini siapa, atau haruska aku pindah kampus?

__ADS_1


"Aku akan mengatur kuliah online untukmu"


...


"Aku kan pulang dulu" Deon meraih jaketnya dan berlalu meningalkan dua gadis yang masih sibuk menjelajah di internet, ia harus kembali dan melakukan pekerjaannya yang lain.


"Besok jemput kami jam 8, awas telat! Keti berteriak dengan jarinya masih mengetuk tombol keyboard menimbulkan irama.


Mia hanya duduk memperhatikan apa pun yang dikerjakan Keti ia tidak mau menganggu konsentrasi Keti karena Keti bekerja untuknya juga, mereka sedang mencari informasi mengenai Nari berharap ada sesuatu yang menarik. Paling tidak Mia berharap bahwa rumor itu tidaklah benar.


"Hmm, Mia aku menelusuri semuanya dan tidak ada apa pun di internet, bahkan aku mencari sampai 3 tahun kebelakang tapi tidak ada apa pun" Keti berkata dengan nada sedih sambil mengetik beberapa kode yang hanya di mengerti olehnya.

__ADS_1


"Lalu mengapa kau masih terus fokus pada komputermu ayo kita nonton saja" Mia bergegas meraih laptopnya untuk mereka nonton, tapi tangannya dihentikan oleh Keti.


"Tidak usah, ada hal yang lebih menarik, lihat ini" Keti menunjukkan layar laptopnya pada Mia dengan senyum bahagia.


"Ponsel siapa itu Ei? Mia jelas tahu kalau Keti dapat meretas apa pun tapi kali ini siapa yang jadi korbannya.


Keti tersenyum puas dan menekan beberapa tombol pada keyboardnya. "Ini ponsel milik asisten Rin, lihat ada banyak data didalam"


Mereka menelusuri ponsel itu dan ada banyak jadwal milik Nari disana ada juga file rekaman telpon antara Asisten Rin dnegan Asisten Min, jelas itu adalah kemustahilan bagi seorang menejer kelas bawah bisa berhubungan dengan orang kepercayaan Andra.


Setelah membuka rekaman itu mereka terkejut bahwa ternyata Asisten Min yang mengatur segala sesuatu untuk mempermudah karir Nari di industri hiburan, bahkan rekaman Nari diatur langsung oleh asisten Min.

__ADS_1


__ADS_2