Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 166


__ADS_3

Mia terbangun di pagi hari mendapati orang di sebelahnya sudah menghilang.


Sejak kapan Keti bisa bangun lebih awal? Ia selalu dibangunkan setiap pagi karena ia tidur seperti ****.


Mia mengesampingkan pikirannya dan berlalu memulai rutinitas paginya.


Ia beranjak dari kamarnya menuju ke pintu kamar Keti. Tok tok tok... "Ei?"


Mia membuka pintu perlahan dan mendapati Keti masih lelap dalam tidurnya. Ia mengerutkan keningnya melihat **** itu masih mendengkur pada saat matahari sudah terlalu tinggi seperti ini.


"Keti!!!!!!" Mia menarik selimut gadis itu dan menarik kakinya sampai Keti jatuh ke lantai.


"Emm mmmhhh, ada apa?" Keti masih belum sepenuhnya sadar.


"Mandi dan kita akan bernagkat sebentar lagi! Sudah jam berapa ini?" Mia merasa kesal meningalkan kamar itu. Ia pikir Keti bangun lebih awal untuk bersiap tapi ternyata ia kembali ke kamarnya untuk menghindari Mia agar tidak dibangunkan dengan cepat.

__ADS_1


"Selamat pagi" Mia menyapa semua orang yang sementara sarapan.


"Duduklah, kau pasti sangat lelah hingga bangun sangat terlambat" Nenek berkata penuh perhatian. Ia tahu semua yang dilakukan cucu menantunya itu. Mereka bekerja seharian dan masih menahan rasa kantuk ketika tiba di rumah.


Mia memperhatikan semua orang di meja makan, mereka terlihat lebih ceria dan tersenyum dengan tatapan aneh setiap kali melihat ke arah Mia. Ia menjadi gelisah selanjang waktu hingga sarapan itu berlalu.


"Kak, ayo cepat, kita akan terlambat nanti" Keti menuruni tangga dan melihat Mia masih menikmati sarapannya.


Akhirnya ia bisa bebas juga. "Kami prgi dulu" Mia berpamitan dan menyusul Keti yang sudah berlari ke arah pintu.


Merisa meraih kotak bekal di atas meja dan mengejar kedua gadis itu. "Tunggu, bawa ini!"


"Bukan untukmu!" Merisa berkata penuh nada datar.


"Apa Bu? Lalu ini untuk siapa?" Keti menoleh ke arah Mia, "Hah! Kau merebut perhatian ibu! ambil ini!" Keti menyerahkan kotak bekal itu dengan kesal ke tangan Mia dan menyentakkan kakinya menjauhi kedua orang itu.

__ADS_1


Lihat sifat kekanakannya itu!


Deon segera berlari membukakan pintu bagi Keti "Sialkan masuk Nonaku"


Keti merasa kesal, Deon melihat semua adegan itu! "Diam kau kacung!"


"Hei! Anak perempuan itu harus lemah lembut dan menjaga sopan santun!" Merisa berkata penuh nada hawatir akan perilaku buruk putrinya itu.


Suara pintu yang tertutup dengan keras menjadi jawaban atas kata-kata merisa.


Merisa mengalihkan pandangannya pada Mia yang sedari tadi melamun entah memikirkan apa."Mia kau harus membawa makanan ini ke kantor Andra, ibu hawatir ia tidak makan dengan baik karena sedang banyak pekerjaan"


Andra? Kesialan macam apa ini! "Baik Bu"


Mia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Keti.

__ADS_1


"Nona, boleh aku meminta sedikit bekalnya? Aku belum sempat sarapan" Deon bertanya penuh nada polos setelah keheningan sepanjang jalan.


"Jangan meminta milik orang lain!" Mia menjawab dengan nada kesal. Ia merasa akan hancur jika harus bertemu si kutub utara itu, bagaimana ia akan menghadapinya?


__ADS_2