
Oming memutar botolnya kembali.
"Ken!,, Ken!,, aku mohon Ken!" Semua orang berdoa dalam hati!
Botol sialan! Mengapa ia berputar sangat lama!
Pada akhirnya semua orang menunjukkan raut wajah yang kecewa.
"Wah,, sutradara kita. Tuan mari memilih"
Henry memperhatikan semua orang. Jelas mereka tidak ingin mengajaknya. "kenapa orang tua harus ikut bermain juga dalam permainan anak muda, kalian teruskan saja!" Ia lalu berdiri meninggalkan meja para anak muda itu.
"Wahh, sepertinya botolnya hatus diputar lagi" Rases berbicara dengan nada kecewa.
"Tidka masalah! Biar aku yang memutarnya!" Chico meraih botolnya dan memutar pelan.
"Apa kau sengaja! Kau sengaja mengarahkannya padaku bukan!"
Oming merasa kesal! Ini kali keduanya ia mendapat hal sial!
Ah sialan! Harusnya itu berputar sedikit lagi! Chico memandang Ken yang masih setia memberi wajah datarnya. Ia seperti tidak peduli dengan suasana. "Bagaimana bisa aku sengaja, tanganku hanya terpeleset saja!"
__ADS_1
"Aissh" Oming mendapatkan kartu lagi, kali ini ia memilih turth.
"Haha, berikan padaku biar kubaca!" Rases segera membuka kartunya. Seketika wajahnya dimemerahkan membaca tulisannya.
"Hei ada apa denganmu! Cepat baca dan beritahukan pada kami!"
"Ya, jangan menahannya, untuk membuat ketegangan!"
"Baik-baik, aku akan memmbacanya! Dengan siapa pertama kalinya kau bercinta dan bagaimana rasanya!"
"Ap,,apa? Bagaimana bisa kartu kartu ini begitu fulgar!" Ia mendapat dua kali kesilan! Dan kesialan itu semuanya berujung pada sesuatu yang panas! Oming meraih kartu itu dan membacanya satu persatu.
"Hei apa yang aku lakukan! Kita baru melakukan 2 putaran!' Rases meraih kartu di tangan Oming dan mengembalikannya ke meja.
Oming melempar kartu tersebut ke tengah meja "Aku tidak akan mau bermain lagi! Kalian lihat saja apa yang tertera di kartu itu!" Oming meneguk minumannya berusaha mengendalikan pikirannya yang sudah menjalar kemana-mana.
Rases merasa kecewa. Permainan seperti ini adalah permainan terbaik ketika bersama teman menikmati alkohol. "Kau ini! Kalau tidak mau ikut, minggir dari meja ini! Biar kami yang meneruskannya!"
Hah! Bagaimana bisa ia membiarkan mereka terus bermain dengan Ken berada di tempar itu. Dengan cepat Oming meraih kartu di meja dan menghamburknanya ke lantai. "Bermainlah sendiri di lantai!"
"Kau ini! Kami yang ingin bermain dan kenapa jadi kau yang berlaga!"
__ADS_1
...
Mia tiba di rumah pukul 10 malam. Keti sudah menginap di rumahnya beberapa hari.
"Halo Nek" Keti mengangkat telfon.
"Pulanglah besok bersama ke dua kakakmu, Nenek ingin merayakan ulang tahun chimoi" Tut,,Tut,,Tut.
"Halo? Nek?" Keti membanting Telponnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan malas.
"Kenpa kau begitu singkat?" Mia tersenyum geli. Jika ia yang ditelpon 01, mereka biasanya berbicara sepanjang waktu, tapi ketika itu Keti tidak pernah lebih dari 3 detik!
"Hahahh! Dia selalu begitu, karena dia tau kalau lama-lama aku bisa minta macam-macam. Dan ia sungguh kejam padaku! Tidka pernah merindukanku ketika tidak di rumah!"
"Kau ini! Jadi siapa yang bernama Chimoi?" Mia merasa bingung karena tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya. Di rumah besar itu hanya ada 4 orang yang tinggal, lalu siap Chimoi?
"Itu, setelah kau menikah dengan si kutub utara, sepertinya dia merasa kesepian karena aku sudah jarang di rumah. Jadi dia mengadopsi seekor anjing untuk menemaninya"
"Seekor anjing?" Kenapa ia tidak pernah melihatnya kalau sedang pergi kesana.
"Tentu saja! Tapi karena dia tahu kau tidak suka anjing, ia selalu mengurungnya setiap kali kau datang ke rumah!"
__ADS_1