Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 105


__ADS_3

Mereka berdua mengerjakan masing-masing bagiannya namun setelah malam tiba mereka belum juga menyelesaikannya.


Hanya tinggal beberapa berkas hingga Keti sudah tidak sanggup dan ia tertidur di mejanya. Mia menyelesaikan semua sisanya juga termasuk milik Keti. Sampai jam 11 baru Mia membantu Keti untuk berdiri dan berjalan ke arah lift.


Setelah tiba di lobi Mia mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi namun Keti malah bergerak dan membuat ponsel Mia jatuh ke lantai.


Mia berusaha mendapatkan ponselnya kembali tapi ia kesulitan menunduk karena ia masih harus menopang Keti yang masih bersandar dibahunya.


Tiba-tiba sebuah tangan kekar meraih poselnya dan mengembalikannya pada Mia.


"Terima kasih Tuan"


Belum sempat ia melihat wajah laki-laki itu beban di tubuhnya telah hilang, Asisten Min mengangkat Keti dan membawanya ke mobil.


Mia segera menoleh ke Andra dan mendapati tatapan dingin suaminya. Ia tidak tahu harus berbuat apa hingga ia hanya terdiam sambil menatap wajah sempurna suaminya.


"Masuk"


Mia segera masuk ke mobil mendapati Keti telah tertidur di kursi belakang mobil. Ia duduk bersebelahan dnegan Andra dalam keheningan.


Aura dingin dari suaminya membuat Mia merasa tertekan tapi berkat musik yang diputar pelan oleh asisten Min ia akhirnya rileks dan bersandar sambil memejamkan matanya.


Karena rasa lelah dan kantuknya ia jatuh tidur selama perjalanan. Saat tersadar kembali ia mendapati dirinya sudah berada di kamarnya.


Ia berguling merentangkan otot tubuhnya tapi malah menyentuh kumpulan otot di sebelahnya.

__ADS_1


Segera ia sadar dan berteriak karena kekagetannya. Itu adalah pertama kalia ia tidur bersama orang lain.


"Diam"


Mendengar suara dingin khas mengantuk itu membuatnya sadar bahwa orang yang ada di sampingnya adalah suaminya.


Segera ia meringkuk dengan pelan berusaha tidak membuat suara, ia memeluk dirinya sendiri dan berusaha memejamkan mata.


Sampai pagi ia tidak bisa tidur lagi dan berpasrah pada nasibnya yang sial. Setelah bangun ia menyediakan semua keperluan suaminya lalu mandi di kamar mandi bawah.


Ia tidak mau Andra terganggu karena suara berisik yang ia hasilkan. Setelah mandi dan kembali ke kamarnya untuk memanggil suaminya sarapan tapi malah mendapati kamar yang kosong. Bahkan pakaian yang ia siapkan tidak tersentuh sama sekali.


Setelah tiba di kantor Mia menceritakan semua yang ia alami pada Keti.


"Hussst pelankan suaramu"


Keti segera menutup mulutnya dengan tangan dan melihat seluruh ruangan sambil sedikit membungkukkan badan.


"Tidak ada orang,,, hei jadi apa dia menyentuhmu?


"Tentu saja tidak"


"Ahh, syukurlah, aku tidak bisa membayangkan nasibmu jika berakhir bersama si kutub utara itu"


"Si kutub utara?

__ADS_1


"Hei kunyuk!!!! Jangan menguping pembicaraan para wanita kau mau di tonjok?


Deon segera bergegas duduk di mejanya karena nyalinya ciut pada gadis galak di depannya.


"Tapi aku tetap berutang padamu tugasku telah selesai karena kau, pokoknya hari ini aku akan memberimu traktiran"


"Aku akan makan banyak"


Setelah Monika tiba segera berkas yang mereka kerjakan di periksa. Ketegangan menyelimuti keduanya. Mia tidak berhenti memperhatiakn raut wajah Monika dan mempelajarinya.


Pada akhirnya laporan itu diterima dengan baik tapi pekerjaan selanjutnya masih menunggu mereka.


"Sebelum kalian mengerjakan itu pergilah ke ruang kepala bagain dan ambil beberapa dokumen yang aku pesan"


"Baik" keduanya menjawab serempak lalu beranjak meningalkan neraka itu.


"Apa kau tahu dimana ruangannya?


"Kita hanya perlu belok kiri di pojokan"


Ketika tiba di ruang kepala bagian akhirnya mereka menerima berkasnya, bukan beberapa tapi segunung. 2 karton besar membuat mereka kewalahan mengangkatanya.


"Tunggu,, tunggu, aku,, aku harus ke toilet."


Keti meletakkan kartonnya di samping Mia dan berlari kembali ke toilet.

__ADS_1


__ADS_2