
Saat sarapan, semua orang berkumpul dan Megan memperhatikan Carri dengan seksama, ia merasa lega karena putrinya sudah baik-baik saja.
Di kursi lain Sari merasa ada banyak hal yang aneh dengan Carri, ia sudah lama mencari kelemahannya tapi kali ini ia sepertinya beruntung karena mendapatkannya.
Besok adalah ulang tahun kakek hingga ia harus mempersiapkan diri dengan baik, ia akan merebut semua perhatian orang. Dan mungkin juga besok ia memiliki kesempatan yang bagus untuk menjatuhkan adiknya.
Setelah sarapan, Carri dan Geri di antar oleh supir untuk memeriksa diri di rumah sakit, Kakek juga ikut karena ingin memastikannya sendiri.
Segera mobil itu tiba di rumah sakit dan dokter keluarga melayani mereka.
Setelah setengah hari mereka pulang ke rumah dan makan siang, Megan sudah memasak banyak makanan.
Sari pergi ke kebun belakang setelah selesai makan siang dan memperhatikan keadaan disana.
Tidak ada apa pun yang aneh hingga ia merasa bingung mengapa Carri takut untuk kemari. Melihat seorang pelayan sedang membersihkan rerumputan ia kemudian bertanya padanya.
"Apa adik ku pernah datang ke ke kebun ini?
"Ya nona"
"Apa yang dilakukannya?
"Nona hanya duduk di pondok dan minum teh bersama Tuan Besar"
"Apa ada sesuatu yang lain?
"Tidka ada nona"
'Ada apa ini, mungkinkah ada sesuatu yang disembunyikan'
__ADS_1
Pada malam harinya ketika semua orang sudah berkumpul di sofa, hasil pemeriksaan Carri dan suaminya telah datang diantar oleh seorang kepercayaan.
Semua orang merasa gugup melihat amplop di tangan kakek, namun Sari memasang wajah cerianya dan tersenyum penuh kemenangan.
Dengan perlahan Kakek membuka amplop dan membaca surat yang berisi tinta hitam menggambarkan huruf yang berkesinambungan.
Semua orang merasa gugup dan tidak sabar menerima hasil pemeriksaannya.
Ketika selesai membaca kakek meletakkan surat itu di meja dan menyandarkan punggungnya ke belakang kursi memejamkan matanya.
"Ayah ada apa?
Megan segera meraih hasil pemeriksaan itu dan membacanya dengan teliti hingga wajahnya berubah pucat, tangannya yang memegang kertas bergetar dan kemudian meletakkannya kembali ke meja.
Semua orang bergilir membacanya dan tidak tahu harus bereaksi apa hingga akhirnya Geri adalah orang terakhir yang membacanya dan langsung meremas kertas itu lalu menuntun Carri ke kamarnya.
Setelah tiba di kamarnya Carri duduk di tepi ranjang dengan Geri memeluknya sambil tersenyum.
"Huh?
"Kita akan mengikuti permainannya"
Carri merasa bingung tapi ia tersenyum karena percaya pada suaminya hingga ia hanya berbalik memeluk suami tercintanya.
Keesokan hari rumah tua sudah dipenuhi dengan banyak kerabat dan mereka berbincang di sofa dan juga beberapa lainnnya berada di kebun belakang memuji kebun yang terawat dengan baik.
Para pelayan sibuk melayani tamu dan juga bekerja di dapur, karena ada banyak kerabat yang datang maka para pelayan tidak bisa menangani semuanya.
Carri turun dari kamarnya bersama Geri, semua orang memperhatikannya karena beberapa dari mereka belum pernah bertemu Carri.
__ADS_1
Para sepupu Carri terutama gadis-gadis juga ingin melihat Geri secara langsung, apa lagi mereka telah mengenal Geri lewat berita yang mereka baca.
Karena semua mata tertuju pada pasangan itu, Sari semakin jengkel, ia sedang duduk bersama dengan para kerabatnya dan mereka semua sedang memuji kacantikannya namun langsung teralih ketika pasangan itu muncul.
Carri dan suaminya menyapa semua kerabat satu persatu, Megan dengan bangga memperkenalkan putri dan menantunya.
Semua orang memuji mereka hingga akhirnya Geri pamit dari pada wanita itu untuk bergabung bersama para lelaki.
Carri langsung di tarik oleh Bibi Nari untuk duduk disampingnya.
"Nak, kamu sangat cantik, ibumu beruntung memiliki dua orang putri yang sangat cantik"
"Ya, aku baru kali ini melihatnya, tapi bahkan Carri lebih cantik dari gadis mana pun yang aku temui"
Semua orang hanya berfokus pada Carri hingga mereka semua melupakan Sari yang dari tadi duduk bersebrangan dengan Carri.
Ia merasa kesal, namun tidak ada hang dapat menolongnya. Situasinya menjadi canggung dan ia merasa ingin meledak, tapi ia masih dapat mempertahankan senyum palsunya demi tidak terlihat *****.
Sari mengingat kejadian kemarin dan kemudian memiliki ide untuk mempermalukan Carri.
"Adikku memang sangat cantik, dan ia juga memiliki suami yang tampan dan baik"
Saris sengaja mengarahkan mereka semua ke pernikahan Carri dengan maksud tersembunyi.
"Ya kalian begitu serasi, sudah berapa lama kalian menikah?
"Hampi setengah tahun Bibi"
"Lalu kapan kalian memberi kami seorang cucu yang manis?"
__ADS_1
"Aku bisa membayangkan jika mereka memiliki seorang bayi seperti apa wajah imutnya itu"
Sari tersenyum puas karena berhasil membuat Carri terpojok, rencana yang bagus.