Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 59


__ADS_3

Pada hari selasa ketika Carri kembali dari tempat belajar, ia mampir di tempat mereka akan membuka perusahaan, disana sudah menunggu Ezra dna Intan.


Mereka sudah selesai melihat desain dari kantor baru mereka.


Mereka merasa puas dengan desain dari pekerjanya. bahkan mereka telah mempunyai ruangan masing-masing untuk bekerja.


Perlengkapan yang dibutuhkan juga sudah disediakan. Mereka hanya tinggal menggunakannya saja. Ketiganya duduk di sofa pada ruang tengah dan mulai membicarakan bisnis mereka.


Desain yang lebih dulu di buat oleh Ezra telah di kirim ke penjahit.


Beberapa desain baru yang Ezra buat diperiksa oleh mereka bertiga.


Desain itu menunjukkan kekelaman dengan perpaduan warna gelap dan terang yang berani. Ini bahkan belum ada di pasaran, dan sangat bertolak belakang dari milik Mode.


Carri mengagumi desain itu lalu memutuskan untuk memproduksinya juga.


"Ezra, bukanka yang desain milik Mode adalah desainmu juga mengapa sekarang terlihat begitu berbeda?


"Ya itu karena aku telah melalui banyak perjuangan di jalanan, aku banyak mendapat ide ketika berada dijalanan"


"Tapi bagaimana pun aku melihatnya tetap saja desainmu yang saat ini jauh lebih baik, bahkan kita bisa mendaftarkan diri pada ajang nasional untuk memulai memperkenalkan diri pada semua orang"


Intan berkata dengan semangat, bahkan matanya berbinar-binar karena ia tau kalau mereka pasti akan memenangkan penghargaan itu.


"Kau benar, kau bisa mengatur itu untuk kita"


"Kalau begitu sudah diputuskan"


Mereka membahas beberapa hal lagi sebelum mereka kembali.

__ADS_1


Ketika Carri tiba di apartemen ia menemukan suaminya sudha memasak dan sedang menunggunya di sofa.


Sepertinya ia pulang terlalu malam hingga ia perlu berusaha agar suaminya tidka marah. Apa lagi jika suaminya marah ia suka meminta sesuatu yang aneh pada Carri.


Carri langsung duduk di pangkuan geri dan melingkarkan tangannya di leher suaminya lalu mengecup bibir suaminya berulang-ulang.


Geri memandangi tingkah istrinya yang sedikit menggelikan itu, ia tahu bahwa istri kecilnya sedang berusaha menenangkannya jadi ia hanya menikmati permainan itu hingga Carri menghentikannya.


"Istriku sekarang lebih sibuk dari suaminya huh?


Carri tersenyum dan mengeratkan pelukannya dileher suaminya.


"Apa kau marah?


"Aku harus marah supaya istriku memberi lebih banyak waktunya untukku"


Carri tertawa lembut "Aku akan mengingat perkataan suamiku"


Geri kemudian menggendong istrinya menuju kamar mandi. Mereka mandi bersama sambil membuat suara desahan di balik pintu kamar mandi.


Setelah mandi mereka memakai baju rumah lalu makan malam bersama dan berakhir di ruang kerja.


Carri harus membuat rancangan untuk perusahaan mereka ia sudah meminjam banyak uang dari suaminya untuk modal awal hingga mereka harus mengunakan strategi yang lebih cantik dalam mempromosikan perusahaan kecil mereka.


Dan itu akan dimulai dari promosi, mereka tidak mau menjadi merek kelas rendah jadi ia harus mengatur strategi hinga merek mereka bisa dipasarkan di kalangan para sosialita.


Setelah membuat beberapa rencana ia kemudian melirik suaminya yang masih bekerja. Ia meraih sebuah buku dan membacanya sambil menunggu Geri menyelesaikan pekerjaannya.


Setelah Geri selesai ia kemudian memberi tahu apa yang dipikirkannya.

__ADS_1


"Aku akan menghadiri makan malam minggu depan dan itu adalah tempat yang bagus untuk promosimu, bahkan ini lebih muda karena mereka tau kau adalah istriku"


"Aku mengerti maksudmu, kalau begitu aku akan mempersiapkannya"


Geri bangga dengan istrinya yang pintar itu hingga bisa mengerti dengan cepat apa yang ia maksud.


Setelah itu mereka meningalkan ruang kerja dan berlalu ke kamar mereka. Geri duduk bersandar ke kepala ranjang, sedangkan Carri tidur dipangkuannya.


"Sayang, bagaimana dengan hasil tes yang kemarin kau belum memberitahuku"


Geri melihat ekspresi cemas Carri dan ia meraih HP lalu memperlihatkan hasil pemeriksaannya.


"Semuanya baik-baik saja. Kau tidak perlu hawatir"


"Tapi kenapa aku tidak hamil juga?


"Aku tidak mau membuat istrikuenderita dengan kehamilan"


"Sayang kok kamu ngomongnya gitu sih? aku pengen jadi wanita sempurna punya anak dan jadi seorang ibu"


"Iya aku tau tapi kita hanya perlu menunggu, mungkin Tuhan masih ingin kita berduaan saja"


Carri mengerti dengan ucapan suaminya dan ia juga merasa lebih tenang.


"Kamu masih muda sayang, masa depan kamu masih panjang, bahkan sekarang kamu baru memulai karirmu, kita akan melihatnya nanti apaka kita perlu melakuakn bayi tabung atau penanganan medis lainnya"


"Maafkan aku, aku hanya takut kalau ada kesalahan dengan tubuh kita, karena selama ini pun kita tidak pakai pengaman, jadi aku sering memikirkan yang buruk-buruk belakangan ini"


"Jangan lagi Ok? Aku selalu ada disisimu"

__ADS_1


"Makasih sayang"


__ADS_2