
Carri menjawab Sari dengan tidak berdaya, ia malas berbicara dan hanya fokus pada HPnya.
Sari menjadi malas dan kembali duduk di sofa ia menyalakan TV dan menonton seoanjang malam.
Carri hanya duduk menatap HPnya hingga ia tertidur dalam posisi duduk bersandar.
Pagi harinya ketika bangun ia menemukan dirinya masih lada posisi yang sama, sedangkan Sari sudah menghilang dari ruangan itu.
Ia sudah lebih bertenaga sekarang. ia bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi, ia membersihkan diri dan menggunakan pakaian rumah sakit.
Pakaian itu sangat besar hingga menutupi seluruh badannya. Ia hanya memakai baju luaran tanpa pakaian dalam.
Ia merasa risih dan naik ke tempat tidur membungkus diri dan memperhatikan layar ponselnya yang hitam.
Dalam hati ia ingin menangis namun jika ia menangis siapa yang akan mencari suaminya nanti. Ia bahkan tidak bisa pergi dari dumah sakit karena selain tidak punya uang, ia juga tidak memiliki pakaian ganti.
Bagaimana respon orang luar jika tahu bahwa istri seorang CEO kaya berkeliaran seprti gelandangan. Yang ada saham perusahaan Geri akan terpengaruh dan mengakibatkan banyak masalah lain.
Setelah menunggu beberapa saat orang tuanya masuk ke kamarnya membawa makan. Carri makan dengan baik sambil bercerita dengan mamanya.
Mereka membahas hal-hal lucu hingga Carri tertawa gembira dnegan candaan mereka.
Setelah makan mamanya membawa Carri ke salon kecantikan melakukan perawatan..
"Kau terlihat sangat tidak bersemangat hingga kamu perlu di buat mebih bersemangat ya kan?
Carri mengikuti apa yang dikatakan oleh mamanya meski ia sebenarnya ingin sekali pergi dan mencari suaminya.
__ADS_1
Setelah beberapa jam ia telah selesai, mereka pergi makan siang bersama. Papanya telah pergi untuk bekerja jadi mereka hanya berdua saja.
Sesudaj makan siang mamanya mengantarnya ke butik mode untuk mencari pakaian, namun ketiaka tiba disna Carri tidak masuk ke toko Mode dan berjalan ke arah samping pada toko A untuk memilih pakaian.
Mamanya ingin protes tapi Carri sudah menariknya masuk hinga mereka khirnya memilih sebuah gaun dari sana.
Setelah mengganti pakaian mereka pergi ke toko perhiasan dan dan juga kasesoris.
Selesai berbelanja mamanya mengajaknya ke suatu hotel dan mereka menikmati pemandangan yang indah dari sana.
"Ma, kenapa kita kesini"
"Nak, kamu butuh refresing supaya kamu merasa lebih baik. Besok kita baru akan mencari Geri, papa kamu sudah menyelidiki apa yang terjadi dan paling lambat kita akan tahu besok. Jadi sekarang kamu jangan berpikir macam-macam dan nikmati saja pemandangannya.
Carri mengangguk dan mulai mengalihkan pikirannya dan menatap kota yang indah dibawahnya.
Mereka berjalan masuk ke lift, namun Mamanya bukan menekan lobi malah menekan lantai 8.
"Lho Ma, kok lantai 8 sih kita kan mau pulang"
"Ia tapi Papa kamu bilang kita akan pulang bersama dan dia lagi menunggu kita di lantai 8"
"Ohh"
Mereka keluar dari lift dan berjalan sampai mendapat pintu besar yang putih.
"Sayang kamu masuk dulu ya mama mau ke toilet dulu"
__ADS_1
"Iya Ma"
Carri mendorong perlahan pintu ruangan dan kemudian mendapati ruangan itu gelap. Beberapa saat kemudian lampunya menyala dan beberapa ornag berdiri di depannya menggunakan topi kerucut dengan terompet kecil dimulut mereka.
Carri teridam sesaat dan kemudian dikagetkan oleh suara terompet yang ditiup bersmaan.
"Selamat ulang tahun"
Carri tidak tahu harus bekata apa dan kemudian adiknya datang memeluknya dengan hangat.
"Selamat ualng tahun Kak"
Carri terharu dan menangis dalam pelukan adiknya.
Ia bahagia dan juga sedih, ini adalaj ulang tahun pertamanya setelah pernikahannya, namun itu dirayakan tanpa suaminya.
Ia tidak bisa menahan air matanya dan menangis keras sambil memeluk erat adiknya. Semua orang disana merasa heran dengan Carri, tapi mereka hanya diam dan tidak berani berkata apa pun.
"Kak?
Carri tidak dapat mendengar apa yang dikatakan Regan karena ia hanya ingin menangis dan ia bersyukur bahwa masih ada orang yang rela memberi pelukan terhangat untuknya.
Karena Carri menangis sangat lama semua orang kembali duduk di sofa dan membiarkan Carri untuk tenang dalam pelukan Regan.
Mereka merasa hawatir bahwa Carri akan pingsan dan kenapa-napa namun mereka tidak mau menghancurkan momen yang khusus yang dibuat untuknya.
Di sisi lain Sari sedang memegang erat tangan Gen, ia merasa kesal dnegan Carri, bahkan saat ini Carri menggunakan pakaian desain A.
__ADS_1
Gen juga memiliki pikiran yang samaa namun mereka tetap mempertahankan wajah yang tenang.