
Setelah pulang Carri diajak oleh Sara untuk pergi berbelanja. Meski Carri menolak namun Sara terus memaksa hingga Carri hanya bisa pasrah dan mengikutinya pergi.
Sesampainya mereka di sebuah mol besar di kota itu kemudian Sara mengajaknya pergi ke sebuah toko pakaian yang menjadi langganan para gadis muda, hingga ketika mereka banyak mendapati gadis dari kalangan sosialita berbelanja disana.
Pelayan toko itu menyambut mereka dengan antusias karena mereka tahu bahwa seorang gadis yang baru saja masuk itu memiliki penampilan yang mencerminkan status sosial mereka.
Mereka juga emmperhatikan Carri namun mereka tidka tertarik dengannya dna hanya mengira jika Carri adalah asisten atau pun penjaga yang disiapkan untuk Sara.
"Ada yang bisa kami bantu nona" Seorang pelayan dengan tubuh yang tinggi dan memiliki wajah yang ramah datang menyapa mereka.
"Aku akan mengunjungi sebuah acara makan malam" Sara berbicara dnegan santai sambil terus menggenggam tanagn Carri.
"Silahkan lewat sini nona" Pelayan itu menunjukkan jalannya.
Carri segera melepas genggaman tangan Sara. "Aku akan menunggumu disana"
"Oke" Sara berlalu mengikuti pelayan yang telah berjalan lebih dulu.
Carri duduk di sebuah sofa yang disiapkan di ruangan itu lalu memandangi beberapa baju pajangan yang terlihat modis.
Ia mengelilingkan pandangannya berusaha mencari hal baru dan melihat seornag gadis kecil yang duduk sendirian sambil bermain rubik.
Gadis itu memutar rubiknya dengan sembarangan hingga bukannya jadi lebih rapi warnanya malah tambah berantakan.
Carri hanya tersenyum dan melihat perjuangan gadis kecil itu. Ia dulunya seperti rubik itu, tersusun rapi dan indah dengan semua warna yang senada.
Lalu kemudian berbagai peristiwa terjadi hingga warna yang semula rapi itu menjadi berantakan dan tak karuan.
Namun akhir ini ia mendapati beberapa warna telah kembali ke tempatnya, meski masih banyak yang berhamburan, namun perlahan itu akan kembali ke tempatnya semula.
Ketika ia memperhatikan rubik di tangan gadis itu, ia tidak sadar bahwa gadis itu sudah menyadari tatapannya dan karena ia anak yang pintar ia tahu bahwa Carri sedang memandangi rubik di tangannya.
Perlahan ia berjalan ke arah Carri lalu menyerahkan rubik itu pada Carri.
Melihat wajah lugu gadis didepannya ia tersenyum meraih rubik itu. "Nama kamu siapa"
__ADS_1
"Ike, kakak?"
"Carri"
"Apa kaka menyukai rubik itu?
Carri segera mengerti bahwa gadis itu telah melihat Carri memandangi rubik itu sejak tadi.
"Apa ini milik Dek Ike?
"Ya, ibu baru saja membelikannya, namun sangat susah memainkannya"
"Boleh kakak bantu?
Gadis itu menjadi semangat lalu melompat kegirangan menepuk tangannya dan mengangguk beberapa kali. "Ya, ya, ya, aku mau kak"
Carri tersenyum lalu mengajarinya, ia memberi tahu teknik dasar permainannya hingga kemudian rubik itu hampir selesai.
"Wah Kakak hebat, kau bisa menyelesaikannya dengan sangat cepat"
Gadis itu bersorak kegirangan lalu memeluk Carri dengan antusias.
"Sayang" Seorang wanita datang menghampiri mereka.
"Mama, lihat aku berhasil menyelesaikannya dibantu kakak Carri" Ike memperlihatkan rubik yang telah tersusun rapi sesuai dengan warnanya.
"Itu hebat sayang"
"Iya kan bu?
"Iya sayang".
Ibu itu berpamitan pada Carri lalu berlalu meninggalkan tempat itu.
Carri memandang dengan hangat kepergian ibu dan anak itu, hingga Sarah datang menghampirinya.
__ADS_1
"Apakah sudah selesai?
"Ya" Sara memperlihatkan kantong belanjanya pada Carri dan mereka berlalu dari toko itu.
Sara dan Carri berjalan ke sebuah restoran Thailand dan makan malam bersama.
"Apa kau tidak ingin membeli sesuatu?
Carri hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan makannya.
Sara tak lagi bertanya apa pun dan mereka makan dengan hening lalu berjalan keluar dari mol itu.
Sesampainya di parkiran mereka melihat Pak Seto sedang berjalan ke arah mereka.
"Slamat malam Pak" Sara lebih dulu menyapa, sednagkan Carri hanya diam dan memandang Pak Seto dengan senyum.
"Kalian habis berbelanja". Pak seto melihat ke arah kantong belanja di tangan Sara.
"Carri menemani saya membeli sebuah gaun untuk acara makan malam"
Pak seto hanya mengangguk lalu berjalan meningalkan mereka.
"Apa kau tidak takut kalau Pak Seto akan mempersulitmu di mata pelajarannya?
"Aku hanya perlu mengikuti ujian akhir nantinya"
"Ya kau bisa belajar di rumah saja dan kemudian mengikuti ujian akhir nanti. lagi pula kau adalah orang yang pandai hingga aku yakin kamu mampu"
Sara menarik tangan Carri hingga mereka masuk ke mobil dan berjalan pulang.
Karena rumah mereka tidak searah jadi Carri mengantar Sara ke rumahnya lebih dulu. Rumah dengan dua lantai dan banyak bunga di halamannya membuat Carri tersenyum.
"Ini adalah rumahku, kamu bisa mampir lebih dulu"
"Tidak perlu aku masih harus pulang melakukan beberapa hal"
__ADS_1
Sara segera turun dari mobil dan berjalan ke dalam rumahnya sambil melambaikan tangan pada Carri.