Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 41


__ADS_3

Geri memmbuka email itu dnegan santai, bahkan jika hasilnya sangat buruk ia tetap tidka terpengaruh karena yang terpenting istrinya akan tetap disisinya sampai selamanya.


Setelah terbuka ia dnegan seksama menelusuri hasil pemeriksaan itu dna terakhir ia mendapati bahwa Carri baik-baik saja begitu pun dirinya.


Geri menutup hasil laporan itu lalu melanjutkan pekerjaannnya.


Mereka masing-masing sibuk pada kegiatannya sampai sore di taman.


Mereka kembali ke apartemen pada puku 5 sore. Sebelum sampai ke apartemen mereka singgah lebih dulu di swalayan terdekat untuk belanja kebutuhan rumah.


Carri yang memilih belanjaan, sedangkan Geri mendorong troli, beberapa orang di sana memperhatikan mereka, bahkan beberapa mendapatkan gambar untuk di pasang di medsos.


Setelah kembali ke apartemen Carri mandi lebih dulu, sedangkan Geri masih melanjutkan sedikit pekerjaannya.


Setelah mandi Carri membuat teh untuk suaminya lalu mengantarkannya ke ruang kerja.


Ia kembali turun ke dapur dan membuat makan malam.


Tepat pukul 7 mereka makan malam bersama, lalu kemudian Carri mengerjakan tugasnya juga.


Mereka memiliki banyak tugas, beberapa adalah tugas kelompok. Ia meninggalkan tugas kelompok dan hanya mengerjakan tugas individu saja.


Larut malam mereka baru tidur, bahkan Carri telah tidur di depan semua bukunya hingga Geri yang mengangkatnya ke ranjang.


Hari ini ialah tanggal merah, entah tanggal merah apa yang penting adalah liburnya.


Geri tetap berangkat kerja sednagkan Carri bpsan berada di rumah sendirian. Ia sudha membaca semua buku yang ada disna, dan Geri pun sudah berjanji akan mengganti buku itu.

__ADS_1


Permintaan Carri hanya satu, lebih banyak buku tentang bisnis.


Carri mentukai bisnis, dan saat ini ia sudah mengetahui banyak hal tentang bisnis, buku-buku milik Geri merupakan buku terkenal hingga Carri mendapat pengalaman yang luar biasa setiap kali ia menuju ruang buku.


Merasa bosan tanpa apa pun akhirnya Carri mendekati komputer Geri, ia memeriksa komputer itu entah apa pun yang bisa menghilangkan kebosanannya.


Dengan komputer ia menjelajah ruang internet dan menemukan beberapa artikel, namun sebentar saja ia sudah lelah menatap layar putih, hingga kemudian mematikannya.


Ia kemudian berpikir untuk keluar jalan-jalan, mungkin ia akan pergi ke mol.


Setelah bersiap-siap ia diantar oleh supirnya mengelilingi kota seharian. Sampai sore ia mendapat kabar bahwa suaminya akan bekerja lembur karena suatu proyek yang telah mendesak.


Carri menjadi murung menatap ke arah jalanan. Setelah lama menatap pandangannya tertuju pada sebuah gedung bertuliskan Mode.


Gedung dengan 5 lantai dan memiliki desain modern dengan berbagai warna pastel.


Ia merasa tertarik dan kemudian menyuruh supirnya untuk berhenti disana.


Karena trauma dengan kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu hingga ia kemudian menyuruh supirnya berganti baju memakai kemeja biasa.


Supirnya adalah seorang pria lajang berusi 35 tahun, namun ia memiliki kepribadian tertutup, hingga jarnag sekali ia berbicara.


Ia memiliki wajah yang cukup tampan, dan manis dengan kulit gelapnya.


Supir bernama Pande itu juga memiliki seni bela diri yang tidka bisa dianggap enteng, hingga Carri merasa aman ketika ada supirnya didekatnya.


Setelah selesai berganti baju, akhirnya mereka masuk ke gedung itu.

__ADS_1


Mereka menuju ke lantai dua sesuai petunjuk. Disana terdapat berbagai pakaian santai yang memiliki cokar tradisional.


Meski itu adalah corka tradisional namun tetap modern dengan penggunaan kain polos dan potongan unik yang mereka gunakan.


Tempat itu sangat luas dan Carri terus berkeliling diekori supirnya Pande.


Pelayan memperhatikan mereka yang hanya berkeliling mangamati hingga mereka menjadi bosan dan mengabaikannya.


Beberapa saat kemudian ia tiba di tempat semula ia berdiri lalu seornag pelayan mendatanginya.


"Ada yang bisa kami bantu?


"Ya bungkuskan aku setiap macam model yang ada pada rak B4"


Pelayan itu terkejut mendengarnya, pakaian pada ran B4 adalah yang paling menarik tapi jarang seseoranga akan pas ketika menggunakannya.


Hanya seornag dengan tubuh proporsional yang akan tampak anggun dnegan semua pakaian itu, namu pelayan itu tidka heran ketika kemudian ia mengamati Carri dari atas sampai bawah.


Pelayan itu kemudian mempersilahkan Carri untuk menuggu beberapa saat di sofa yang tersedia di runagan tunggu.


Kemudian pelayan membubgkus semua baju sesuai ukuran Carri lalu menyerahkannya pada Carri.


Cari membayar menggunakan kartu emas yang telah diberikan oleh Geri padanya.


Ia sebnarnya tidka mau menghamburkna uang, namun Geri selalu menuntutnya untuk membeli sesuatu hingga ia kemudian berpikir membeli beberapa baju dari toko itu untuk mengisi koleksi baju di lemarinya yang agak kosong.


Setelah selesai membayar mereka kemudian berkeliling di 2 lantai lain lalu memberli beberapa pakaian.

__ADS_1


Semua ornag memperhatikannya, apa lagi ketika ia mengeluarkan kartu emas, mereka semua terkaget dan bahkan beberapa pelayan menjadi mnggut beberapa detik sebelum meraih kartu miliknya.


__ADS_2