Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 139


__ADS_3

"Tuan, dapatkah anda merahasiakan ini, saya tidak ingin membuat kehebohan, jika semua orang sampai tahu" Tentu saja tidak masalah bagi Mia untuk diketahui oleh orang lain, lagi pula itu hanya drama, tapi ia lebih menyukai kalau tidak ada yang tahu bahwa ialah yang menggantikan Sari diacara itu, bisa jadi ia mendapat masalah tambahan dan mala menambah musuh.


"Hahahaaa,, tentu saja tidak akan, tapi aku mempunyai satu syarat" Henry mtersenyum penuh arti.


Mia mengerutkan keningnya, orang ini dingin dan hangat secara bersamaan, apa ia seornag psikopat, "Apa maksud anda?


"Datang dan temui aku besok" Henry menyerahkan sebuah catatan kecil pada Mia lalu bangkit berdiri meningalkan gadis itu dalam kebingungan.


"Ken kau disini, ayo keluar dan menyapa semua orang, anak-anak panti disini sangat lucu dan menggemaskan" Atrin menatap Ken terpesona oleh ketampanan pria didepannya, tapi kali ini pria ini tidak terlihat hangat, ia berubah dingin dan terlihat mendominasi. Aura yang dipancarkannya juga berbeda membuat suasana menjadi terasa kelam. Itu tidak masalah, ia menyukai pria seperti itu, pokoknya semua pria tampan yang terlihat elegan, ia menyukainya.


"Mm" Ken mengikuti Atrin menuju aula.

__ADS_1


Ia sebenarnya hanya ingin sendiri dan menunggu area belakang akan sepi lalu bisa menganti bajunya dan kembali menjadi Mia. Tapi ia memang sial kedua anak nakal itu sengaja meningalkannya dan menikmati kebebasan mereka tanpa mengajaknya. Ia terperangkap dalam rencananya sendiri, hingga harus menyelesaikannya sampai akhir dan terus berpura-pura menjadi Ken.


Sebenarnya ia juga sangat ingin keluar dan menemui sahabatnya Carri, karena dari panggung ia melihatnya sekilas datang bersama suaminya, tapi sialnya ia masih harus menemui mereka dalam keadaan seperti ini.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka tiba di aula, sangat ramai dan sangat hangat, semua orang bermain dengan anak panti dan juga makan bersama. Tapi kemudian ia mengerutkan keningnya ketika tiba-tiba semua perhatian para gadis bahkan para lelaki tertuju padanya dan beberapa meninggalkan anak panti yang sedang bersemangat bercerita dengan mereka. Meninggalkan anak-anak itu untuk mengerumuninya, beberapa juga tetap diam di tempat seperti kehilangan jiwanya. Oh, ia mencuri banyak perhatian dan membuat banyak anak manis dan lucu menjadi sedih diacuhkan.


Sungguh ketampanan tidak selamanya membawa berkat, kadang menyiksa sang empunya dan beberapa mahluk tak berdosa lainnya. Mia mencibir dalam hati sambil mengelapkan tatapannya. Sekarang ia menjadi aktris sejati dengan akting tingkat dewa.


"Aku ingin menculiknya di ranjangku"


"Kalau aku akan mengikatnya di setiap langkahku, lihatla betapa kerennya dia"

__ADS_1


Keti dan Deon yang sedang bermain bersama beberapa anak panti memperhatikan suasana dan terkikik didalam hati membayangkan bagaimana perasaan semua gadis itu jika mereka tahu bahwa hari ini mereka jatuh cinta pada sesama jenisnya.


Carri dan Geri juga ada disana, jadi Carri sudah setengah gelisah mencari Mia, ia hanya duduk disamping Geri sambil menyapu semua ruangan, tapi sayangnya ia tidak kunjung melihat Mia.


"Ada apa sayang" Geri merasa risih dengan sikap Carri yang terlalu berisik.


"Aku mencari Mia, lihat di pojokan sana ada Keti dan juga Arron, tapi Mia tidak ada" Keti memandang penuh arti pada suaminya.


"Baiklah, akan ku temani mencarinya, tapi ingat, kau harus tetap disampingku" Geri tidak mungkin membiarkan Mia berjalan sendiri menerobos kerumunan orang di aula ini, bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi.


"Ayo" Carri berkata penuh semangat sambil berdiri.

__ADS_1


"Kita akan bertanya lebih dulu pada Keti" Geri merangkul pinggang istrinya sambil berjalan menuju pojokan. Ia sedikit mengerutkan alisnya bahwa jarak mereka terlalu jauh. Gadis itu memilih berada di pojokan seperti menghindari orang, ia bahkan hanya tertunduk dan bermain bersama anak panti.


__ADS_2