
"Aku sudah lebih baik jadi Bos, kau bisa mengatakan rencanamu sekarang"
Carri memandang wajah polos Ezra dan mengamatinya sesaat kemudian menghela nafas.
"Aku ingin membuka bisnis, sebuah perusahaan yang akan dimulai dari nol, dan kita bisa menjadi patner, aku telah melihat desain yang kau kirim kemarin, itu luar biasa hebat"
"Terima kasih Bos" Ezra berbicara dengan semangat dan penuh kegirangan di setiap sudut wajahnya. Dia tidka lagi mengingat kesedihannya karena masa deoan yang lebih baik sednag dihadapannya, dan ini adalah langkah pertamanya.
Melupakan kejadian di masa lalu dan mengambil langkah ke masa mendatang yang penuh harapan.
"Baiklah hari ini kita akan memulainya, aku telah melakukan konsultasi dengan suamiku, dan ia telah mencarikan kita bangunan yang akan menjadi tempat perusahaan kita berdiri"
"Tapi sebelum itu bagaiman menurutmu dengan persetujuan ini? Carri menawarkan kontrak yang telah ia buat pada Ezra.
Ezra terkejut dengan tulisan diatas kertas itu hingga ia menganga lalu menatap ke arah Carri.
"Ini terlalu berlebihan untukku"
"Hahahahahhahhh, tidka ada masalah kau harus bekerja keras dnegan keuntungan itu ya kan?
Ezra masih ragu-ragu, karena disana tertulis saham perusahaan mereka 50:50.
"Beri aku 10, baru aku aku akan langsung menandatangani"
"Ok" Carri langsung meraih dokumen itu dan memasukkannya ke dalam tas.
Mereka kemudian pergi mengunjubgi gedung tempat mereka akan mulai bertempur.
__ADS_1
Gedung itu berada di sebuah tempat yang agak tersembunyi, namun suasananya sangat baik untuk bekerja dengan tenang.
Mereka hanya menyewa satu lantai pada lantai 4, Tempat itu lumayan luas hingga cukup untuk mereka memulai sebuah perusahaan yang mulai dari nol.
Ketika melihatnya, Ezra langsung setuju dan berkeliling memeriksa setiap ruangan disana.
Dibelakang gedung ada sebuah taman hingga itu dapat mempermudah mereka untuk refresing ketika ada kejemuan di tempat kerja.
"Kalau begitu kita akan memilih tempat ini, aku akan menyewa seornag desain interior untuk kita"
"Aku akan mengikuti setiap keputusanmu Bos"
"Gunakan sisa uang di kartu yang kuberikan padamu untuk mencari sebuah apartemen"
Ezra sangat girang dan langsung memeluk Carri.
"Oh baiklah" Ezra langsung melepaskan pelukannya itu lalu mereka berdua kembali ke mobil.
"Aku memiliki teman yang bisa membantu kita dalam hal keuangan dan strategi pasar"
"Aku akan mengurus keuangan, tapi temanmu bisa mengurus strategi pasar".
"Baik terima kasih Bos"
Mereka pergi makan siang lebih dulu di sebuah warung pinggir jalan.
Mereka makan memesan sate, nasi putih, sayur tumis dan ayam bakar.
__ADS_1
Warung itu berada di pusat alun-alun kota hingga disana sangat ramai.
Meski Carri tidka suka tempat yang bising, namun ia tidka adapat emnahan air liurnya untuk makanan yang sangat enak seperti yang sednag mereka nikmati.
Terlebih makan disini porsinya lebih memuaskan dari oada di restoran yang porsinya cuma sedikit gak stenga lambung yang keiisi.
Setelah makan siang kemudian mereka pergi ke hotel untuk mengantar Ezra.
Ezra Turun dari mobil tapi sebelum pergi ia sekali lagi berterima kasih pada Bosnya yang cantik itu.
Carri tersenyum melihat Ezra, bahkan Ezra lebih tua menurut umur namun ia terlihat seperti gadis remaja, apa lagi dengan tingkahnya.
Meski pun ia pintar namun mungkin saja untuk di perdaya karena tingkahnya yang masih seperti anak muda, tapi melihat semangatnya itu sangat bisa diandalkan.
Menepis pikirannya kemudian Carri menyuruh Pande untuk melajukan mobil ke apartemen.
Dalam perjalanan tiba-tiba HPnya berbunyi, itu adalah panggilan dari mamanya.
"Halo Ma"
"Nak kamu bisa tidka datang ke rumah dna nginap disini malam ini ajh"
"Aku bisa kesitu Ma, tapi aku gak bisa nginap soalnya besok pagi-pagi aku ada kerjaan"
"Ya udh mama tidak akan menyuruh kamu untuk tinggal, Kamu kesini sekarang ya".
"Iya Ma"
__ADS_1