Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 132


__ADS_3

Mereka keluar dari bioskop dan duduk di restoran mengisi perut mereka yang keroncongan tak cukup diganjal dengan pop corn. Mereka memang tak sempat makan malam karena terburu-buru dari selesainya mengerjakan tugas kampus.


Mereka duduk bertiga dimeja bundar sambil menunggu pesanan mereka.


"Apa kau sudah membaca naskahnya?" Keti memulai percakapan sambil melihat tajam ke arah Mia. Ia sangat mengharapkan kalau Mia tertarik untuk mengikuti drama yang akan mereka bawakan di acara amal.


"Ya, dramanya tentang putri salju, dan tidak terlalu menarik" Mia menjawab dengan lesu, di drama itu tidak ada tantangan yang membuatnya tertarik dan hanya berjalan selayaknya drama membosankan bagi anak-anak, jelas ia tidak menyukai sesuatu yang membosankan.


"Jadi kau tidak mau ikut serta? Keti memberi ekspresi memohon agar Mia bisa merasa iba padanya lalu mengubah pikirannya.


Melihat ekspresi Keti Mia tersenyum mengoda "Aku akan ikut, mungkin menjadi pohon atau bunga tidak terlalu buruk"

__ADS_1


Keti merasa tekanan darahnya meningkat drastis sampai akan membuat pembuluh darahnya meledak"Jelas itulah yang terburuk, harus bertahan dalam satu posisi selama drama berlangsung, bukankah itu melelahkan?" Keti menatap tajam ke Mia berharap mia mengubah pikirannya dan beralih memilih peran seorang putri. Ia memiliki rencana yang bagus.


Mia membaca dengan jelas pikiran Keti "aku akan menjadi pemeran utamanya jika mereka mengubah alur ceritanya"


"Mengubah alur? Bagaimana bisa, bukankah cerita putri salju sudah memiliki alurnya sendiri?" Keti merasa heran dengan Mia, alur apa lagi yang dicarinya, jelas anak-anak menyukai alur yang sederhana dan mudah di pahami oleh mereka.


"Aku bisa mengubahnya jika aku mau" Mia meraih makanan yang datang dan bersiap menyantapnya sehingga ia tidak terlalu memperhatikan Keti yang bersemangat karena rasa ingin tahunya.


"Ya,, ya aku setuju, kita punya si kacung yang siap berbicara pada Pak Agus" Keti sangat bersemangat, jika ini berhasil maka ia memiliki kesempatan untuk rencananya.


Mia mendongak dan menghentikan kegiatannya yang sedang makan untuk memperhatikan ekspresi bahagia kedua orang di depannya. "Akan ku buat nanti, tapi sekarang aku lapar"

__ADS_1


"Ya,, tentu, mari makan" Keti menyahut dengan penuh bahagia.


Jika ia bisa membuat Mia memerankan seorang putri maka tentu pangerannya akan ada pula, ia akan mencari orang yang paling tampan dan mengambil gambar untuk ditunjukkan pada si kutub utara. Ia mengharapkan reaksi si kutub utara untuk marah besar dan pada akhirnya menceraikan Mia, dengan begitu saudarinya ini akan lepas dari jerat Andra dan bisa bahagia tanpa memikirkan masa depannya yang suram terikat dalam pernikahan yang konyol.


Keti selalu meringis dan tidak bisa tidur mengingat bagaimana ia begitu bahagia ketika Mia akan menikah dengan Andra. Saat itu ia melihat Mia begitu baik dan sangat pantas untuk memperbaiki sifat dingin si kutub utara, tapi setelah semua kejadian yang dialami Mia, ia berharap masa lalu itu tak pernah terjadi.


Ia sendiri yang mengiring Mia pada Andra, tapi saat ini ia akan menebus kesalahannya dengan mengembalikan semuanya ke tempat semula. Ia tahu kakaknya sangat tidak menyukai orang yang berhianat jadi pilihan yang tepat adalah menusuk Andra di titik terlemahnya.


Meski selama ini Andra tidak pernah menganggap Mia tapi Keti tahu jika Andra tidka pernah mau dilangkahi, ia sangat membenci penghianatan, jadi kalau Mia diceritakan menghianatinya maka Andra akan membuang Mia saat itu juga.


Andra sendiri tidak akan pernah menyakiti Mia karena jika saja itu ia lakukan maka O1 akan menjadi penolong mereka. Andra jelas takut pada nenek, dan karena nenek menyukai Mia maka Andra akan melakukan perceraian secara terhormat untuk tidak melukai nenek. Dengan begitu baik Mia mau pun nenek tidak akan terluka, tapi Andra akan hidup dalam kekesalan karena pertama kalinya ia ditolak oleh wanita.

__ADS_1


__ADS_2