Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 196


__ADS_3

Keti melihat ruang kamarnya dengan senang. Kamarnya sudah tertata sesuai keinginannya.


Dengan yellow sebagai warna dasar dan di tambah dengan warna kesukaannya, biru langit.


Komputer yang akan ja gunakan bekerja tertata rapi di sala satu sudut ruangan. Berbagai jenis komputer canggih ada disana. Kenyamanan penggunanya sangat diperhatikan.


Ia bertekad menjadi wanita mandiri seperti Mia. Ia tidak mau bekerja di bawah pengawasan jadi ia akan mendalami perannya sebagai hacker dan programer saja.


Memiliki pekerjaan yang sekali gus menjadi hobby adalah keinginan setiap orang. Ia terlalu beruntung!


Ia begitu kagum dengan para pekerja yang disediakan Mia. Semua terselesaikan dengan cepat. Bukan hanya cepat, tapi juga sempurna.


Ainya kini menjadi CEO yang sesungguhnya.


"Nona, kenapa kau memilih yellow? Aku melihat kamarmu di rumah besar di penuhi warna biru langit" Deon memperhatikan kamar baru Keti.


"Karena yellow adalah warna kesukaan Andra" Keti menjawab cepat.

__ADS_1


Kebenciannya pada kakaknya sudah hilang setelah semua kejadian yang terjadi begitu cepat. Ia malah merindukannya. Bagaimana sifat dingin kakaknya yang hanya berbicara beberapa kata saja dalam sehari.


Rindu akan ketakuan yang ia rasakan ketika menatap mata Andra. Ketika ia hanya mencium aromanya. Hanya mendengar bahwa Andra berada di dekatnya.


Ia mengetahui yellow sebagai warna kesukaan kakanya ketika mereka masih kecil dan semua mainan yang di pajang di kamar kakaknya memiliki nuansa kuning.


Meski begitu kakaknya tidak pernah menggunakan yelow untuk tempat dimana ia berada. Ia selalu menghindarinya meski pun hanya setitik di dinding.


Hal itu terjadi karena Andra memiliki pengalaman mengerikan dengan warna itu.


Ketika mereka kecil Andra tidak sengaja menewaskan seekor kucing tua hanya karena sebuah topi.


Tentu saja kucing tidak akan mudah mati karena jatuh dari tempat tinggi. Tapi kucing itu sudah tua dan mungkin saja kucing itu sedang sakit hingga menyebabkan kucingnya mati.


Saat itu Keti melihat kakaknya mulai berubah. Kakaknya menjadi dingin dan mengurung dirinya sendiri. Berbicara dengan perempuan saja ia tidak mau. Saat itulah kehidupan mereka berubah.


Mereka jarang berbicara, dan Andra hanya berada di kamarnya sepanjang hari. Pintunya terkunci dan ia tidak pernah tahu apa yang dilakukan Andra disana.

__ADS_1


Dari situ juga Keti mulai menjauhi kakaknya dan tak berani mendekatinya lagi. Kakaknya akan melihatnya dengan tatapan dingin yang menyakitkan hingga ia tidak berani mendekat apa lagi menatap mata kelam itu.


Karena rasa ketakutannya, perlahan kebencian mulai tumbuh di hati Keti. Setiap kali ia menatap Andra ia merasa keringat dingin.


Mulai saat itu pula semua orang tidak berani menggunakan Yelow untuk semua peralatan di rumah. Karena trauma kakaknya pada Yelow.


Mia hanya ingin mengenang kembali masa dimana kakaknya masih hangat dan ceria. Ia ingin menghilangkan pikiran buruknya pada Andra.


Apa lagi ketika ia melihat bagaimana Mia yang di perlakukan sangat buruk oleh Andra bisa jatuh cinta dengannya.


Terkadang kita perlu kesedihan untuk melihat sebuah cinta.


"Andra menyukai yelow?" Deon memastikan pendengarannya lagi.


"Hei kacung! Kau pikir berapa kali aku harus memberi tahumu agar puas?" Keti berjalan menjauhi Deon dengan kesal.


Dia marah kagi!

__ADS_1


Memangnya siapa yang bisa percaya dengan omongannya. Andra menyukai yelow?


Mustahil!


__ADS_2