
Hari berikutnya Carri menjalani harinya seperti biasa, bosan dalam ruangan kelas dan makan siang bersama Sara.
Saat pulangnya Carri dijemput oleh Nando, dan dia duduk di di belakang melihat ke jendela sepanjang jalan memperhatikan suasana kota senja itu.
"Tuan sedang ada rapat penting jadi saya yang menjemput Nyonya". Nando berbicara setelah keheningan yang lama itu. Ia merasa heran bahwa Carri tidak menanyakan mengapa bukan Geri yang menjemputnya.
"Mmmn"
Carri kembali menatap ke jendela sampai mereka tiba di apartemen. Nando tidak mengantarnya masuk dan hanya berbalik pergi ketika Carri telah menghilang dibalik lift.
Setelah kembali ke kantor Geri masih melakukan rapat dan tidak ada tanda-Tanda rapat itu akan berhenti.
Sampai 2 jam kemudian rapatnya baru selesai, dan ia masih harus memburu beberapa dokumen hingga ia baru kembali ke apartemen pada tengah malam.
Ketika ia tiba dirumah ia mendapati istrinya tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala.
Tatapan Geri menjadi dingin kemudian menggendong Carri ke kamar tidur.
Ia kemudian mandi dan memakai pakaian tidur lalu berbaring memeluk istrinya yang telah lelap dalam mimpinya.
Pagi harinya Carri terbangun mendapati lengan suaminya telah menyusup kedalam bajunya dan menggenggam sala satu gunung kembarnya.
Wajahnya menjadi merah lalu dengan pelan melepas tangan Geri dari balik baju tidurnya lalu berbalik menatap suaminya yang kini masih terlelap.
Ia memandangi sumber kebahagiaannya itu beberapa saat sebelum ia beranjak dari tempat tidur.
Setalah melakukan rutinitas paginya ia mendapati bahwa suaminya masih tertidur pulas, kemudian ia membangunkannya dengan menepuko pipinya dengan lembut.
__ADS_1
Geri akhirnya membuka matanya dan langsung menarik Carri ke pelukannya lalu mencium istrinya berulang kali hingga ia puas.
Mereka sarapan bersama lalu Geri mengantar istrinya lebih dulu sebelum ia menuju kantor.
Setibanya di kantor ia mendapat laporan dari sekertarisnya bahwa perusahaan cabang di luar negri mengalami kendala dan perlu turun tangan langsung darinya.
Karena masalah yang mendesak itu, ia langsung memesan penerbangan dan menghubungi Carri.
Ia ingin menbawa istrinya namun karena Carri sedang mengikuti paket C maka ia tidak mau mengganggunya.
Butuh 8 jam perjalanan untuk tiba di perusahaan itu dan mereka langsung mengadakan rapat darurat.
Rapat yang berlangsung selama 3 jam itu baru selesai jam 11 malam.
Setelah itu mereka menuju hotel yang telah diatur oleh sekertarisnya. Geri menghubung Carri namun istrinya tidak mengangkat telfon.
Ia ingin menghubungi Geri namun mengurungkan niatnya karena ia tahu suaminya saat itu sangat sibuk.
Setelah beberapa saat pelajaran dimulai dan ia masih merasa bosan dengan pengetahuan yang ia terima.
Akhirnya ketika pulang kerumah ia mendapati mamanya sedang ada di dapur membuat kue.
Ia membantu mamanya dan banyak belajar. Selama ini ia tidak memiliki pengalaman membuat kue karena ia tidak punya uang untuk membeli bahannya.
Mereka menyajikan kue hasil karyanya lalu memberikannya untuk di coba oleh papanya.
Beberapa saat berbincang Sari datang menghampiri mereka dan membawa beberapa barang belanjaan.
__ADS_1
Itu adalah beberapa syal, kacamata dan beberapa aksesoris lainnya.
"Bu aku akan pergi bersama Kintan ke luar negri. Kami akan beberapa hari disana berlibur, dan kau harus membantuku memili beberapa diantara barang yang ku beli ini yang cocok kukenakan"
"Kau membeli begitu banyak dan menghabiskan banyak uang lagi? Papanya selalu geram dengan putri manjanya yang ketika berbelanja lupa untuk memperhitungkan pengeluarannya.
"Pa, semua barang ini sayang kalau hanya di pajang di toko saja, semuanya terlihat indah" Sari merasa geram setiap kali selesai berbelanja papanya selalu mengkritik uang yang ia habiskan, padahal menurutnya uang mereka tidak akan habis.
Lagi pula ia akan memiliki seorang kekasih model internasional, jika mereka menikah nanti ia akan mendapat banyak uang belanja.
"Bagilah beberapa barang itu dengan adikmu, dan biarkan dia yang melihat mana yang baik untuk kau bawa pergi ke luar negri" Mamanya berkata dengan lembut sambil memandang kedua putrinya dengan tatapan senang.
"Hmmm aku akan minta tolong pada Kintan saja"
"Bagaimana kau minta tolong pada orang luar sedangkan adikmu ada disini dan bisa membantumu?
"Ibu, Kintan bukanlah orang luar, lagi pula aku sudah mengenalnya sejak bertahun-tahun, Sedangkan Carri, ia baru saja bergabung dengan kita, lagi pula ia adalah mantan pemulung hingga bagaimana bisa ia memahami mode yang sedang tren saat ini?
Ayahnya merasa kesal mendengar putrinya berbicara sembarangan hingga ia tidak dapat menahan emosi dan mengebrak meja.
"Bagaimana kau bisa berkata seperti itu pada adikmu sendiri?
Melihat suaminya yang sedang marah Megan menjadi hawatir bahwa penyakitnya akan kambuh lagi hingga ia memandang ke arah Sari dan memberi kode untuk pergi ke kamarnya.
Megan menuntun Agus ke kamar.
Carri hanya terdiam menunduk tidak berani berbicara, ia telah menemukan keluarga yang telah lama ia cari, namun ternyata beberapa diantara mereka tidak menerimanya.
__ADS_1
Ia dengan tenang menuju ke kamarnya lalu membereskan pakaiannya dengan cepat dan berlalu ke apartemennya kembali.