
Pagi menyambut membangunkan semua penghuni bumi yang telah lelap sepanjang bulan berkuasa.
Geri membuka matanya perlahan menatap gadis yang ada di pelukannya. Gadis miliknya itu masih tidur lelap bersama mata sembapnya hasil menangis semalam
Geri tak tega membangunkannya hingga ia hanya memandangi wajah mungil gadisnya. Tak terkendali tangannya menyentuh pipi Carri dan mengusapnya pelan.
Carri membuka matanya perlahan karena adanya sentuhan yang menggelitik di pipinya. Sentuhan kecil yang tak pernah ia dapatkan membuatnya merasa sangat asing.
"Sudah bangun? Geri tersenyum melihat gadisnya sedang menatapnya.
"Aku tidak berhak ada di posisi itu" Ucap Carri dengan nada serah khas bangun pagi.
"Apa maksudmu? Geri merasa heran dengan kata-kata Carri.
"Hanya yang kau tanyakan semalam"
Ahahaha.. Geri tertawa melihat tingkah lucu Carri. "Kau tidak punya pilihan selain bersedia ok!
Segera Geri bangun dan berjalan keluar kamar. Ia pergi membuat sarapan untuk mereka.
Sedangkan Carri yang bingung segera menyusul Geri dengan tertunduk dan berdiri di belakang Geri yang tengah melakukan kegiatannya di dapur.
"Aku seorang pemulung dan tak pantas dengan semua kemewahan yang kau miliki" Aku akan kembali.
__ADS_1
Mendengar itu Geri menjadi emosi dan mematikan kompor lalu melihat ke arah Carri.
Namun melihat gadisnya tertunduk dengan gemetar amarah itu menghilang bagai ditelan kegelapan. Geri sadar bahwa Carri adalah wanita yang mandiri dan meski ia pendiam namun juga memiliki sifat keras kepala.
Geri mendekat memeluk Carri. "Kamu adalah gadisku saat ini sampai selamanya. Tidak ada yang boleh mengambilnya dariku. kamu hanya milikku seutuhnya mengerti!
Carri takut lagi untuk bicara hingga ia hanya mengangguk pelan menatap Geri yang masih tersenyum padanya.
"Ok, sekarang pergi mandi dan kita akan pergi keluar."
Geri melanjutkan masakannya, setelah selesai di tata rapi pada meja ia berjalan ke kamar dan mendapati Carri sedang melamun memandang baju-baju yang ada di lemari besar.
"Pilih yang kamu suka"Geri membuyarkan pikiran Carri lalu menuju kotak obat untuk mengambil obat yanga kan diberikan pada luka Carri.
Setelah selesai Geri yang membereskan dapur sementara Carri menunggunya di depan TV.
"Semua barangmu ada di kotak itu" Geri menunjuk kotak bawah laci TV.
Segera Carri berjalan ke arahnya lalu membongkar kotak tersebut. Hanya terdapat satu kotak kecil berisi tas usang yang tertera 'barang paling berhargaku'
Itu adalah perlengkapan yang ia kenakan ketika masih bayi. dan juga kalung yang sangat dijaganya, kalung yang mengikutinya dari kecil.
Hanya itu barang yang ia jaga selama ini. Yang lain bahkan tak terlalu ia pikirkan. Untunglah sekarang ada disni bersama kembali.
__ADS_1
Kalung pemberian orang tuanya terukir namanya disana bertuliskan Carri dan dibelakangnya ada huru S yang diukir dengan unik.
Tanpa sadar matanya kini mengeluarkan air asin menuju pipinya. Melihat itu Geri langsung menyeka dan menenangkannya.
"Ini barang milik orang tuaku "Carri menatap memeluk tas itu dengan erat seperti takut akan di rampas.
Segera setelah tenang Carri menyimpan semua barang itu di lemari kamar dan kemudian Geri memakaikan kalung betulis Carri di lehernya.
Hanya kalung itu jalan satu-satunya Carri dapat dikenali orang tuanya. Dan mungkin saja saat ini orang tuanya sedang mencarinya. Ia juga ingin bertemu mereka.
Meski orang tuanya lalaidalam menjaganya sewaktu kecil hingga menyebabkan ia di culik dan dibesarkan oleh preman, namun ia yakin orang tuanya masih menyayanginya.
Setelah selesai mereka keluar dari apartemen sesuai dengan yang dikatakan Geri.
Geri membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan pada seluruh tubuh. Takutnya ada sesuatu yang salah setelah Carri mengalami banyak tekanan dan perlakuan kasar.
Sesampai di sana mereka telah disambut oleh dokter yang merupakan sala satu orang kepercayaan Geri.
Mendapatkan pelayanan VIP Carri merasa tenang tanpa gangguan dan semua kegiatan mereka berjalan lancar.
Carri juga dikatakan baik-baik saja oleh dokter, hanya diberi vitamin dan suplemen, serta salep untuk lukanya agar tidak meninggalkan bekas.
Selesai dari rumah sakit Geri mengajaknya ke tempat lain. Ini sudah disiapkan Geri sejak kemarin dan berharap akan berjalan lancar.
__ADS_1