
Di tempat lain Cari sedang duduk di kursi malas menunggu Geri membuat susu untuknya. Meski sudah tengah malam Ia masih belum bisa tidur.
Hal ini jarang terjadi ketika usia kehamilannya memasuki umur 7 bulan dan ia juga tidak merasakan adanya kejanggalan. Ia hanya tidak bisa tidur. Lebih tepatnya bahwa ia sama sekali tidak merasa mengantuk atau pun lelah.
Carri mengelus lembut perut buncitnya yang sudah mendekati minggu kelahiran anaknya "Sayang, apa kau mengantuk?" Carri berbicara dengan lembut. Ini adalah kebiasaan rutinnya untuk terus berbicara pada bayi kecil yang masih berada di rahimnya itu. Dokter menyarankannya untuk berkomunikasi dengan si bayi meski masih dalam kandungan. Itu bagus untuk perkembangan bayinya. "Maafkan ibu, ibu belum bisa tidur apakah ini menyiksamu?"
"Kau juga harus bertanya padaku, aku sangat tersiksa menahan kantukku untuk kalian berdua. Aku harus mendapat upah yang setimpal setelah masa sulitku ini terlewati." Geri berjalan dari arah pintu menghampiri Carri yang sedang menunduk melihat ke arah perutnya.
Carri jelas mengerti apa maksud suaminya. wajahnya segera tersipu dan menjadi merah padam ketika ia mengakat wajahnya dan melihat wajah kelelahan suaminya yang sedang tersenyum berjalan ke arahnya. Di tangannya ada segelas susu dan sepiring cemilan malam ibu hamil.
Segerah ia melupakan kata-kata suaminya digantikan rasa pilu yang merasuk ke hatinya melihat keadaan suaminya. Geri harus bekerja lembur setiap hari demi dirinya. Siangnya suaminya selalu sibuk di kantor, dan ketika pulang kerumah Geri masih harus menghiburnya dan terus terjaga sepanjang malam hanya untuk berjaga-jaga bila ia terbangun untuk meminta air atau hendak ke kamar mandi.
__ADS_1
Geri tersenyum melihat reaksi Carri sambil terus berjalan mendekat dan meletakkan cemilan itu di meja lalu membantu istrinya untuk minum susu hangat yang baru saja ia buat.
Carri meletakkan gelasnya di meja dan melihat suaminya yang sedang tersenyum padanya. "Ayo tidur" Ia berdiri dari kursi malas hendak kembali ke kamar.
Ia belum sempat melangkah ketika ia merasakan lengan kekar suaminya sudah melingkar di punggung dan lutunya hingga ia perlahan terangkat. Carri dengan spontan melingkarkan tangannya di leher Geri ketika ia menjadi semakin muram.
Setelah ia dibaringkan di tempat tidur ia bergerak menarik suaminya untuk tidur bersama. Ia tidak mau membuat suaminya kelelahan karena kurang tidur dan harus kembali bekerja di pagi harinya.
Carri tenggelam dalam pelukan Geri ketika ia berpura-pura tidur dengan tetap diam tidak bergerak.
Carri tidak mengetahui bahwa suaminya juga berpura-pura tidur hingga beberapa lama ia tidak tahan lagi untuk bergerak. Ia terus membuat gerakan kecil berusaha menemukan posisi nyaman yang bisa membuatnya tidur.
__ADS_1
"Jika kau terus bergerak kau akan membatalkan puasaku sekarang juga" Geri memperingatkan istrinya ketika menyadari nafsunya sudah terangkat karena gerakan Carri yang terus menerus menggesek kulitnya.
Carri langsung terdiam begitu mendengar suara suaminya yang memberinya peringatan. Ia bisa merasakan ketegangan tubuh Geri dengan sebuah tonjolan yang tiba-tiba muncul di bagian bawahnya.
Wajahnya segera terasa panah dan memerah ketika ia langsung menenggelamkannya dengan dalam ke dada suaminya.
"Sekarang tidurlah" Geri berusaha menekan hasratnya dan memejamkan matanya dengan cepat.
***Halo readers.
Terima kasih sudah setia menunggu dan terus membaca.
__ADS_1
Maaf untuk beberapa waktu terakhir terjadi keterlambatan up dan juga up yang terlalu sedikit, Authornya sedang menjalani masa sulit untuk beberapa tugas yang tidak bisa di tunda.
Author mencintai kalian semua ❤️***