
Mia bangun dari tidur siangnya ketika menyadari matanya sudah terlalu bengkak karena menangis begitu lama.
Sebelum tidur ia berjanji air matanya tidak akan jatuh lagi ketika bangun, tapi nyatanya ia kembali menangis dan kini ia merasa sangat perih di bagian matanya.
Ia berjalan ke arah kamar mandi dan mengguyur diri degan air dingin sambil duduk tertunduk di lantai. Ia tidak sedang menagis, ia hanya berpura-pura menangis, buktinya ia tidak merasakan kehangatan air mata di pipinya.
Hanya rasa dingin yang ia rasakan dari air yang mengalir membasahi sekujur tubuh kurusnya. Satu minggu berlalu dan ia masih tidak bisa menghentikan kebiasaan yang ia dapat baru-baru ini. Kebiasaan menangis setiap kali ia tidak sedang tidur.
Mia menyelesaikan acara menangisnya sambil mandi dan berjalan keluar kamar mandi mencari pakaian yang akan ia kenakan.
Tak lupa pula ia berias diri menutupi bengkak di bagian matanya agar terlihat segar. Meski ia terus berada di kamarnya, tapi ia masih memperhatikan penampilannya untuk berjaga-jaga Andra akan pulang dan langsung masuk ke kamar itu tanpa permisi.
Ia masih ingat setiap kali Andra kembali ke rumah, tidak pernah ada suara yang terdengar dan ia tidak penah menyadari kepulangan suaminya.
__ADS_1
Ia sudah melupakan semua kenangan buruknya dengan Andra dan semua traumanya sudah lenyap hanya dalam kurun waktu satu minggu.
Rindunya berhasil bangkit dari semua himpitan ketakutannya dan kini telah menguasai hatinya hingga ia semakin menderita karena rindu yang datang pada saat yang tidak tepat.
Dulunya rindu itu masih bisa ia tahan karena masih terlalu kecil untuk ia perhatikan sebab ia perhatiannya lebih teralih pada dendam yang lebih mudah ia kenali berada sangat lama di hatinya.
Kini ketika rindu itu berhasil menang mengalahkan traumanya, ketakutannya, kebenciannya, amarahnya, sudah terlambat!
Sekarang hanya tersisa penyesalan dan rasa haus untuk memeluk orang yang berhasil membuatnya membuka hati. Menghangatkan hatinya yang telah membeku sangat lama.
Dulunya ada sebuah perasaan yang sangat ia rindukan, perasaan yang membuat banyak orang melayang karena rasa bahagia dari cinta. Cinta yang dibangun oleh dua orang melalui perasaan yang saling melengkapi.
Tapi ketika ia mendapatkannya, bukannya ia merasakan kebahagiaan sepeti yang orang lain rasakan, ia malah menangis merasakan kesedihan karena perasaan itu datang terlambat.
__ADS_1
Rasa sakit karena Cinta jauh melebih rasa sakit mana pun. Terbukti, kini ia masih belum bisa tenang ketika berhari-harinya ia lalui dengan menyendiri menyadarkan dirinya sendiri untuk bangkit dari kesakitannya.
Berhari-hari air matanya terus megalir seperti mata air yang tak pernah kering. Hanya karena teringat wajah seseorang yang ia cintai.
Sungguh! Cinta bukan hal kecil yang bisa dianggap remeh!
Orang bisa mati karena cinta! Seperti itulah yang digambarkan oleh kisah 'Romeo dan Juliet' yang pernah ia baca.
Dulunya ia menertawakan perbuatan konyol pemeran utamanya, dan menganggap penulis bukunya hanya membuat lelucon gila yang tidak lucu. Tapi kini ia sudah merasakannya sendiri! Ini lebih kejam!
***Readers yang baik, jangan lupa mengetuk tombol 👍 dan memberi vote ⭐⭐⭐⭐⭐.
Saran dan kritik yang kamu tingalkan pada kolom komentar akan sangat membantu author dalam menyempurnakan cerita di penulisan berikutnya***.
__ADS_1